Saung Belajar Aisyah

    • Home
    • ruang keluarga
    • ruang kelas
    • ruang baca
    • ruang menulis
    • ruang impian
    Assalamu'alaikum Sahabat Belajar,
    Rasanya bersyukur sekali ya kita masih bisa menjumpai ramadhan kali ini. Beberapa puisi berikut ini mungkin bisa menjadi penyemarak bulan istimewa ini.Tema dari karya karya puisi ini adalah berbagai suasana bulan puasa. Suasana disaat kita merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta, misalnya sujud di sepertiga malam terakhir atau suasana sahur. Simak puisinya satu persatu dan Sahabat mungkin bisa tertarik juga untuk menuliskan sebuah puisi puasa versi kalian sendiri.


    Salah satu yang membuat kita lebih dekat pada Sang Kuasa adalah semakin banyaknya sujud yang kita lakukan pada bulan Ramadhan. Berikut sebuah puisi dari sahabat baik saya yang berjudul Sujud. Sebuah puisi yang pendek saja, tetapi dalam dan indah maknanya. Mari kita hiasi malam-malam di bulan suci ini dengan ribuan sujud terdalam, berserah dan berpasrah memohon keridho-an Nya. Selain pahala, ketenangan dan kepasrahan hati bisa kita dapat. 

    SUJUD

    Di atas sajadah usang, di sepertiga malam itu

    Ketika harap berujung kecewa dan asa hampir terputus

    Lantunan tasbih dan istighfar bercampur derai air mata

    dibisikkan lirih ke bumi semesta alam.


    Bersimpuh

    Berserah

    Berpasrah

    Berharap doa dimengerti langit

    Memohon ampunan Ilahi Robbi

    Puisi lain dari rekan Bapak guru saya ini menyentuh hati, sebuah puisi untuk mengingat saat indah beliau bersantap sahur bersama keluarga. Yang membuat saya terharu, puisi ini ditulis oleh bapak-bapak lho. Seseorang yang saya kira paling cuek, sering tampak tidak pedulian, apalagi untuk urusan menyiapkan makan sahur bagi keluarga. Tetapi Bapak penulis puisi ini memang menyatakan kalau beliau itu tidak hanya mengandalkan istri saja dalam urusan domestik rumah tangga. Apalagi saat bulan Ramadhan seperti ini, beliau berusaha aktif membantu istrinya menyiapkan makan sahur untuk keluarga.  Bukan sebagai beban, tetapi beliau memang menikmatinya sekaligus sarana meraih pahala berlipat ganda.


    SAHUR TERINDAH

    Kuterbangun dalam tidurku

    Kubersyukur hpku berdering kencang

    yang selalu mengingatkan untuk cepat bangun dan bersujud

    Kuberdoa untuk seluruh keluarga, saudara serta teman


    Kunikmati sahur yang ada seraya berdoa

    Bersyukur pada Ilahi

    Terimakasih Ya Allah

    Masih Kau beri kehidupan indah

    pada keluarga kecilku


    Sungguh sahur Ramadhan ini

    adalah sahur terindah bagi keluarga kecil kami 

    Salah satu puisi lain yang ingin saya sajikan sebagai penyemarak Ramadhan adalah sebuah syair karya Jelaluddin Rumi. Kali ini saya tertarik melalui karya terjemahannya dalam bahasa Inggris. Bagi Jelaluddin, terdapat sesuatu yang begitu manis yang tersembunyi dalam kekosongan perut saat kita berpuasa. Silakan kita simak puisi berikut ini.

    Fasting

    by Mevlana Jelaluddin Rumi

    English version by Coleman Barks

    Original Language Persian/Farsi & Turkish


    There's hidden sweetness in the stomach's emptiness.

    We are lutes, no more, no less. 

    If the soundbox is stuffed full of anything, no music.

    If the brain and belly are burning cleanwith fasting

    every moment a new song comes out of the fire.

    The fog clears, new energy makes you run up the steps in front of you.

    Be emptier and cry like reed instruments cry.


    When you're full of food and drink, Satan sits

    When you fast, good habits gather like friends who want to help.

    Lute atau Kecapi, alat musik dalam puisi Fasting

    Terjemahan puisi Jelaludin Rumi:

    Ada rasa manis yang tersembunyi di dalam perut yang kosong ini!
    Kita ini seperti alat musik kecapi begitu saja, tak kurang tak lebih
    Ketika perut alat musik kecapi terisi, darinya tak akan keluar musik
    Tatkala otak dan perutmu terbakar karena puasa,
    setiap saat itu akan muncul lagu baru dari api.

    Kabut menghilang,  energi baru membuatmu berlari menapaki undakan di depanmu.
    Kosongkanlah dirimu dan melengkinglah dengan indah seperti alat musik dengan buluh di dalamnya
    Saat kamu penuh dengan makan dan minum, duduklah setan
    Saat kamu berpuasa, kebiasaan-kebiasaan baik  berkumpul bagai para sahabat sejati yang ingin membantu.

    Sungguh menggugah hati ya syair dari ahli sufi di atas. Satu lagi puisi yang ingin saya bagikan adalah puisi saya sendiri, pengingat pada hari - hari akhir Ramadhan. Yes, that's right ! Hari dimana banyak orang sudah disibukkan menjelang mudik lebaran. Puisi ringan saja untuk menutup keriangan Ramahan kita kali ini.


    MUDIK

    Berbukalah Dengan yang Manis

    Semanis kenanganku akan dirmu


    Iyaa Kamu!

    Kamu yang sedang berdesakan

    Menunggu tibanya bis mudik gratis

    Sambil menenteng sepikul kardus


    Dan Kamu juga!

    Kamu yang sedang di pojokan

    Ngitungin THR sambil senyum tipis-tipis

    Akankah kebeli tiket yang bikin hati menangis


    Aih, tak apa Teman!

    Semua demi yang manis,

    yang penuh harap menunggu di kampung halaman.

    Demikian beberapa puisi buat Sahabat Belajar semua. Semoga semakin menyemangati Sahabat untuk meningkatkan amalan kita di bulan Ramadhan. Semoga bulan Ramadhan kali ini adalah salah satu bulan terbaik bagi kita di hadapan Allah yang Maha Pengasih. Selamat menjalankan ibadah puasa.









    Continue Reading

     Sebuah penelitian biasanya diawali dengan sebuah proposal. Diharapkan penelitian nantinya akan berjalan lebih terarah saat proposal sudah tertulis dengan jelas. Di postingan kali ini, Sahabat Belajar dapat mengamati sebuah contoh proposal penelitian sederhana. Sahabat tentu saja dapat menyusun sebuah proposal yang lebih baik dari ini. Selamat melakukan penelitian


    Halaman Judul

    PROPOSAL PENELITIAN


    PENERAPAN TPACK FRAMEWORK DENGAN SAC UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA EXPRESSING ADVICE DI KELAS XI MAPEL BAHASA INGGRIS SMAN INDONESIA HEBAT TAHUN AJARAN 2022/2023

    A. Latar belakang

    Pembelajaran abad 21 dalam Kurikulum 2013 adalah salah satu konsep yang dianjurkan untuk diimplementasikan dalam proses belajar mengajar, termasuk pembelajaran Bahasa Sastra Inggris pada kelas XI program peminatan. Konsep pembelajaran abad 21 ini pada dasarnya berupaya mendorong siswa untuk berfikiran kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Konsep ini dikenal dengan singkatan 4C; Creativity, Critical Thinking, Communication dan Collaboration. Pada pola ini guru seharusnya selalu berupaya mengaktifkan potensi siswa untuk belajar mencari tahu dan menerapkan apa yang telah mereka ketahui untuk menjadi sebuah ketrampilan, yang pada akhirnya akan membangun sikap mereka. Pembelajaran yang didukung teknologi merupakan aspek penting dalam pembelajaran abad 21. Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah memberikan kemudahan akses terhadap beragam sumber belajar digital.

    Kegiatan belajar mengajar di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi berkembang lebih pesat saat pandemi Covid-19, termasuk pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Inggris. Berbagai bentuk teknologi telah dicoba oleh guru untuk memperlancar penyampaian pembelajaran selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Mulai bulan Januari 2022 makin banyak sekolah melakukan pembelajaran tatap muka kembali. Akankah kemudian pemanfaatan teknologi dalam proses belajar kemudian dihilangkan? Saya rasa tidak. Bagaimanapun perkembangan teknologi terus berjalan di dunia ini. Guru dalam konteks kompetensi profesionalnya harus mempunyai kemauan untuk terus beradaptasi dengan linkungannya, termasuk keamujuan teknologi.  Inilah yang diamanatkan kepada guru-guru di Indonesia melalui Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Permen Nomor 17 Tahun 2007 tentang kualifikasi dan standar kompetensi guru.  Guru bahasa dapat terus mengeksplore teknologi apa saja yang dapat diterapkan di kelasnya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didiknya.

    Dalam pembelajaran bahasa terdapat empat keterampilan yang seharusnya dikembangkan, yaitu : Listening (menyimak), Reading (membaca), Writing (menulis), dan Speaking (berbicara). Menurut Hymes (1972) dalam Fauziati Endang (2010:15), mengajarkan keterampilan berbicara telah menjadi suatu pusat dalam kelas pembelajaran bahasa asing. Harris (1968:84) menyatakan bahwa saat berbicara, ada lima komponen bahasa yang terlibat; pronunciation, grammar, vocabulary dan comprehension. Salah satu upaya yang aspek yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan berbicara menuju kemampuan 4C ini adalah dengan memanfaatkan teknologi. 

    Diperlukan sebuah usaha lebih dari guru untuk berupaya menerapkan konsep 4C dalam kelas bahasa sastra Inggris dengan memanfaatkan teknologi. Mengajak siswa untuk kreatif dan berfikiran kritis kadang tidak mudah, bahkan ketika guru sudah mencoba memanfaatkan beberapa teknologi. Hal inilah yang peneliti rasakan ketika mengamati keterampilan berbicara dari siswa kelas XI Bahasa, khususnya pada materi Expressing Advice/Suggestion (Mengungkapkan saran dalam Bahasa Inggris). Saat diminta untuk menyusun dan mempraktekkan dialog mengungkapkan saran, mereka merasa kesulitan. Dialog yang mereka susun hanya persis menggunakan contoh frasa dari buku, kadang kurang tepat pada konteksnya dan dipraktekkan dengan malu-malu sambil membaca teks. Cara pengucapan dan kelancaranpun masih kurang. Banyak siswa belum mampu mencapai KKM 75 untuk nilai keterampilan berbicara.

    Hasil pembelajaran tersebut belum ideal, peneliti kemudian melakukan refleksi dan menyimpulkan bahwa pembelajaran untuk materi ini masih belum membawa  siswa ke arah 4C sesuai harapan. Kegiatan pembelajaran untuk keterampilan berbicara seharusnya diharapkan menuju ke sebuah tahapan melakukan presentasi berbicara secara kreatif, mampu berfikir kritis, mampu berkolaborasi dan berkmunikasi menggunakan bahasa Inggris mengungkapkan saran dengan memanfaatkan teknologi yang lebih tepat.

    Sesuai dengan silabus, ciri yang harusnya diharapkandapat teramati adalah :
    - Siswa mampu menyusun sebuah teks lisan mengungkapkan saran menggunakan bahasa Inggris secara kreatif dalam merespons berbagai situasi yang berbeda sesuai konteks.
    - Siswa mampu berdialog (berkomunikasi) mengungkapkan saran menggunakan bahasa Inggris dengan lancar dengan pengucapan yang tepat.

