Teks Narrative Berbentuk Cerita Pendek Berbahasa Inggris ‘The Necklace’ & ‘The White Butterfly’

19.57

Assalamu’alaikum Sahabat Belajar. How are you today? I hope you all fine. Belajar jarak jauh di masa pandemic Covid 19 ini memang tidak selalu mudah yaa..
But keep your spirit up, Sahabat!

wikipedia.com

To entertain your ordinary boring days, let’s read more short stories! Two short stories : The Necklace and The White Butterfly. Read those stories and try to compare them.

Jadi hari ini Sahabat akan belajar membandingkan dua cerita pendek berbahasa Inggris. Coba amati apakah ada persamaan dan perbedaan dari keduanya. Amati unsur – unsurnya; The purpose of the text, the generic structure, the theme, the characters, the settings, the plot and the moral value of  the stories.

Okay, let’s get start it!

The Necklace- Short Story with a Twist Ending

Cerita pendek yang pertama berjudul The Necklace, ya dalam bahasa Indonesia artinya : Kalung. The Necklace ini adalah sebuah karya literature dunia yang sudah sangat terkenal. Ditulis oleh seorang pengarang dari Paris yang bernama Guy de Maupassant. Maka judul aslinya ya dalam bahasa Perancis : La Parure. Cerita pendek ini sudah tebit lamaaa sekali, yaitu pada tanggal 17 Februari 1884 di surat kabar Le Gaulois. 

sites.google.com

Tapi meskipun cerita ini sudah lama, isinya tetap menarik lho. Guy de Maupassant ini begitu terkenal dengan gaya berceritanya yang ada twist ending di dalamnya. Ada kejutan di akhir ceritanya. Wah , apa ya kejutan di akhir cerita The Necklace ini. Yuk, cari tahu. 

Jangan khawatir, cerita yang disampaikan di blog ini hanya versi abridge nya saja, versi yang lebih sederhana dari versi tulisan aslinya. Bacalah ceritanya, nikmati alurnya dan cari tahu arti kata yang menurut kamu terlalu sulit. 

The Necklace

Mathilda was one of those pretty girls who seemed to have been born through some mistakes of fortune into the wrong family. She was unhappy for letting herself get married to a-lowly paid clerk, Frau, who worked in Paris. She was unhappy because of the poor apartment in which they lived, with its shabby furniture.  All day long she would think of the beautiful houses of wealthy people.

One evening, her husband came back from the office and proudly gave her invitation to a magnificent ball. She quickly opened and read the invitation.  Instead of being delighted, she threw the invitation angrily on the table, and said with an angry look, “What use is this to me?  What do you expect me to wear if I go to a party of this kind?”

Frau was very upset and said, “Look, Mathilda.  How much would a nice dress cost?”

She thought for a moment, then replied, “Guess I could get one for 400 francs.”

“All right.  I’ll give you 400 francs and try to get a really nice dress,” Frau said.

The day of the party was getting near, but Mathilda seemed sad and worried.  “What’s the matter with you? You already have a dress” asked her husband.  

“I’m annoyed because I don’t have any jewelry to wear with my dress,” complained Mathilda.

“Mathilda, I don't have any money left now. Why don't you see Mrs. Forester and ask her to lend me some jewelry,” her husband suggested. 

"Okay, I'll go to see her soon," said Mathilda. 

Fortunately, Mrs. Forester would like to lend her beautiful diamond necklace to Mathilda. It was a beautiful diamond necklace, suitable for the pretty Mathilda. 

So the day of the party arrived.  Mathilda was a great success.  She looked pretty and charming.  She felt very satisfied with her appearance. With beautiful dress and a great necklace to highlight her beauty.

Returning home tiredly, she took off her coat and stood in front of the mirror.

Suddenly she gave a cry.  The diamond necklace was no longer there.  She was looking for it everywhere but the diamond was lost. Her husband then also helped her finding it. But they could not find it.

Now, the problem was how to return the diamond to Mrs. Forester. Mathilda went to a Jewelry shop and saw a similar diamond necklace she had lost. It would at least cost 36,000 francs! 

Mathilda asked more time to Mrs Forester. She and her husband tried hard to collect 36,000 francs to buy similar diamond necklace.