    Dari pengamatan, siswa mengalami kesulitan karena kurang latihan untuk memahami materi dan contoh-contoh ungkapan saran dalam bahasa Inggris. Saat mempraktekkan dialog siswa merasa malu dan kurang percaya diri karena kurang berlatih mengulang-ulang ungkapan mengungkapkan saran ini di rumah. Sementara itu saat di rumah, siswa merasa keberatan untuk mengakses materi yang disampaikan guru dalam bentuk video pembelajaran di YouTube karena itu dirasa menghabiskan kuota internet mereka yang terbatas. Sebagian besar siswa di kelas tersebut belum memiliki akses Wifi di rumah.

    Guru sebagai peneliti kemudian mencoba melakukan sesuatu perbaikan pembelajaran untuk mengatasi kesulitan tersebut sehingga siswa dapat mencapai kemampuan siswa sesuai harapan. Peneliti kemudian mencoba untuk memanfaatkan teknologi yang berbeda dengan menggunakan sebuah framework (kerangka kerja) yang disebut TPACK (technological pedagogical content knowledge) dalam pembelajaran. 

    TPACK ini pada dasarnya berupa sebuah kerangka kerja yang menggambarkan interaksi dalam pembelajaran yang saling terkait antara teknologi, konten, dan pedagogi (Koehler, Mishra, Hersey & Peruski, 2004). Dasar kerangka kerja ini bersumber dari pemaparan pemikiran Shulma (1986,1987) tentang konsep Pengetahuan Konten Pedagogis. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Mishra dan Kohler (2005) dengan mengembangkannya dengan menekankan pentingnya Pengetahuan Konten Pedagogis Teknologi (TPCK). Dalam TPACK Framework, unsur teknologi, pedagogi dan konten saling terkait dan saling mendukung satu sama lain. Pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran sebaiknya harus juga mempertimbangkan aspek pedagogi dan konten pembelajarannya secara seimbang. Teknologi yang mumpuni saja akan kurang bermakna dalam proses belajar mengajar jika tidak mendukung pedagogi yang sesuai, apalagi jika konten materi pembelajaran di teknologi tersebut tidak sesuai dengan silabus. Dalam penelitian ini, guru memanfaatkan teknologi berupa SAC dan Google Sites sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan speaking.

    SAC (Smart Apps Creator) merupakan sebuah aplikasi tool perangkat lunak di PC yang dapat digunakan untuk pembuatan mobile apps multimedia dengan proses coding yang lebih mudah dan cenderung instan. Guru dapat membuat aplikasi berbasis android terkait materi mengungkapkan saran ini di platform SAC lalu siswa dapat mengaksesnya dengan mudah di gawai mereka. Aplikasi yang dibuat dengan SAC ini tidak terlalu monoton dengan tampilan video semata. SAC dapat diisi dengan audio, video, dan latihan interaktif dengan cara menyentuh tombol yang disediakan di layar.

    Peneliti membuat sebuah aplikasi SAC berisi materi dan latihan mengungkapkan saran dalam Bahasa Inggris. Keuntungannya adalah, saat aplikasi SAC yang dibuat oleh guru saat sudah terinstall di HP siswa, siswa dapat berlatih dengan aplikasi ini tanpa menggunakan jaringan internet. Siswa dapat berlatih sepuasnya dalm bentuk tampilan aplikasi HP yang menarik tanpa mengkhawatirkan habisnya kuota internet. Diharapkan melalui aplikasi SAC yang dibuat oleh guru ini, siswa akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memahami materi mengungkapkan saran dan berlatih mengucapkan frasa-frasa Bahasa Inggris yang sering dipakai dalam mengungkapkan saran.

    Dengan TPACK Framework ini, guru dapat menggunakan teknologi berupa media pembelajaran SAC dengan lebih terarah . Saat teknologi SAC dapat diterapkan dengan baik dalam pembelajaran, diharapkan semua siswa kelas XI  dapat mencapai KKM pada materi mengungkapkan saran dalam Bahasa Inggris.

    B. Rumusan Masalah

    Rumusan masalah dalam penelitian ini ada tiga dan dijabarkan sebagai berikut ::
    1. Bagaimana penerapan TPACK Framework berbantuan SAC dalam meningkatkan keterampilan berbicara Expressing Advice di kelas XI  SMA Indonesia Hebat tahun ajaran 2022/2023?
    2. Sejauh mana peningkatan keterampilan berbicara Expressing Advice pada peserta didik dengan penerapan TPACK Framework berbantuan SAC di kelas XI SMA Indonesia Hebat tahun ajaran 2022/2023 ?
    3. Bagaimana respons peserta didik terkait penerapan TPACK Framework berbantuan SAC dalam  meningkatkan keterampilan berbicara Expressing Advice di kelas XI SMA Indonesia Hebat tahun ajaran 2022/2023 ?

    C. Tujuan Penelitian

    Tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
    1. Untuk mendeskripsikan penerapan TPACK Framework dengan SAC dalam meningkatkan keterampilan berbicara Expressing Advice di kelas XI peminatan Bahasa Sastra Inggris SMAN 2 Wonogiri tahun ajaran 2022/2023.
    2. Untuk menjelaskan hasil belajar peserta didik pada keterampilan berbicara Expressing Advice dengan menerapkan TPACK Framework dengan SAC di kelas XI peminatan Bahasa Sastra Inggris SMAN 2 Wonogiri tahun ajaran 2022/2023.
    3. Untuk menjelaskan respons peserta didik terkait penerapan TPACK Framework dengan SAC dalam meningkatkan keterampilan berbicara Expressing Advice di kelas XI peminatan Bahasa Sastra Inggris SMAN 2 Wonogiri tahun ajaran 2022/2023.

    D. Manfaat Penelitian

    Manfaat yang diharapkan muncul dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
    1. Dengan penelitian tindakan kelas ini, peneliti berharap dapat memberi manfaat bagi penelitian – penelitian lain dalam bidang bahasa , khususnya tentang meningkatkan kemampuan berbicara dengan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran  dengan TPACK Framework.
    2. Penelitian ini khususnya juga membawa manfaat bagi diri peneliti sendiri untuk mengatasi permasalahan dalam meningkatkan keterampilan membaca pada materi expressing advice di kelas XI program peminatan.

    E. KAJIAN PUSTAKA

    1. Keterampilan Berbicara Pembelajaran Bahasa Inggris SMA

    Keterampilan berbicara (speaking) merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai dalam pembelajaran bahasa Inggris. Keterampilan ini diajarkan dengan lainnya seperti menyimak (listening), membaca (reading) dan menulis (writing). Demikan juga dalam kurikulum 2013 untuk mata pelajaran Bahasa dan Sastra Inggris program peminatan untuk kelas XI SMA.

    Terdapat beberapa definisi yang berbeda dari beberapa ahli mengenai keterampilan berbicara ini. Brown dan Yule (1989) menyatakan bahwa berbicara bagi pembicara bukan sekedar menyatakan apa di dalam pikirannya kepada pendengar, tetapi juga untuk mengungkapkan permintaan, informasi, layanan dan lainnya. Sementara Jones (1989) menyatakan bahwa berbicara itu merupakan bentuk komunikasi dua arah antara pembicara dan pendengar. Sesuatu yang disampaikan oleh pembicara dilakukan secara efektif karena berbicara itu bukan sekedar memproduksi suara semata, tetapi juga merupakan sebuah proses untuk mencapai tujuan tertentu yang di dalamnya melibatkan penyampaian pesan. 

    Dalam keterampilan berbicara ada 4 komponen yang dinyatakan oleh Hughes (2003) yaitu pronunciation, grammar, vocabulary, fluency dan comprehension. Yang dimaskud dengan pronunciation adalah pelafalan kata, cara bagaimana kata itu dilafalkan. Kata yang dilafalkan dengan tepat mempengaruhi pemahaman penyampaian pesan. Sedangkan komponen grammar adalah tentang aturan dalam bahasa untuk mengubah bentuk kata-kata dan kemudian menyambungnya dalam bentuk kalimat yang bermakna. Berbicara akan lebih jelas maknanya jika disampaikan dalam tata bahasa yang tepat sesuai konteksnya. Yang dimaksud dengan komponen vocabulary adalah kosakata yang dipakai dalam berbicara. Pemilihan kosakata yang tepat seharusnya disesuaikan dengan konteknya agar pesannya tersampaikan dengan baik. Komponen berikutnya adalah fluency yang berarti kelancaran, berbicara disampaikan dengan lancar dan akurat sesuai dengan konteksnya sehingga pendengar akan lebih mudah memahami arti kalimat yang diucapkan. Komponen yang terakhir adalah comprehension atau pemahaman. Komponen ini mencakup tentang pemahaman baik dari pembicara maupun pendengar yang harusnya memahami apa maksud/arti kalimat yang disampaikan saat proses berbicara.

    Pembelajaran berbicara dalam kurikulum 2013 untuk peserta didik kelas XI  BahasaInggris juga didesain dalam ranah berbicara untuk berkomunikasi. Salah satu ungkapan yang dipelajari dalam berkomunikasi di kurikulum tersebut adalah ungkapan menyatakan saran (Expressing Advice). Saat mengajarkan keterampilan berbicara, empat komponen pronunciation, grammar, vocabulary, fluency dan comprehension sebaiknya turut dilibatkan. Salah satu upaya yang aspek yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan berbicara menuju kemampuan ini adalah dengan memanfaatkan teknologi.

    2. TPACK Framework Dalam Pengajaran Bahasa

    Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi sudah semakin berkembang saat sekolah harus dilakukan secara daring selama pandemi covid-19. Saat sekarang pandemic sudah mulai berlalu dan sekolah sudah kembali dilaksanakan secara luring, pemanfaatan teknologi dipandang masih ada manfaatnya bagi peserta didik. Pemanfaatan teknologi akan lebih bermakna jika dilakukan dengan juga mempertimbangkan masalah konten pelajarannya dan juga ranah paedogogi yang tepat untuk diterapkan oleh guru saat pembelajaran. Dasar kerangka kerja ini bersumber dari pemaparan pemikiran Shulma (1986,1987) tentang konsep Pengetahuan Konten Pedagogis. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Mishra dan Kohler (2005) dengan mengembangkannya dengan menekankan pentingnya Pengetahuan Konten Pedagogis Teknologi (TPCK). Dalam TPACK Framework, unsur teknologi, pedagogi dan konten saling terkait dan saling mendukung satu sama lain.
    Berikut ini bagan TPACK :

    Salah satu pendekatan berupa kerangka kerja yang menarik perhatian peneliti terkait dengan hal tersebut adalah TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). TPACK  terbentuk  atas  perpaduan  3 jenis  pengetahuan  dasar,  yaitu Technological  Knowledge  (TK),  Pedagogical Knowledge (PK),  Content  Knowledge (CK). Hasil  perpaduan  3  pengetahuan  dasar tersebut,  menghasilkan  4  pengetahuan baru,  meliputi    Pedagogical  Content Knowledge  (PCK),  Technological  Content Knowledge (TCK),  Technological  Pedagogical Knowledge  (TPK),  dan  Technological Pedagogical  Content  Knowledge  (TPACK). Gambar  di  atas  memperlihatkan  interelasi  antara  3 pengetahuan dasar  yang mengahasilkan  4 pengetahuan. Berikut ini penjelasan setiap domain  pengetahuan  TPACK  yang disarikan dari Mishra &  Koehler  (2006 & 2008) dan Koehler, Mishra, & Cain (2013). Technological  

    Technological  knowledge  (TK)  atau pengetahuan  teknologi  merupakan pengetahuan  tentang  berbagai  jenis teknologi  sebagai  alat,  proses,  maupun sumber.  Pedagogical  knowledge (PK)  atau pengetahuan  pedagogik  yaitu pengetahuan  tentang  teori  dan  praktik dalam  perencanaan,  proses,  dan  evaluasi pembelajaran. Content knowledge (CK) atau pengetahuan  konten  adalah  pengetahuan tentang konten atau materi pelajaran yang harus  dipelajari  oleh  guru  dan  diajarkan kepada siswa.  Pedagogical  content  knowledge (PCK) atau  pengetahuan  pedagogik  konten merupakan  pengetahuan  pedagogik  yang berhubungan  dengan  konten  khusus (Shulman,  1986).  Technological  content knowledge (TCK)  atau  pengetahuan teknologi  konten  adalah  pengetahuan tentang  timbal  balik  antara  teknologi dengan  konten.  Technological  pedagogical knowledge  (TPK)  atau  pengetahuan teknologi  pedagogik  adalah  pengetahuan tentang  berbagai  teknologi dapat
    digunakan untuk memfasilitasi belajar dan pembelajaran. Technological  Pedagogical  Content Knowledge (TPACK)  atau  pengetahuan teknologi  pedagogik  dan  konten  adalah pengetahuan  tentang  penggunaan teknologi yang tepat  pada pedagogik yang sesuai  untuk  mengajarkan  suatu  konten dengan  baik.  

    Dalam menerapkan TPACK sebagai sebuah kerangka kerja dalam pembelajaran bahasa Inggris guru harus mengintegrasikan unsur pedagogi, konten dan teknologi dalam RPP mereka. Berikut aspek – aspeknya berdasar penelitian oleh Koh, Chai dn Lim (2016; dalam Drajati Nur Arifah,dkk, 2019): 
    - Untuk hal yang terkait pedagogi, guru mempertimbangkan bagaimana memulai kegiatan pembelajarannya, metode pembelajaran yang bagaimana yang akan diterapkan dalam mengajar nanti, merancang aktivitas siswa yang diharapkan berlangsung di kelas, juga menyudun bagaimana assesemennya dan evaluasi yang akan dilakukan.
    - Dalam hal konten, guru merancang sebuah konten materi pembelajaran yang sesuai kurikulum atau silabus yang dikembanglsn dari arahan kementrian pendidikan dan kebudayaan. konten juga dibuat berdasar karakteristik siswa sehingga diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa menjadi lebih baik.
    - Terkait aspek teknologi, guru memilih penerapan teknologi yang yang paling sesuai untuk dapat digunakan dalam memotivasi siswa, dalam menyampaikan konten pembelajaran sesuai metode yang dipilih. Pemilihan pemanfaatan teknologi juga dengan mempertimbangkan keterampilan siswa, dalam hal ini terkait keterampilan siswa abad 21 seperti keterampilan berfikir kritis, keterampilan berkomunikasi, berkolaborasi dan menjadi kreatif.
    - Guru menerapkan ketiga aspek pedagogi, konten dan teknologi secara seimbang dalam pembelajaran sehingga nanti ketiganya akan saling terkait seperti gambaran dalam diagram TPACK di atas.

    3. Media SAC (Smart Apps Creator)

    Smart Apps Creator merupakan media pembelajaran memanfaatkan teknologi yang akan digunakan dalam penelitian ini.SAC merupakan sebuah aplikasi tool perangkat lunak di PC yang dapat digunakan untuk pembuatan mobile apps multimedia dengan proses coding yang lebih mudah dan cenderung instan. Guru dapat membuat aplikasi berbasis android terkait materi mengungkapkan saran ini di platform SAC lalu siswa dapat mengaksesnya dengan mudah di gawai mereka. 

    Peneliti membuat sebuah aplikasi SAC berisi materi dan latihan mengungkapkan saran dalam Bahasa Inggris. Keuntungannya adalah, saat aplikasi SAC yang dibuat oleh guru saat sudah terinstall di HP siswa, siswa dapat berlatih dengan aplikasi ini tanpa menggunakan jaringan internet. Siswa dapat berlatih sepuasnya dalm bentuk tampilan aplikasi HP yang menarik tanpa mengkhawatirkan habisnya kuota internet. Diharapkan melalui aplikasi SAC yang dibuat oleh guru ini, siswa akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memahami materi mengungkapkan saran dan berlatih mengucapkan frasa-frasa Bahasa Inggris yang sering dipakai dalam mengungkapkan saran.

    SAC  dipandang sebagai salah satu media pembelajaran yang tepat untuk mendukung pembelajaran Bahasa Sastra Inggris dengan memanfaatkan teknologi dengan mengaitkan pedagogi dan konten yang sesuai. Peneliti meyakini bahwa pemanfaatan SAC dengan metode pembelajaran dalam kerangka TPACK mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran tema expressing advice di kelas XI Indonesia Hebat.

    Berikut ini contoh tampilan SAC dari android siswa karya guru dalam mengajar expressing advice.

    F. METODOLOGI PENELITIAN 

    1. Data dan Sumber Data 

    Data dalam penelitian ini ada tiga. Data pertama adalah data pelaksanaan pembelajaran/proses pembelajaran bahasa Inggris (keterampilan berbicara Expressing Advice) menerapkan TPACK Framework dengan SAC. Ini data yang diperlukan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama di penelitian ini, yaitu mencari tahu bagaimana penerapan TPACK Framework dengan SAC dalam meningkatkan keterampilan berbicara Expressing Advice di kelas XI mapel Bahasa Inggris SMAN Indonesia Hebat tahun ajaran 2022/2023.
    Untuk data yang pertama ini  sumber datanya adalah dari guru dan peserta didik kelas XI, diamati saat melaksanakan KBM untuk materi keterampilan berbicara Expressing Advice dengan menerapkan TPACK Framework dengan SAC. Seorang kolabolator akan ditetapkan sebagai observer yang objective untuk pengambilan data yang pertama.

    Data yang kedua adalah berupa nilai keterampilan berbicara Expressing Advice (Menyatakan saran dalam bahasa Inggris). Data ini akan digunakan untuk mencari jawaban dari rumusan masalah yang kedua di penelitian ini untuk mencari tahu sejauh mana peningkatan keterampilan berbicara Expressing Advice pada peserta didikdengan penerapan TPACK Framework dengan SAC di kelas XI mapel Bahasa Inggris SMAN 2 Indonesia Hebat tahun ajaran 2022/2023. Nilai keterampilan peserta didik ini dinyatakan dalam bentuk nilai dalam skala 0 – 100. Untuk data yang kedua ini, sumber datanya adalah : peserta didik kelas XI, semester gasal SMA Indonesia Hebat tahun ajaran 2022/2023 (fokus pada nilai peserta didik).

    Adapun data yang ketiga adalah data hasil observasi respons peserta didik dalam pembelajaran bahasa Inggris (keterampilan berbicara Expressing Advice) menerapkan TPACK Framework dengan SAC. Data jenis ini digunakan sebagai bahan untuk menjawab rumusan masalah ketiga di penelitian ini yaitu untuk mencari tahu bagaimana respons peserta didik terkait penerapan TPACK Framework dengan SAC dalam  meningkatkan keterampilan berbicara Expressing Advice di kelas XI mapel Bahasa Inggris SMA Indonesia Hebat tahun ajaran 2022/2023
    Untuk data yang ketiga, sumber datanya adalah peserta didik kelas XI, semester gasal SMA Indonesia Hebat tahun ajaran 2022/2023 dengan berfokus pada fokus pada respons peserta didik.

    2. Prosedur Pengumpulan Data

    Dalam penelitian ini, prosedur pengumpulan data adalah sebagai berikut :
    - Guru menyiapkan instrumen yang akan dipakai dalam penelitian. Untuk penelitian ini, instrumen yang dipakai adalah: Lembar observasi, tes berbicara (menyusun dan mempraktekkan dialog menyatakan saran dalam bahasa Inggris), angket respons siswa.
    - Guru melakukan tahapan pengumpulan dari setiap data. 
    Untuk data yang pertama, guru membuat lembar observasi dan mengisinya saat pembelajaran keterampilan berbicara dengan menerapkan TPACK berbantu SAC. Yang diobservasi adalah bagaimana alur pelaksanaan pembelajarannya dengan TPACK framework berbantu SAC.

    Untuk data yang kedua, guru membuat soal dan rubrik tes berbicara (speaking) menyatakan saran dalam berbahasa Inggris.
    Contoh soal : Create and perform a dialogue expressing advice in pairs. Choose one of the following themes:
    - The failure in math test
    - The confusing ideas of spending the next holiday
    - Finding birthday present for Mom/Dad
    - Suffering a toothache in the middle of the Physic class
    Rubrik penilaian (sumber Buku Guru Bahasa Inggris Kurikulum 2013) :

    - Untuk tahapan pengumpulan data yang ketiga, guru membuat sebuah angket dalam bentuk google form tentang respons siswa saat pembelajaran bahasa Sastra Inggris dilakukan dengan menerapkan TPACK berbantu SAC. Peserta didik lalu mengisi angket tersebut secara daring dari gawai mereka.

    3. Desain Penelitian

    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan desain PTK Kemmis dan Mc Taggart. Bagan desain penelitian berdasar Kemmis dan Mc Taggart adalah sebagai berikut :

    Pada hakekatnya desain Kemmis dan Mc Taggart terdiri dari empat komponen berupa perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Komponen – komponen penelitian pada model ini merupakan satu siklus tindakan yang dilaksanakan dalam satu kali pembelajaran. Keempat tahapan dalam penelitian tersebut merupakan unsur untuk membuat siklus. Desain dalam penelitian ini juga melibatkan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi dalam siklus pertama. Setelah siklus pertama selesai, peneliti kemudian melakukan refleksi untuk menentukan tindakan berikutnya. Jika hasil keterampilan peserta didik XI BB menyatakan saran belum memuaskan maka peneliti akan melanjutkan ke siklus ke dua dengan urutan desain penelitian sama dengan siklus pertama melibatkan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi

    4. Rencana Tindakan

    a. Perencanaan
    Pada awal tahap perencanaan ini dilaksanakan renungan berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan dan dilakukan diskusi serta konsultasi bersama guru mapel bahasa Inggris lintas minat kelas XI yang lain SMA Negeri 2 Wonogiri pada hasil nilai siswa dalam keterampilan berbicara mengungkapkan saran.