Her husband had to draw 18,000 francs his father left for him and borrowed another 18,000 francs. At last they got the money and the problem was overcome. She bought a similar diamond necklace that costed 36,000 francs and gave it to Mrs. Forester without telling the truth.

After that, Mathilda had to live in a dreadful life more than they did before.  She had to work hard.  Her husband had extra work at night. They had to work harder to pay for the debt for years. She looked old now and dressed untidily.

One Sunday, as she was walking on the road to get fresh air, she met Mrs. Forester.  Mrs. Forester hardly recognized her.  Mathilda told her about the lost diamond.  Mrs. Forester, terribly upset, took her friend’s hands in her own.  “Oh, my poor Mathilda!  My diamond necklace was imitation.  It was worth 500 francs at the most!”

Bagaimana, menarik ya kisah Mathilda? Memang pasti semua akan kalang kabut ketika kalung pinjaman tiba-tiba hilang tak berjejak. Apalagi ini kalung permata. Waduuh , kebayang kan usaha Mathilda untuk mencarinya dan menggantikannya. Can you get the twist ending?

Kisah Cinta Mengharu Biru di Cerita ‘The White Butterfly’

Cerita pendek The White Butterfly ini berasal dari Jepang, dengan penulis anonym. Ini adalah sebuah kisah keteguhan cinta dari seorang laki – laki bernama Takahama.

Konon, di Jepang, kupu – kupu bisa dianggap sebagai personifikasi akan jiwa manusia – baik itu manusia itu sudah meninggal, sekarat atau masih hidup. 

Salah satu kepercayaan tentang kupu – kupu yang beredar di sana adalah jika ada kupu-kupu masuk ke kamar, khususnya kamar tamu, dan hinggap di balik tirai bamboo, maka dianggap seseorang yang paling kamu cintai sedang berkunjung mendatangimu. 

Lalu apa yaa kaitan kupu – kupu putih dengan cinta sejatinya Takahama? Let’s read the story.

The White Butterfly

An old man named Takahama lived in a little house behind the cemetery (pemakaman) of the Sozanji temple. He was very old but he did not want to get married.

One summer day he became very ill. His sister-in-law, Masako, and her Son, Taro, came and did all they could to bring comfort during his last hours. 

While Takahama fell asleep, they watched a large white butterfly flew into the room and rested on the old man’s pillow. Taro tried to drive it away with a fan; but it came back three times, as if it was unwillingly to leave the ill Takahama.

At last, this Takahama’s nephew chased it out into the garden, through the gate, and into the cemetery beyond, where it was flying over a woman’s tombstone, and then mysteriously disappeared. On that tomb, Taro found the name “Akiko” written upon it, Akiko died when she was eighteen.

Though the tomb must have been built fifty years previously, the boy saw that it was surrounded with beautiful flowers and the little water tank filled. 

When Taro returned to the house he found that Takahama had passed away, and he told his mother what he had seen in the cemetery.

“Akiko?” said his mother softly, “She was his fiance when your uncle was young.She died shortly before her wedding day. When Akiko left this world your uncle promised never to marry, and to live forever near her grave."

For all these years he has remained faithful to his promise, and kept in his heart all the sweet memories of his one and only love. Every day Takahama went to Akiko’s grave and prayed for her happiness, filled the watertank and set flowers there. 

When Takahama was dying, and he could no longer perform his loving task, Akiko came for him. That white butterfly was her sweet and loving soul.” 
(Adapted from: http://www.pitt.edu

Sungguh terharu yaa membaca kesetiaan cinta Takahama ini. Bagaimana, kalian bisakah menebak kira – kira personifikasi dari jiwa siapa si kupu –kupu putih ini?
ucanr.edu/blogs

Nah, setelah Sahabat baca, cobalah belajar membandingkan kedua cerita pendek ini. Cerita manakah yang paling kalian suka? Apakah ada persamaannya? Bagaimana dengan pesan moral di dalam kedua cerita tersebut? Apakah tema ceritanya sama?

Atau kalian bisa menjawabi pertanyaan panduan berikut ini untuk belajar membandingkan. Yang paling penting, jawablah pertanyaan berdasar pendapatmu saja. Tidak usah mecoba copy atau browsing jawaban dari orang lain. Dalam membandingkan, tidak ada benar atau salah, yang dinilai utamanya adalah orisinalitas idemu, persaanmu sebenarnya setelah membaca kedua cerita tersebut.
So, let’s do the following exercise based on your own opinion.