    Pada tahap persiapan penelitian berikutnya, peneliti akan melakukan hal berikut ini:
    (1) menyiapkan materi pelajaran yang akan diajarkan
    (2) menyusun rencana pembelajaran (RPP) menyatakan saran dengan menerapkan TPACK Framework berbantu media SAC 
    (3) membuat media pembelajaran SAC dengan materi expressing advice sebagai sarana latihan siswa dalam keterampilan berbicara, peneliti juga menyiapkan media GoogleSites sebagai tempat materi tertulis dan tempat untuk menampilkan unjuk kerja keterampilan berbicara menyatakan saran.
    (4) menyusun dan menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar observasi, lembar soal dan rubrik tes keterampilan berbiacara menyatakan saran dalam bahasa Inggris (5) berkolaborasi dengan guru mata pelajaran bahasa Inggris lintas minat, peserta didik kelas XI BB, dan pihak sekolah. Tahap ini bermanfaat agar pada pelaksanaan tahap tindakan lebih mudah, terarah, dan sistematis. Rencana pembelajaran ini digunakan sebagai program kerja atau pedoman penelitian dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    b. Tindakan
    Tindakan merupakan pelaksanaan rencana pembelajaran yang telah dipersiapkan. Tindakan yang akan dilakukan secara garis besar adalah pembelajaran keterampilan berbicara mengungkapkan saran dengan menerapkan TPACK Framework berbantu SAC. Tindakan yang dilakukan pada setiap siklus terdiri atas tiga pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit pada setiap pertemuan.
    Rencana pembelajaran pada bagian awal pendahuluan yaitu tahap mengkondisikan peserta didik agar siap melaksanakan proses pembelajaran. Tahap pendahuluan ini meliputi: (1) Guru menciptakan suasana kelas yang religius dengan mengawali pembelajaran membaca Alquran dan memberikan perintah kepada ketua kelas untuk memimpin doa, memeriksa kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas sebagai wujud kepedulian lingkungan; (2) Guru menyampaikan  kompetensi dasar, tujuan, dan manfaat yang akan diperoleh peserta didik dalam pembelajaran yang akan dipelajari yaitumenganalisis makna dan kebahasaan dialog menyatakan saran (3) Guru memberi motivasi pada peserta didik secara komunikatif dan kreatif  tentang pentingnya memahami dialog menyatakan saran dalam bahasa Inggris.

    Kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan berikutnya adalah melakukan pembelajaran dengan menerapkan TPACK Framework berbantuan SAC sebagai media pembelajaran. Pada pertemuan pertama di siklus 1, guru mengajak peserta didik mendownload aplikasi SAC yang telah dibuat guru dengan materi menyatakan saran dalam bahasa Inggris di gawai android peserta didik. Guru lalu mengajari bagaimana cara belajar dengan menggunakan SAC, tidak hanya disekolah tapi juga di rumah. Tujuannya agar ada pengulangan dalam belajar siswa untuk materi ini sehingga nanti diharapkan peserta didik sudah lebih siap dan percaya diri saat melakukan dialog menyatakan saran ini. Peserta didik juga dijelaskan materi dan tahapan kegiatan pembelajaran selengkapnya dengan menggunakan media SAC. Pada akhir pemelajaran pertemuan pertama, dilakukan tanya jawab terkait materi hari itu.

    Kegiatan pembelajaran pada pertemuan kedua adalah peserta didik kemudian membuat kelompok secara berpasangan (in pairs). Peserta didik kemudian menyusun sebuah dialog dengan memilih sebuah tema dari beberapa tema yang telah disiapkan. Sebelumnya peserta didik dajak mengulang materi yang telah dipelajari melalui SAC di rumah. Setelah peserta didik menyusun dialog secara bepasangan, peserta didik kemudian berlatih mengucapkan dialog tersebut. 

    Pembelajaran pada pertemuan ketiga adalah unjuk kerja, peserta didik kemudian mempraktekkan dialog yang sudah disusun di pertemuan kedua. Peserta didik melakukan dialog di depan kelas. Peserta didik dapat saling berkomentar mengenai penampilan dialog temannya.

    c. Pengamatan atau Observasi
    Observasi adalah mengamati kegiatan atau tingkah laku peserta didik selama proses penelitian berlangsung. Pelaksanaan observasi dilakukan bersama-sama dengan tindakan dalam pembelajaran. Observasi dilakukan peneliti dengan bantuan guru kolabolator selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi ini akan mengungkapkan segala peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran, baik aktivitas peserta didik dalam mengikuti pembelajaran maupun respon terhadap pembelajaran berbicara mengungkapkan saran. 

    Dalam observasi ini, data diperoleh melalui beberapa cara, yaitu: (1) tes keterampilan berbicara yang dikerjakan oleh peserta didik, (2) observasi untuk mengetahui aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung, (3) pengisian kuisioner untuk memperoleh data melalui pendapat peserta didik yang dilakukan di luar kegiatan pembelajaran berlangsung, (4) catatan harian peserta didik dibuat untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi dalam proses pembelajaran dan mengungkapkan kesulitan peserta didik, (5) catatan harian guru yang melengkapi pengamatan terhadap perilaku maupun respon peserta didik saat proses pembelajaran, dan (6) dokumentasi foto yang digunakan sebagai laporan kegiatan yang berupa gambar aktivitas peserta didik selama mengikuti pembelajara keterampilan berbicara mengungkapkan saran dalam bahasa Inggris.

    Semua data tersebut kemudian diargumentasikan secara lengkap. Hasil observasi ini digunakan sebagai bahan refleksi dan jika diperlukan digunakan sebagai dasar perbaikan pada pembelajaran berikutnya. Dalam penelitian ini, peneliti didampingi guru mata pelajaran bahasa Inggris yang lain sebagai kolabolator.

    d. Refleksi
    Setelah melakukan kegiatan observasi terhadap proses pembelajaran, tindakan selanjutnya adalah menganalisis hasil penelitian baik dari tes tertulis maupun dari observasi. Kegiatan berikutnya adalah refleksi untuk merenungkan kembali hasil tindakan yang telah dilakukan. Refleksi bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang telah dicapai pada setiap siklus dan hal-hal yang belum tercapai sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan tindakan/langkah perbaikan pada siklus berikutnya. Jika indikator ketercapaian belum terwujud, maka siklus dilanjutkan hingga terwujud, tetapi jika indikator telah terwujud maka kegiatan selanjutnya adalah penyusunan laporan.

    5. Indikator Keberhasilan

    Penelitian ini dinyatakan berhasil jika tercapai indikator keberhasilan sebagai berikut :
    1. Guru terobservasi sudah melakukan pembelajaran sesuai TPACK Framework, dengan memanfaatkan media pembelajaran dengan SAC.
    2. Indikator keberhasilan peningkatan kemampuan ketrampilan berbicara yang dicapi peserta didik adalah saat secara klasikal minimal 75 % dari jumlah peserta didik mencapai KKM = 70. Diharapkan setidaknya 25 peserta didik di kelas tersebut telah mencapai KKM atau maksimal ada 9 peserta didik yang mendapat nilai praktik menulis dibawah 70.
    3. Minimal 75 % peserta didik merespons dengan aktif selama proses pembelajaran dengan menerapkan TPACK Framework berbantu SAC.

    6. Prosedur Analisis Data 

    Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif berupa analisis statistik sederhana. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
    1. Menganalis data secara kualitatif hasil observasi saat guru melakukan proses KBM bersama peserta didik berupa lembar observasi terkait penerapan TPACK framework berbantu SAC.
    2. Menganalisis data secara kuantitatif yang berupa hasil penilaian ketrampilan berbicara expressing advice pada peserta didik , dikumpulkan kemudian dibuat rerata dan simpulan. Penilaian ketrampilan menulis ini dilakukan dua kali, yaitu sebelum penerapan TPACK pada prapenelitian dan sesudah tindakan penerapan TPACK berbantu SAC.
    3. Menganalisis data secara kuantitatif hasil isian angket/kuisioner yang telah diiisi peserta didik, terkait respons mereka saat pembelajaran berbicara mengungkapkan pendapat dilakukan dengan menerapkan TPACK Framework berbantu SAC.

    7. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

    8. Daftar Referensi

    Drajati, dkk. (2019). Pembelajaran Bahasa Inggris SMA/SMK/MA dengan Kerangka TPACK: Teori Dan Praktik. Surakarta: Yuma Pustaka.
    Gillian Brown and George Yule. (1989). Teaching the Spoken Language : Approach Based on the Analysis of Conversational English. Australia : Cambridge University Press.
    Harris, David.P. (1974). Testing English as a Second Language. New Delhi: Tata
    McGraw-Hill Publishing.
    Hughes, Arthur. (2003). Testing for language teachers. Cambridge University Press.
    Koehler, M. J., Mishra, P., Ackaoglu, M.,&Rosenberg, J. M. (2013). The Technological Pedagogical Content Knowledge Framework for Teachers and Teacher Educators. Commonwealth Educational Media Centre for Asia.
    Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: a framework for teacher knowledge. Teachers College Record
    Rhodi Jones. (1989). Speaking and Listening. London : The Bath Press.

    Demikian sebuah contoh proposal penelitian yang dapat Sahabat jadikan sebuah referensi. Semoga ada sedikit manfaat. Karena berbagi tulisan adalah sedekah.

    Salam Belajar.

    Continue Reading
    Sahabat Belajar, pernahkah kalian membaca sebuah fabel?
    Fabel itu merupakan cerita yang sifatnya imajinatif berisi kisah tentang kehidupan para binatang yang bertingkah laku seperti manusia. Seperti misalnya, binatangnya bisa berbicara, bernyanyi atau bahkan saling mengejek. Berikut ini mari sahabat simak sebuah fabel tentang Kesabaran Seekor Ulat. Ayo masuk ke dunia binatang yang seru.
    Suatu hari di musim semi yang cerah, ada seekor lebah yang meninggalkan sarangnya untuk mengumpulkan nectar yang manis. “Nguung … nguuung…,” dia terbang jauh sampai mencapai sebuah taman bunga matahari.

    Lebah itu sangat gembira melihat bunga – bunga matahari itu. Bunga – bunga itu memiliki banyak cairan nektar manis di dasar kelopak – kelopak kuning mereka. Si lebah terbang dari satu bunga ke bunga yang lain. Ketika dia merasa sangat lelah dia memutuskan untuk beristirahat. Si lebah hinggap di salah satu dedaunan. 

    “Kriuk..kriuk..kriuk.”

    Lebah itu mendengar sebuah suara. Itu adalah suara dari seekor ulat yang makan daun dekat si lebah. 

    “Krauk … krauk.. krauk.” Si ulat sedang memakan banyak daun untuk makan siang.

    “Hei kamu ulat yang kerjaannya ngunyah teruus. Kamu tampak begitu jelek dari atas sini,” teriak lebah keras – keras. Si Ulat hanya tersenyum dan menatap si Lebah, “ Hai Lebah, senang bertemu denganmu.”

    “Aku tahu tuh anak – anak tidak ada yang suka melihat penampilanmu yang buruk. Mereka tidak mau dekat – dekat denganmu, “ si Lebah mengejek Ulat itu.

    Ulat sebenarnya agak sedih mendengarnya tetapi dia begitu sabar. Dia menjawab dengan tenang, “Aku percaya, suatu hari nanti aku akan terbang sepertimu dan membuat anak – anak jadi gembira.”

    “Tidak mungkin lah!” Si Lebah tak mau kalah, “Kamu kan tidak punya sayap seperti aku, kamu tidak akan terbang.” Sambil berkata begitu si Lebah kemudian terbang menuju sarangnya yang ada di atas pohon aras di dekat hutan.

    Si Ulat dengan sabar berdoa kepada Tuhan. Dia berharap anak – anak akan menyukainya dan juga dia dapat terbang tinggi. Setelah si Ulat makan makin banyak daun, dia kemudian menjadi mengantuk. Tanpa disadari, rupanya dia telah tertidur dalam waktu yang lama, tubuhnya sekarang tertutupi oleh kepompong. Ulat itu tetap berada di dalam kepompong tanpa makan selama dua pekan.

    Setelah waktu yang lama di dalam kepompong itu, si Ulat akhirnya bisa keluar. Dia meregangkan kaki – kakinya untuk keluar, tapi dia hanya bisa merasakan ada tiga pasang kaki di tubunhnya sekarang. Ketika dia memegang kepalanya, dia merasa ada dua antenna menjulur di atas kepalanya. Ketika akhirnya tubuhnya bisa keluar semua, dia merasakan akan adanya dua sayap, di sisi kiri dan sisi kanan tubuhnya. Dia menyadari bahwa sekarang ini dia bukan lagi si Ulat buruk rupa. Dia melebarkan sayapnya dan terbang. Dia begitu berterimakasih kepada Tuhan.

    “Hei, lihat! Ayo kita bermain dengan kupu – kupu yang indah itu,” seorang anak tampak begitu gembira melihatnya. Si Ulat sekarang telah berubah menjadi kupu – kupu yang cantik. Anak – anak suka bermain dengan kupu – kupu itu. Tapi tiba – tiba, si Kupu – kupu mendengar suara tangisan.

    “Hu..hu..hu… Please help me!” Itu adalah suara si Lebah yang sedang menangis. Dia tidak bisa bergerak karena kakinya melekat pada segumpal getah yang lengket dari pohon nangka. Kupu – kupu itu meninggalkan anak – anak dan mendekati si Lebah.

    “Tunggu sebentar, Lebah. Aku akan menolongmu. Jangan khawatir, “ dia menenangkan tangis si Lebah. Kupu – kupu itu kemudian mencoba dengan keras untuk menarik kaki si Lebah dari getah itu. Dengan sabar dia membersihkan getah di kaki lebah sedikit demi sedikit. Setelah beberapa menit, akhirnya kaki lebah bisa dibebaskan dari getah yang lengket. 

    “Terima kasih banyak. Siapa kamu?” si Lebah bertanya karena tidak bisa mengenali penolongnya itu. 

    “Ini aku, ulat. Aku si Ulat yang dari taman bunga matahari,” jawab kupu – kupu.

    “Wow, kamu sekarang sudah berubah. Maaf aku sudah mengejekmu jelek waktu itu. Aku padahal telah mengatakan hal buruk terhadapmu tetapi kamu tetap mau menolongku sekarang,”si Lebah menyesali perbuatannya yang lalu.

    “Sudahlah, tak apa. Kita kan teman, kita harus saling tolong menolong,” si Kupu – kupu tersenyum ramah.

    Mereka kemudian terbang bersama mengelilingi taman bunga matahari. Sejak saat itu Si Lebah dan Kupu – Kupu menjadi sahabat dekat.
    ilustrasi : pngwing.com

    The Patience of A Caterpillar

    One day in a bright spring day, a bee left her nest to collect the sweet nectar. “Buzz..buzz,” she flied far until she reached a sunflowers park. 

    The bee was very happy to see those sunflowers. They had a lot of sweet liquid nectar in the bottom of their yellow petals. The bee flied from one flower to another. When she felt so tired she decided to take a rest. The bee perched on one of the leaves.

    “Crunch..crunch..crunch.” 

    The bee listened to a sound. It was the sound of a caterpillar which ate a leave near the bee. 

    “Munch..munch..munch.” The caterpillar was eating lots of leaves for lunch.

    “Hei, the crunching munching caterpillar, you look so ugly from up here,” yelled the bee out loud.

    The caterpillar was just smiling and looking at the bee,”Hi, bee.. It’s nice to see you.”

    “I see the children are not happy to see your ugly look. They don’t want to get near you,” the bee was mocking that caterpillar.

     The caterpillar was actually a little bit sad to hear that but she was so patient. She answered calmly,“I believe someday I will fly like you and make the children happy.”

    “No way!” The bee argued, “You do not have wings like me, you will not fly away.” The bee then flied to her nest high up the cedar tree near the forest.

    The caterpillar was patiently praying to God. She wished the children would love her and she could fly up high. After the caterpillar had eaten more and more leaves, she then became very sleepy. Without realizing, she had slept for a long time, her body was now covered with a chrysalis. The caterpillar was staying in that chrysalis without eating for two weeks. 

    After those long days inside the chrysalis, the caterpillar finally could go out. She stretched her feet to get out, but she could only feel three pairs of feet under her body. When she held her head, she could feel two antennas popped out. When she totally got out, she felt the two wings , the left side and the right side. She realized that she was no more an ugly caterpillar. She spread the wings and flew away. She was so grateful to God.

    “Hey, look , let’s play with that beautiful butterfly,” a kid was so happy seeing her. The caterpillar was now turned into a beautiful butterfly. The children loved to play with the butterfly. But suddenly, when she heard a cry.

    “Hu .. hu..huu.. please help me!” It was the bee who was crying. She could not move because her feet was stuck on a lump of sticky latex on the jack fruit tree. The butterfly left the children and approached the bee.

    “Wait a minute, bee. I will help you. Don’t worry,” she soothed the bee. The butterfly then try so hard to pull the bee’s feet out of the latex. The butterfly patiently took away the latex from the bee’s feet little  by little. After some minutes, the bee’s feet could be released from the sticky latex.

    “Thank you very much. Who are you?” The bee could not recognize the helper.

    “It’s me the caterpillar. I’m the caterpillar from the sunflower park,” the butterfly answered.

    “Wow, you have changed now. Forgive me for mocking you ugly. I had said bad thing about you in the past but you are willingly helping me now,” the bee regretted his past manner.

    “That’s okay. We’re friends, we should help each other,” the butterfly was smiling friendly.
    They flied together around the sunflowers park. The bee and the butterfly became close friends since then.
    ilustrasi:pngwing.com

    Wah, sabar sekali ya ulat. Tidak langsung marah - marah ketika si lebah terus mengejeknya. Ulat juga rajin berdoa, meminta khusuk kepada Tuhan agar diberi yang terbaik. Ulat pun tetap ramah ketika dia sudah berubah menjadi kupu-kupu yang indah. 
    Memang dalam sebuah fabel biasanya mengandung sebuah pengajaran yang mendorong anak untuk memiliki karakter yang baik melalui sebuah cerita. Menarik ya
    Ayo baca lebih banyak kisah fabel dari wilayah sekitaranmu.

    Salam Belajar.





    Continue Reading
    Dari balik pohon tertinggi di hutan, di balik rimbunan semak, terdengar seorang peri bercerita. Biar kukabarkan kisahnya kepadamu. Kisah tentang Yang Mulia Raja Sars, Pangeran Corona dan Pasukan Covid.

    Terkisahlah,pada suatu saat di sebuah kerajaan virus yang permai. Yang dipimpin oleh seorang raja yang tua yang sangat dihormati rakyatnya, raja itu bernama Raja Tua Sars. Dijuluki seperti itu karena ia sudah lama menjadi raja dan tua tentu saja. Yang Mulia Raja Tua Sars berniat untuk menurunkan tahta kepada anak satu-satunya, Pangeran Corona.

    Corona dinobatkan menjadi raja saat usianya yang masih muda. Bersama kedua sahabatnya Co dan Vid yang kembar, mereka adalah anak seorang panglima pada masa Raja Tua Sars. Walau kembar,tapi mereka berdua tak sama. Co lebih suka bercanda,seakan akan tak bisa serius,sementara Vid selalu serius menanggapi apapun Mereka berdua merupakan panglima baru yang dipilih oleh Corona. Yang akan memimpin pasukan menuju Bumi.

    Setelah upacara penobatan selesai. Co dan Vid peri menemui Raja Corona. “Yang Mulia kami sudah siap menerima perintahmu,” kata Co dengan nada setengah bercanda setengah serius. 
    “Aku sudah memberikan perintah pada kalian tadi,” jawab sang Raja Baru. 
    “Benarkah? Kapan kau, maksudku Yang Mulia memberikan perintah?” Vid lalu menyenggol Co sambil berkata, “Kau tak ingat? Padahal Yang Mulia sudah mengatakan dengan keras tadi.” Co bingung,Raja sudah mengatakan dengan keras? Ia tetap bingung,Co mendesak Vid agar memberitahukan perintah apa itu. 
    “Kumohon Panglima Satu Vid,aku sudah bersedia mengalah menjadi Panglima Dua,kumohon Panglima Satu Vid.” Kata Co dengan muka memelas. 
    “Baiklah,akan kuberitahu. Kita mendapat perintah untuk berfoto bersama keluarga kerajaan.” Co lalu menjawab dengan agak kesal, “Jika perintahnya hanya itu kenapa tak kau beri tahu.” Lantas kemudian Vid menjawab, “Bercanda Panglima Co,walau sebenarnya itu tadi juga benar. Dengarkan Co aku tak ingin mengulang lagi. Kita harus memimpin pasukan untuk menyerang manusia. Bagaimana kau bisa melupakan hal sepenting ini,jika seperti ini aku takut kau akan menelantarkan pasukanmu nanti.

    ” Semua orang yang mendengar kalimat terakhir Vid tertawa,termasuk 3 orang yang baru saja masuk ruangan,yaitu raja tua,Permaisuri,dan Panglima yang lama,atau yang lebih dikenal sebagai ayah Co dan Vid. 
    “Bertahun-tahun aku menjadi temannya aku belum pernah mendengar Vid berkata sebuah hal yang lucu,” kata raja Corona sambil nyengir,yang tak terlalu pantas bagi seorang raja. Lalu Panglima lama berkata, “Yang Mulia, saya sebagai ayahnya saja tidak pernah mendengar Vid berkata demikian, dan baru kali ini pula saya melihat Co tidak tertawa saat ada orang orang yang sedang bercanda.” Bukan hanya itu,sekali ini Co terlihat sangat malu saat menjadi pusat perhatian. 

    Akhirnya,hari berganti. Rakyat memenuhi halaman istana. 
    “Aku menunggu hari ini Pan,” kata seorang bapak-bapak pada temannya. “Ya,aku juga. Tapi aku tak terlalu yakin tentang ini, kurasa ini terlalu ambisius untuk seseorang yang semuda itu.” selagi mereka meneruskan pembicaraan mereka jutaan prajurit mulai memasuki halaman,tentu saja dipimpin oleh Panglima Co dan Vid. Setelah semua prajurit keluar rakyat bertepuk tangan. Kemudian raja Corona turun dan menghampiri keduanya,mereka berdua lalu berlutut. Lantas  raja menyentuh pundak Co dan Vid dengan sebilah pedang bertatahkan permata. “Dengan ini matahari dan bulan merestui perjalanan kalian,awan akan selalu menaungi perjalanan kalian,berangkatlah kalian akan berangkat menuju dunia manusia yang besar dan hina.” Co dan Vid berdiri kemudian memberi hormat kepada Raja. Berangkatlah mereka menuju dunia manusia. Iring-iringan itu terus disoraki rakyat bahkan para petinggi kerajaan ikut menyoraki. Co dan Vid telah mendapat misi yang besar,mereka akan membalas manusia yang semena-mena terhadap alam. Mereka seperti akan membalaskan dendam lautan akan minyak tumpah dan sampah,dendam langit akan polusi,dendam Tuhan akan hal-hal hina yang mereka lakukan.

    Semakin jauh Co dan Vid melangkah,semakin tak terdengar sorak sorai. Sementara dari istana ujung pasukan sudah tak terlihat lagi,Raja Corona menghembuskan nafas sembari berdoa “Tuhan selalu bersama kalian.” 
    Diamini semua virus yang mendengarnya. Saat hari mulai beranjak petang,halaman istana terlihat sepi dan damai. Para rakyat sudah pulang dari siang tadi. Sekarang,hanya terlihat remang-remang bayangan sinar mentari. Tapi, di ujung taman terlihat Raja Corona dan pengawalnya yang baru,Novel. Mereka sedang mengobrol,bersenandung,atau apapun yang mereka lalukan. Sayup-sayup terdengar mereka berbicara,ternyata mereka membahas tentang manusia. 
    “Pengawalku,Novel. Apakah dua Panglima baruku itu berhasil menaklukan bangsa manusia? Apa yang akan mereka lakukan pada mereka?” 
    Novel si pengawal menjawab, “Yang Mulia, aku yakin mereka pasti bisa. Tapi apa yang akan manusia lakukan pada mereka,akupun juga tak tahu.” Dan mereka berdua kembali diam.