Okay, Sahabat, keep reading more stories in English. Akan Sahabat dapati pelajaran di dalamnya, penambahan kosakata Bahasa Inggris lebih banyak, dan terhibur!

Seorang seniman dan pengarang terkenal asal Inggris mengatakan hal menarik tentang cerita pendek, “Bayangkan: cerita pendek itu ibaratnya sebuah jendela kecil menuju dunia lain, pemikiran lain, dan impian – impian lain. Semacam perjalanan yang bisa kamu lakukan ke bagian sisi dunia lain yang jauuuh. Tapi masih bisa kembali tepat waktu untuk makan malam”.

"Short stories are tiny windows into other worlds and other minds and dreams. They are journeys you can make to the far side of the universe and still be back in time for dinner" – Neil Gaiman.

 

Salam Belajar



You Might Also Like

12 comments

  1. Waaduhh 2 cerita yang menarik dan mengharuhkan bingung nih Bu Guru ngebadainnya..😊

    Cerita pertama
    Disini kesetia seorang lelaki yang begitu tulus. Agar sang istri Mathilda terlihat cantik dan tak ubahnya seperti wanita lainnya yang suka akan gaun dan perhiasan...Walau pada faktanya kalung berlian itu hilang keduanya harus mengganti dengan tiruan, Yang terpenting serupa walau pada akhirnya Mathilda jujur kepada Mrs. Forester.😊

    Cerita kedua
    Hampir sama dengan cerita pertama yang membuktikan kesetian yang tulus dari seorang Takahama kepada sang istri Akiko yang telah pergi meninggalkan dunia fana ini. Hingga cinta tulus putih murni itu begitu kuat melekat pada jiwa Takahama seolah memberikan energy pada Akiko yang telah tiada. Bah sebuah roh sang kupu2 putih itu memberi tanda atau simbol kesetian abadi.😊

    Gitu kali yeee...Tahu deh..Kaabooorr 🏃🏃💨

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess.. That's good answer satria. Excellent!
      Nilainya B+
      Nanti naik kelas yaaa

      Hehe mas satria masih imut juga kok, masih cocok jadi murid misis dewi

      Hapus
  2. Ntar Bu guru saya copas dulu tulisan bahasa Inggris nya buat di terjemahkan, maklum ngga terlalu pintar bahasa Inggris, paling bisanya yes no thank you sama ai lip yu.🤣

    Ternyata di Jepang ada kepercayaan kalo kupu-kupu masuk kedalam kamar maka itu tandanya seseorang yang dicintai akan datang berkunjung, mirip dengan di Jawa ya.

    Kalo di tempatku, misalnya ada kupu-kupu masuk ke dalam rumah itu tandanya akan ada seseorang yang datang bertamu, biasanya tamu penting.

    Saya pernah tuh, siang hari ada kupu-kupu masuk ke dalam rumah. Aku mbatin siapa nih yang akan datang, apa bibi/paman atau mungkin kawan lama yang akan berkunjung. Soalnya biasanya begitu kalo ada kupu-kupu masuk.

    Sampai jam 5 sore ngga ada teman ataupun kerabat yang berkunjung padahal aku sudah nunggu depan rumah, tumben amat batinku padahal biasanya ada yang main.

    Pas mau masuk rumah ada orang datang, orang laki laki.

    "Mas Agus, kapan cicilan tivi mau bayar, bulan kemarin nunggak lho."

    Ya Allah, ternyata yang datang yang tidak ditunggu.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha kupu kupunya warna opi kuii . Kok yang datang malah debt kolektor.

      Hayoo teksnya dibaca yang bener yaa, contoh itu satria. Nilainya bagus 🤭

      Hapus
    2. Oke Bu guru, tadi habis terjemahkan dan menurutku begini persamaannya.

      Persamaan:
      Sang lelaki dalam cerita itu setia sama istri atau kekasihnya. Frau setia dengan istrinya bahkan berupaya keras membahagiakan istrinya seperti membelikan gaun yang bagus bahkan meminjam kalung pada nyonya forester. Bahkan setelah mereka harus hutang banyak untuk membeli kalung berlian yang hilang Frau tidak meninggalkan Mathilda, padahal istrinya itu ceroboh menghilangkan kalung. Takahama juga setia sampai mati dengan kekasihnya, tidak menikah sampai ajal menjemput.