    Di jauh sana pasukan Co dan Vid mendirikan perkemahan,mereka beristirahat setelah sehari berjalan. “Besok kita pasti sudah mencapai gerbang terluar,sudah siapkan target?” tanya Vid. Lalu pemimpin pasukan 6 menjawab, “Sudah Panglima,orang-orang di sebuah wilayah bernama Wuhan.” Kemudian sambil mengangsurkan berkas ia berkata, “Jika kita berhasil,kita akan diberi lebih banyak berkas target oleh kerajaan.” Co dan Vid menganguk,kemudian Vid menunjuk pemimpin pasukan 34 untuk menyerang salah satu target. Setelah itu rapat dibubarkan semua pemimpin pasukan kembali ke barak masing-masing di tenda utama hanya tinggal Co,Vid,dan pemimpin pasukan 34. Mereka merundingkan cara agar bisa masuk ke tubuh target. Vid mencorat coret kertas sesekali meminta pendapat kepada pemimpin pasukan 34. Co sendiri dari tadi hanya diam,melamun kurasa. Vid menyadari Co dari tadi hanya diam menggodanya. “Hei,Co,kurasa kau merindukan Misty.” Tunggu,siapa Misty? Dia adalah seorang gadis manis yang kabarnya menjadi pujaan hati Co. Sementara itu yang digoda hanya cengar cengir. Lalu pemimpin pasukan 34 ikut ikutan menggoda, “jika kau rindu jujur saja jenderal Co.” 

    Wajah Co memerah. “Tidak seperti itu pemimpin Row,” katanya. Sejurus kemudian pemimpin Row dan Vid kembali menggoda Co,mereka melupakan apa yang harus mereka rundingkan. Jika seperti ini mereka baru akan selesai keesokan harinya.

    Perundingan itu memang benar-benar selesai keesokan harinya. Mereka memutuskan untuk mengirim setengah pasukan ketubuh seorang manusia,jika sudah berhasil memasukkan beberapa atau lebih tepatnya banyak. Pasukan virus yang berada didalam harus menyebar kesegala tempat di tubunya terutama paru-paru. Pagi-pagi sekali semua pasukan sudah bersiap melewati gerbang terluar,mereka semua akan berangkat ke Wuhan. Pasukan akan disebarkan disegala penjuru daerah di Wuhan. Semua pasukan bersiap berperang memasuki dunia manusia,semuanya membawa pedang dan tameng dan hati yang membara siap bertarung hidup mati. Satu persatu mereka melewati gerbang,dipimpin pemimpin Row dan  pasukannya lalu Co dan Vid diikuti semua prajurit.

    Manusia tidak bisa melihat pasukan kerajaan virus masuk berbondong-bondong. Mereka keluar dari tubuh seekor kelelawar panggang,ada prajurit yang berkat, “Bagaimana mungkin manusia-manusia itu bisa memakan ini!?” lalu prajurit yang tak jauh darinya menyahut, “Jangankan kelelawar,ular dan kalajengking saja mereka makan. Memang sungguh aneh mereka.” perbincangan mereka disela oleh Vid. 
    “Semua pasukan menyebar!” serunya. Lalu semua pemimpin pasukan dan seluruh pasukannya,menyebar rata keseluruh tubuh. Sementara itu Vid dan Co bersiap-siap melompat ke tempat target selanjutnya,mereka bersama pasukan 24 dengan pemimpinnya yang bernama Guard. Cara mereka berpindah tempat adalah dengan setuhan kulit manusia. Setiap kulit manusia itu menyentuh tempat yang ada pasukan virus,sudah pasti mereka terinfeksi. “Panglima Co dan panglima Vid,sepertinya disini sedang ada perayaan tahun baru,” kata pemimpin Guard,Co pun mrnjawab, “Ya,kurasa juga seperti itu pemimpin Guard. Ini akan jadi kesempatan bagus untuk kita.” “Pasti! Lihatlah! Itu target kita selanjutnya,” kata Vid dengan semangat. Bahkan mereka tadi belum genap 5 menit disana mereka sudah melompat lagi. 

    Pasukan-pasukan lain juga seperti itu,mangsa terus datang kepada mereka. dengan cepat juga para pemimpi pasukan mengkoordinasi pasukannya untuk melompat. Target dengan cepat terselesaikan hanya dengan waktu beberapa hari.banyak target-target baru yang dikirim dari kerajaan. Diam-diam panglima lama merasa bangga dengan anak-anaknya,meski tak pernah disampaikan langsung olehnya. Diam-diam pula Raja Corona menambahkan makanan lebih untuk Co dan Vid,yang dibungkus rapi dalam kotak persegi berwarna abu-abu dengan kode SARS-CoV-2. Juga Co yang secara diam-diam memakai liontin dengan foto misty didalamnya,setiap kali ada yang bertanya, “Panglima apa yang kau pakai dilehermu?” ia selalu menjawab, “Eh,liontin,liontin apa?” padahal jelas-jelas tak ada yang bertanya pasal liontin.

    Hari berganti hari. Orang yang ditargetkan semakin banyak, dari puluhan hingga ratusan. Di Wuhan sudah banyak warga yang sudah berhasil diserang oleh pasukan virus. Akhirnya kota itupun dikarantina. Tak ada yang boleh masuk dan keluar dari kota tersebut. Di kemudian hari,Panglima CO dan Panglima Vid mengadakan rapat dengan para pemimpin pasukan di sebuah undakan tangga. Tak ada yang menggangu mereka,karena saking kecilnya,tentu saja. 

    “Semuanya,kita disebut-sebut sebagai virus baru. Apa pendapat kalian?” kata Co sambil memulai rapat. Kemudian terdengar riuh rendah dari segala penjuru. Semua mengatakan pendapatnya, hanya saja ada yang pelan seperti berbisik ada juga yang keras sekeras-keras mereka bisa. Mau mereka bicara berbisik-bisik,menjerit,memakai pengeras suara tak akan ada manusia yang mendengar ucapan mereka. Oleh karena itu mereka bisa dengan bebas memaki-maki manusia dari jarak dekat,tak ada yang melarang atau marah. 

    Setelah mereka semua mengatakan pendapatnya,kurasa dapat di simpulkan seperti ini, “TERSERAH! KAMI TAK PEDULI KATA MANUSIA ITU!” kemudian setelah menyatakan pendapat,Vid membicarakan hal yang sesungguhnya. 
    “Kita sudah diberi kepercayaan oleh Yang Mulia Raja Corona untuk meluaskan wilayah,jadi kita sekarang akan memutuskan pasukan mana yang akan tinggal dan pergi. Juga kita akan meluaskan wilayah keluar negeri ini,seperti negara Jepang,Amerika,dan...,” katanya panjang lebar dan lama. Pemimpin pasukan mendengarkan dengan seksama,beberapa kali menyela untuk bertanya. Rapat berjalan lancar,semuanya sudah dibagi. Negara-negara yang akan dikunjungi sudah dicatat. Alat trasportasi yaitu orang-orang yang berpergian sudah ditentukan. Yang berada di Wuhan ada pasukan 6,33,59,64,dan 86. Sementara Co dan Vid pergi dengan pasukan 3,11,24,45,dan 98 ke negara Jepang lalu ke Vietnam lantas terbang ke Amerika dan seterusnya.

    Di dunia manusia,virus yang dinamai Covid-19 membuat kehebohan. Semua media meliput Wuhan yang diduga sebagai tempat berawalnya virus ini. Banyak orang yang belum tahu tentang virus ini. Televisi menyiarkan tentang Covid-19,internet juga banyak memberi informasi. Tapi Co dan Vid tidak peduli,mereka bersama pasukannya melintasi lautan dan awan. Mereka senang karena manusia tidak meremehkan mereka,juga karena mereka bisa menyebarkan pasukannya ke seluruh penjuru dunia. Hari sebelumnya mereka tak takut dengan yang namanya disinfektan,antiseptik,dan sabun cuci tangan karena manusia jarang menggunakannya. Tapi setelah Co,Vid,dan pasukannya datang manusia berbondong-bondong membeli dan menggunakannya. Lalu para prajurit yang sebelumnya tak takut dengan cairan-cairan itu mendadak kocar kacir dibuatnya. Co dan Vid sudah berusaha menghalau serangan cairan itu dengan menggunakan perisai. Tapi itu sia-sia,seperti huruf ‘E’ dalam kata teh. Banyak prajurit yang mati. Seketika banyak juga virus yang merasa sedih mereka kehilangan sanak saudara dan juga teman. 

    Karena banyak prajurit yang mati,Co dan Vid mengirim surat ke Raja Corona yang isinya. “...Untuk Yang Mulia Raja Corona,” Tulis Vid. “Tolong kirimkan bala bantuan secepatnya,para prajurit berguguran berguguran,kekuatan sudah berkuran.” Lalu dilanjutkanya lagi, “Tertanda Co dan Vid.” Kemudian mereka berdua membuhkan tanda tangan. Surat itupun dimasukkan ke amplop,lalu mereka kirimkan melelui Tuan Kurir. Mereka berpesan agar mengirimkan surat ini secepatnya.Tuan Kurir mengangguk lalu meneruskan pekerjaannya. 

    Beberapa hari kemudian surat itu sampai ketangan Raja Corona. Ia langsung memahami surat tersebut. Lantas Raja Corona mengirim 6 pasukan yang sudah disiapkan sebelumnya. Sehari,dua hari,akhirnya Bantuan yang diminta telah datang,mereka juga telah disebar kesegala penjuru. Hari ini Co,Vid,dan semua pasukan yang bersama mereka akan pergi ke Amerika. Mereka pergi menggunakan koper salah satu penumpang. Awalnya semua berjalan aman dan damai,hingga musuh itu datang,desinfektan.
    Seluruh pasukan lari tunggang langgang,tapi mereka tak bisa lari terlalu jauh. Koper itu memang besar tapi semprotan desinfektan sangat cepat.mereka menghujani seluruh permukaan koper dan para prajurit dengan cepat. 
    “BERLINDUNG!” teriak Co dan Vid bersamaaan, lalu para prajurit segera melindungi diri mereka dibalik perisai. Agaknya perisai itu sia-sia,setelah serangan desinfektan itu banyak prajurit yang mati termasuk pemimpin pasukan 3,Pemimpin Nat. Co lalu menyuruh pasukan 3 yang tersisa bergabung dengan pasukan 98 yang hanya tinggal tersisa kurang dari setengah pasukan. Mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka,kali ini tak ada yang berbicara barang sepatah kata.

    Beberapa saat mereka berada di Amerika,disana masih bersih dari virus. Yang dikemudia hari negara ini akan menjadi yang terbanyak di dunia. Co dan Vid merasa bangga dengan kemajuan ini, mereka berhasil menjajah Amerika dan seluruh dunia. Tapi masih ada beberapa negara yang saat itu belum terjangkit virus Covid 19. Salah satunya Indomie,eh maksudnya Indonesia. Vid yang tak tahu dimana Indonesia bertanya ke Co. 
    “Aku juga tak tahu,apa mereka yang suka membuat meme corona?”
     Vid heran apa itu meme corona,ia pun bertanya balik, “Apa itu meme corona?” 
    Co agak bingung menjawabnya, “Ehm, aku beberapa hari lalu melihat disalah seperti itu di perangkat milik manusia,disana ada gambar monster yang diberi tulisan ‘corona’ dan dibelakangnya ada gambar lagi dengan tulisan kerokan dan teh anget, apa itu semua?” 
    Vid hanya menggeleng. 
    “Entahlah,aku juga tak paham apa yang kau omongkan. Namun kurasa kita bisa mengirim banyak pasukan kesana.” 
    Co diam saja tidak menanggapi,Vid tak mempedulikannya,ia sudah menelfon kesana kemari. Menanyakan para pemimpin pasukan. Lalu dia mendapati pemimpin pasukan 45 yang sedang menuju negara tersebut.

    Bulan akhirnya berganti,persebaran virus corona sudah ke seluruh bumi. Setiap hari ada saja orang yang mati karena virus ini. Orang-orang memilih di rumah. Jalanan sepi. Hutan kembali tenang. Asap yang membumbung dari pabrik dan knalpot jelas berkurang. Manusia mengurangi kesibukan. Semua melambat. Tenang.

    Lautan kembali biru,lumba-lumba dengan senag berenang. Langit kembali diliputi awan,burung-burung dengan damai melintas. Hutan mengeluarkan tunasnya,hingga monyet datang dan harimau berkeliran seenaknya. Co dan Vid merasa sangat bahagia akan hal ini. Meski tak tahu kapan misi ini akan berakhir. Paling tidak manusia sudah merasakan akibat perbuatan mereka. 

    “Kau tahu Co,sebentar lagi dunia pasti bisa kita kuasai,” kata Vid sambil menerawang. 
    Co menjawabnya, “ Pasti,kita sudah memberi pelajaran berharga ke manusia itu.” lalu dilanjutkannya lagi, “Kemudian kita akan pulang kembali.”

    (Cerita anak saya aisy, ketika smp:)

    Continue Reading

    “Mbok rasah mangkat piknik sik nduk, malam akan datang tamu dari Sitiung.” Aku masih ingat kata nenekku dini hari tadi.  Setelah salat subuh, nenek mendatangi kamarku, melarangku ikut piknik hari ini karena nanti malam kabarnya akan datang tamu dari Sitiung.

    Aku begitu sebal. Rasanya aku ingin teriak marah – marah sampai semua penduduk desa mendengar. Aku bertanya dengan ketus ke nenek, “Seberapa pentingkah tamu ini sampai harus mengorbankan piknikku?”

    Piknik ini memang sudah kurancang dengan teman sekelasku sejak tiga bulan yang lalu. Kami berencana untuk berwisata menginap di Kaliurang Jogja selama dua hari. Aku sudah berusaha keras mengumpulkan uang untuk piknik itu. Aku mendapat uang dari bekerja sebagai pegawai paruh waktu di restoran dekat Waduk Gajah Mungkur. Tugasku adalah membantu membakar ikan nila jika pesanan datang. Waduk ini memang telah jadi gantungan hidup bagi banyak orang, salah satunya adalah warung makan, toko, penginapan atau karamba ikan. Banyak area pertanian di kota lain sekitaran Wonogiri ikut merasakan manfaat bendungan ini.

    Aku benci rencana bepergianku itu akhirnya gagal. Dan itu demi tamu dari tanah bernama Sitiung yang jaraknya seribu enamratusan kilometer dari rumah ini. Yang bahkan aku tak tahu namanya. Tapi aku juga tidak berani meninggalkan nenek seorang diri mengurus para tamu. Kakekku meninggal tiga bulan yang lalu. Bapak dan ibuku bekerja di Kalimantan. Mereka berjualan bakso. Mereka bilang ombak di lautan sedang tinggi, mereka tidak bisa segera pulang lebaran ini. Orang tuaku tidak punya cukup uang untuk pulang naik pesawat.

    “Pokoknya kuputuskan aku benci tamu satu ini!” kataku dalam hatinya. Nenek tidak sanggup berkata banyak karena tahu kalau aku sangat kecewa. Aku beberapa kali mengomel sambil membereskan kamar untuk para tamu.

    Entah mengapa nenek cenderung diam saja. Tangannya tetap membantuku membersihkan rumah dan menyiapkan makanan untuk para tamu tanpa bersuara. Saat malam menjelang larut, tak sengaja kulihat nenek duduk di ranjangnya memandangi sebuah lembaran kecil. Tak tega ketika perlahan terdengar isakan tangis lirihnya.

    Dan aku makin benci tamu misterius yang akan tiba di rumah ini. Pasti tamu ini juga yang membuat nenek menangis seperti itu.

    Nenekku bernama Mbah Sani, usianya 76 tahun sekarang. Nenekku ini sangat halus perangainya, tak pernah membuatku kesal. Dia tak pernah memaksa aku melakukan apapun sebelumnya. Dia dengan sabar merawatku saat ayah ibuku mencari nafkah di tempat yang jauh.

    “Jane niki sinten to mbah tamune tik nganti kulo mboten saget piknik?” kutanyai nenek dengan bahasa Jawa halus. ( Tamunya ini sebenarnya siapa sih, Nek , kok sampai bikin saya ndak bisa piknik?)

    Nenek terlihat berkaca kaca , tak sanggup menjawab. Tersuruk langkahnya menuju lemari kecil di samping tempat tidurnya, dari bawah tumpukan jarik dan kebaya, ditariknya selembar kertas.
    Kertas itu rupanya selembar foto lusuh dari jaman dulu. Foto hitam putih dua anak perempuan kecil, berdiri di samping sebuah rumah kayu dengan sebuah pohon sawo besar dan sebuah sumur tua di latar belakang mereka. Kedua anak kecil di foto itu tersenyum bergandengan tangan.

    “Niki sinten mbah?” Aku penasaran. ( Ini siapa, Nek?)

    “Kui kembarane simbah. Mbah Suni asmane. Lha yo kui tamu sing arep teko,” jawab nenekku. ( Itu kembaran nenek, namanya Mbah Suni). Lalu perlahan kemudian meluncurlah cerita dari Nenek.

    Waktu  itu tahun 1975 ada perintah transmigrasi di wilayah Wonogiri dari pemerintah. Desa Nenek termasuk yang akan ditenggelamkan untuk pembangunan waduk terbesar di Asia Tenggara, Waduk Gajah Mungkur namanya.  Orang tua nenekku meninggal setahun sebelumnya. Nenek dan kembarannya yang bernama Mbah Suni, waktu itu berusia enambelas tahun. Mereka sebatang kara. Kembaran nenek diajak salah satu saudaranya untuk transmigrasi, Mbah Suni akhirnya pindah ke Sitiung. Itu adalah sebuah tanah yang jauh di pulau Sumatra. Tapi nenekku tidak bisa ikut pindah ke Sitiung karena waktu itu nenek sudah terlanjur mengikat janji untuk menikah dengan kakekku. Desa kakek ini tidak ikut ditenggelamkan. Nenek menikah dan tinggal di desa Kakek. Nenekku yang bernama Mbah Sani lalu terpisah dengan kembarannya, Mbah Suni.

    Lalu mengapa mereka tidak pernah berhubungan? Mengapa Mbah Suni tidak pernah pulang ke Wonogiri? Aku harus menyimpan tanyaku ini karena dari luar terdengar ketukan pintu. 

    Itu adalah sebuah momen canggung dari tamu misterius dan pemilik rumah. Seorang perempuan tua yang mirip sekali dengan nenekku dituntun masuk rumah oleh seorang laki – laki dan perempuan seusia orang tuaku. Dengan wajah masam aku menyalami tamu itu. Laki – laki itu kemudian memperkenalkan diri, “ Maaf kami tiba larut malam begini. Saya Joko, anak dari Mbah Suni, dan ini istri saya, Maisyaroh. Kami sekarang tinggal di Sitiung Kecamatan Darmasraya, Sumatra Utara. Jauh – jauh kami datang untuk memenuhi permintaan ibu saya ini.”

    Nenekku masih belum bisa mengucapkan sepatah kata. Terpaku diam saja dengan mata berkaca-kaca. Aku lalu spontan mengambil alih, dengan perasaanku yang masih sebal, aku mempersilakan mereka semua masuk rumah.

    Nenekku dan kembarannya masih belum berkata - kata. Pikiran mereka seperti berkelana entah kemana. Setelah teh dihidangkan, aku tidak tahan untuk bertanya,” Mengapa selama ini kalian tidak menghubungi kami?”

    Laki – laki yang kupanggil Paklik Joko menjelaskan, “Aku pernah diceritakan ibuku bahwa awal memulai kehidupan di Sitiung tidak mudah. Ribuan orang yang harus pindah dari Wonogiri itu harus membuka lahan di Sumatra. Mereka menempati rumah kayu baru dengan bantuan ransum makan pemerintah. Untuk pulang ke Wonogiri yang sejauh itu perlu biaya banyak. Nenekmu juga tidak menghubungi ke Sumatra, tapi maklum , waktu itu telepon atau HP masih sangat jarang.”

    “Lalu apa yang membuat Mbah Suni ingin kembali ke Wonogiri sekarang?” aku bertanya penuh rasa ingin tahu.

    “Saat ini kehidupan kami Alhamdulilah sudah lebih baik. Kami punya anak seumuran kamu, namanya Mia. Tapi saat ini kami tidak mengajaknya karena dia harus menunggui kakeknya yang sedang sakit. Suatu hari tak sengaja ibuku, nenek Suni melihat-lihat foto di hape Mia. Beliau terkesima mengamati sebuah foto postingan orang yang mengunjungi makam tua yang muncul saat Waduk Gajah Mungkur surut. Nek Suni mengenali bahwa makam di postingan itu adalah makam simbok bapaknya. Dia yakin sekali dan ingin ke Wonogiri segera mungkin. Mbahmu Suni ingin sebelum dia meninggal, dia bisa mengunjungi makam ayah ibunya di Wonogiri.”

    “Monggo istirahat rumiyin,” terdengar suara nenekku dengan canggung mempersilahkan tamunya untuk beristirahat. Dia menunjukkan kamar untuk mereka beristirahat. Ini sudah hampir jam 2 pagi dan tamu itu pasti lelah setelah hampir 24 jam perjalanan mereka.

    Aku berbaring di tempat tidurku tapi aku belum bisa tidur. Pikirku berkelana. Aku teringat perjalananku dengan nenek ke pinggiran Waduk Gajah Mungkur minggu lalu. Nenek mengajakku mengunjungi dua makam tua yang muncul dari waduk yang surut airnya karena kemarau. Katanya itu adalah makam buyutku.

    Waduk Gajah mungkur yang ada di sebelah utara desa kami memang luas. Dulu waktu dibangun di tahun tujuhpuluhan sampai delapanpuluhan, konon dengan menenggelamkan puluhan desa di sekitar wilayah Wonogiri seperti Nguntoronadi atau Mbetal Lama. Di sebuah area di pinggiran waduk, memang kadang muncul fenomena luar biasa saat kemarau panjang tiba. Ada munculnya daratan dengan makam, dan beberapa sisa banguan tua dari dasar waduk yang mengering karena kemarau menyurutkan airnya.