      Perbedaannya nanti ya Bu guru, lagi ada pekerjaan, nanti balik lagi.

      Hapus
    3. Perbedaannya:

      Kalo Frau dan Matilda itu ceritanya lebih kompleks dan penuh kejutan menurutku terutama yang bagian kalung berlian ternyata adalah kalung imitasi. Tapi menurutku ini penuh inspirasi, bahwa jika kita meminjam barang maka harus diganti. Pesan moralnya dapat sekali.

      Hapus
  3. Menurut pendapatku, kedua ceritanya hampir mirip.
    Hanya kisah Mathilda yang kebetulan aku juga punya bukunya, lebih menarik dibaca.
    Banyak dialog lucu khas ceplas ceplos polosnya bocah yang kadang bikin mesem sendiri membacanya :)

    BalasHapus
  4. Woooh, cerita dari tahun 1884 yang masih lestari sampe sekarang yaaa
    btw, mbak nya guru bahasa inggris yaa?

    BalasHapus
  5. aaaaaaaaaakkkk buguluuw dewi syantik ku mau ikutan

    aku tadi baca tanpa terjemahkan

    ya berdasarkan analisaku sendiri pas baca

    blom takterjemahkan ke bahasa Indo...dan tanpa melihat komen teman2 di atas, hihiii

    aku menyarikan aja..
    jadi yang cerita mathilda ini dia pengen terlihat gorjes dan syantik ketika pesta makanya ngidam kalung dan dress cantik. Tapi apa daya suami tidak ada uang, terlintaslah niatan apakah mau menanyakan Nyonya Forester meminjamkan kalungnya...eh oas urah dipinjamkan tuh kalung malah hilang...dan untuk menggantinya butuh usaha keras kerja banting tulang hingga kurun waktu yang sangat lama...padahal di ujung nyatanya Nyonya Forester bilang itu hanya kalung imitasi...#nyesek abizzz

    cerita kedua lebih 'nyes' di hati karena kok? romantis timen sayyyy ahahhahahaha

    kupu kupu yang dipersonifikasikan sebagai jelmaan orang yang mencintaimu dan mendatangimu sebagai suatu isyarat...uwuwuwuuwuw...(langsung inget cerpenku kemaren kok ya kupu2 juga)

    oh ya mba wi , aku mau nyarikan ceritanya juga...jadiii akiko ini ternyata tunangan si pak tua yang meninggal dalam tidur itu ya..ini terbukti setelah si anak bocah nemu batu nisan yang ada di pemakaman itu dan melihat nama akiko terpajang di sana.. lalu masako pun cerita bahwa akiko adalah fiance atau tunangan sang Tuan Takahama tatkala masih muda dulu.. Akiko meninggalpun dalam usia yang masih hijau 18 tahun...tapi pada akhirnya cinta mereka bertaut di keabadian walaupun tentunya sudah beda dunia...karena keduanya telah bersatu dalam kematian yang sendu

    Untuk kesimpulan yang kudapat...keduanya berkisah tentang cinta ya.. walaupun cerita yang pertama agak ngenes dan yang kedua lebih masuk ke dalam kalbu huehhehehe

    begitulah penilaianku
    nilainya semoga ga dapat merah :D

    BalasHapus
  6. Hallo miss, keren KBM pakai blog dan google foom. pelajaran Bahasa Indonesia juga ada teks narasi miss, KD nya juga sama tentang persamaan dan perbedaan dua teks, tetapi di bagian persamaan dan perbedaan saya minta anak jelaskan satu - satu via zoom. Tetapi sebelum itu biasanya saya suruh anak temukan dulu unsur intrinsiknya dan tulis di blog masing - masing.

    Cara miss Dewi akan saya coba juga, untuk variasi belajar, biar anak - anak tidak bosan.

    Salam hangat dan tetap semangat miss Dewi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ponakan saya juga sering brlajar dan mengisi soal dari gurunya pake google form

      Hapus
  7. cerita karya jaman dahulu madih dibaca zaman sekarang, luar biasa, karya yang hebat

    saya jadi kaget disuruh ngisi exercises wkwkwk aku bingung bedain nya, semuanya keren

    BalasHapus