    Menjelang puasa ini, kemarau panjang makin membuat air waduk berkurang. Bahkan setelah lebaran ini, kemarau belum kunjung berhenti, membuat makam itu makin mudah dikunjungi. Ada banyak orang yang mengunjungi tempat itu. Ada yang berziarah sambil mengenang masa lalu saat desa itu belum ditenggelamkan. Mbah Suni yang dari Sitiung itu mungkin juga ingin merasakan kenangan sebelum ajal menjemputnya. Tubuhnya yang renta terpaksa melakukan perjalanan sedemikian lama demi kenangan – kenangan itu. Aku bisa merasa mataku mulai terisi air mata. Aku telah membenci kerabatku sendiri yang telah mengorbankan kehidupannya di tanah kelahirannya untuk pembangunan waduk. Mereka harus pindah begitu jauh dengan ikhlas untuk sebuah bendungan yang tidak bisa mereka nikmati manfaatnya. Itu adalah sebuah pengorbanan yang begitu besar untuk kepentingan orang lain.

    Pagi – pagi sekali, tamu dari Sitiung itu mengajak kami ke makam. Aku dan nenekku mengantar mereka ke sana. Sepoi angin pagi menyapa kami. Di cakrawala matahari mulai muncul. Terbias indah ke air waduk Gajah Mungkur. Makam – makam tua itu terlihat anggun tapi misterius. Kami tiba di dua buah makam di sisi pinggir kiri area pemakaman itu. Tulisannya sudah kurang jelas, tapi kedua nenekku itu yakin sekali bahwa itu makam orang tuanya. 

    Nenekku dan kembarannya duduk berjongkok, memanjatkan doa dalam diam. Aku, Paklik Joko dan istrinya ada di belakang mereka. Kami juga berdoa dengan khidmat. Tiba – tiba kulihat tangan nenekku meraih tangan kembarannya.

    “Ngapuronen aku yo, dhi. Wektu iku, aku ora melu nyang Sitiung. Nyat panthes nek kowe nesu karo aku. Kudune aku kembaranmu iki sing ngancani kowe urip neng paran” Nenekku gemetar sambil menangis.
    (Maafkan aku ya adikku tersayang. Waktu itu aku tidak ikut kamu ke Sitiung. Memang pantas jika kamu marah ke aku sekian lama. Seharusnya aku, kembaranmu ini, yang menemani kamu hidup jauh merantau.)

    “Yungalaah..aku ki ra pernah nduwe perasaan nesu karo mbakyuku sing paling taktresnani.   Takkiro kowe wes nglalekne aku. Ora pengen ketemu aku meneh mergo aku milih urip neng Sitiung melu pakde,” jawab kembaran nenekku itu sambil gemetaran menahan tangis.
    (Ya Alloh, aku sama sekali tidak pernah punya perasaan marah ke saudara perempuan yang paling kusayangi ini. Hanya kukira kamu sudah begitu lupa denganku. Kukira kamu tidak ingin ketemu aku lagi karena aku memilih hidup jauh darimu, memilih hidup di Sitiung dengan pakde waktu itu).

    Dan pagi itu kesalahpahaman yang telah berlangsung empatpuluhlima tahun itu sirna.  Karena keadaan, tak mudah meluruskan sebuah kesalahpahaman yang terbungkus dalam diam. Merekapun berpelukan erat di depan makam orang tua mereka. 

    Nenekku kemudian mengajak kembarannya berdiri. Dia menggandeng kembarannya ke arah luar makam. Kami mengikuti dari belakang saja. Aku melihat kedua perempuan tua itu berjalan menuju sebuah sebuah sumur tua. Sumur itu memang sudah tidak sempurna bentuknya. Tapi masih dapat dikenali.

    Nenekku dan kembarannya berjalan bergandengan mengitari tempat di samping sumur tua yang mereka yakini sebagai rumah mereka di masa lalu. Mereka tidak berkata – kata tapi senyum mereka mengingatkanku pada dua gadis kecil di foto lusuh di lemari nenekku. Dua kakak beradik kembar bergandengan penuh cinta di samping rumah kayu tua. Rumah tua mereka memang telah hilang ditenggelamkan oleh air bendungan tapi kenangan mereka di rumah itu akan tetap ada selamanya.

    “Reneo nduk, putuku cah ayu,”Mbahku yang dari Sitiung memintaku mendekat. Kali ini aku mencium tangannya dengan takzim. Tidak ada lagi rasa kesal. Kali ini aku memeluknya dengan bangga penuh rasa sayang. 

    “Kalian adalah sebenarnya pahlawan yang tak tersiar kan,” bisikku dalam hati di tengah hangatnya pelukan kedua nenekku.


    (Cerita ini murni fiksi. Hanya memang idenya didapat dari beberapa cerita mulut ke mulut tentang program transmigrasi ke Sitiung bagi warga yang terdampak pembangunan Waduk Gajah Mungkur yang dimulai sekitar tahun 1974 hingga diresmikan oleh presiden Suharto tahun 1981.

    Waduk ini sangat luas, ada sekitar limapuluhan desa di wilayah 6 kecamatan di Kabupaten Wonogiri harus ditenggelamkan. Warga dari desa tersebut ibaratnya berkorban untuk kepentingan negara dan rakyat banyak. Mereka rela meninggalkan desa tercinta, ada yang ikut transmigrasi ke beberapa wilayah di Sumatera, terutama Sitiung, ada juga yang pindah ke tanah keluarganya. Disebut Bedhol Desa. Saya sangat tersentuh dan menghargai pengorbanan mereka, terselip doa semoga mereka semua hidup bahagia dan lebih sejahtera jauh dari kampung halaman aslinya. Saat seorang teman mengajar menunjukkan foto lama keluarganya yang terdampak transmigrasi itu, tiba-tiba saja tangan ini tergerak menulis sebuah cerita :)

    Waduk itu masih berdiri kokoh sampai sekarang. Memberi manfaat banyak warga di kota Wonogiri dan sekitarnya. Tentang kemunculan makam di area WGM itu memang kadang terjadi saat musim kemarau panjang dan air waduk menyusut.)
    makam yang muncul di WGM saat kemarau (rri.co.id)
    English Version:

    The UnsungHero From Sitiung

    “Please cancel your vacation trip, sweetheart. There will be guests from Sitiung tonight.” I still remembered my Grandma’s words early this morning. After doing Subuh pray, she approached my bedroom.

    I was so annoyed. I wished that I could yell out loud in rage until all people in this small neighborhood could hear me. I asked her in angry tone,”Is this guest so important that I have to sacrifice my trip plan?”

    My classmates and I had planned this holiday trip since three months ago. We planned to spend a couple of nights after Lebaran day in one of small resort at Kaliurang, Jogja. I had tried hard to earn money for that trip. I earned my money by working part time at a restaurant near Gajah Mungkur Dam. After school, I helped the restaurant owner to grill the nila fish whenever there were some orders.
    I really hated the fact that my trip plan eventually failed. And it was because of those mysterious guests from a far away land named Sitiung. It was a far away town in Sumatra Island, a thousand six hundred kilometers away from this home. But, I also didn’t have a heart to leave my old Grandma to take care the upcoming guests by herself. My Grandpa had passed away four months ago. My father and mother earned living in Kalimantan by selling jamu (traditional herbal drinks). They said that the waves in the Java Sea were in high tides. They found it difficult to go home this Lebaran holiday season. My parents didn’t have money to go home by plane.

    “Well, I’ve determined to hate this guest!” I thought in anger.
    Grandma did not say a word as she knew that I was very disappointed. I grumbled many times while making the beds for the guests. I had no idea why Grandma kept silence all day. Her hands kept helping me, but without saying a word.

    As the night was getting late, I saw Grandma sat on her bed while looking at a piece of paper. I could hear that she’s sobbing solemnly. It made me hate the mysterious guest even more. I believe that it’s the arrival of that guest which made my Grandma in tears.

    My Grandma is called Mbah Sani. She’s 76 years old. She’s so kind that she had never made me upset before. She took care of me patiently while my parents worked in other province. 
    “I’m so curious now, Grandma. Please tell me who the guests are?” I asked my Grandma with polite Javanese utterances. 

    Grandma was still sobbing, didn’t give an immediate answer. She just showed me the paper which she held. It was actually a piece of old photograph from old time. It was a black and white photo of two little girls standing beside a wooden house with some banana trees and an old well at the background. Those two little girls were look exactly alike, smiling hands in hands. I believed they were twins.

    “Who are these girls, Grandma?” I was wondering.

    “The little girls are me and my twin when were kids. Her name is Mbah Suni. Well, she’s the guest who will be arrive,” Granma answered. And off her go her stories.

    Grandma said that that time was 1975 when there was an order to do a what so called Bedhol Desa transmigration order from the government. People from hundreds of villages in some Wonogiri area had to move to Sumatra province because their villages would be drowned for building a massive dam. One of the largest dam in South East Asia. The large dam was called Waduk Gajah Mungkur. The dam was very needed to develop the agricultural and electricity power supply not only in Wonogiri area but for many cities in the surrounding areas. 

    My Grandma’s village is one of those villages which would be drowned for building Gajah Mungkur Dam. My Grandma’s parents were passed away a year before that order. My grandma and her twin were sixteen years old at that time. They live alone without parents. My grandma’s twin was joined the transmigration to Sitiung in Sumatra island with one of a far relative they had. The twins were separated. My grandma said that she could not join the transmigration because she had promised to marry my late Grandpa. Grandpa’s village was not drowned. My Grandma married and moved to Grandpa’s village. My Grandma, Mbah Sani, was separated with her twin, Mbah Suni, ever since. Then why had they never got connected? Why did Mbah Suni never go home to Wonogiri? I had to save my curiosity because I could hear the door was knocked by the guest.

    It was an awkward moment from that first meeting of the guests from Sitiung and us, the host. One old lady who was very similar to my Grandma was helped to get down from the car by a man and a woman whose age around my parents’. I frowned as I shook their hands just to show any polite manner. The man then introduced themselves,” We’re really sorry that we arrive to your house late at night like this. I’m Joko, Mbah Suni’s son, and this is my wife, Maisyaroh. We’re now living at Sitiung, Darmasraya district, West Sumatra province. I are travelling this far distance just to fulfil my mother’s whish.”
    My Grandma still didn’t say a word. With this upset feeling here in my heart, I let them in. Grandma and her twin from Sitiung still stayed quiet. After the hot tea was served, I could help myself to ask a question,"Why did you never contact us ?”

    The man whom I called Uncle Joko took a glance at her mother, but Mbah Suni was still sitting still without words. Uncle Joko explained,” My mother once told me that it was not an easy thing to start living in Sitiung as a transmigran. Thousand peoples who had to move from Wonogiri had to pioneered the jungle into rice fields or . At that time, they had to live in wooden house with food supply from the Government before they could harvested any crops. Going home to Wonogiri needed lots of money, moreover the communication means were rare. None there had any telephone or mobile phones at that time.”

    “So, what made Mbah Suni want to go back to Wonogiri?” I asked in full of curiosity.

    “Nowdays we have good living. We could earn living well there. We also have a daughter at your age, she’s your cousin. We do not take Mia here with us now because she has to take care of his Grandma who is in bad health now. One day, our mother, Mbah Suni, saw a photograph at Mia’s hand phone. It was a picture at Instagram showing people visiting old graveyard which emerged as the water of the dam was decrease from the draught. Mbah Suni could recognize that one of the gravestone in that picture is her parents’. Mbah Suni told us that she wish to visit her parents’ cemetery in Wonogiri before she passes away.”

    “We can continue this story tomorrow morning. It’s late at night now, it’s better for us to sleep and take a rest,” I could hear my Grandma trying to let her guests to take a rest. I saw the clock striking one o’clock now and the guests had to be tired from their 27 hours journey. The guests then went to the room we had prepared.

    I laid in my bed but I couldn’t sleep easily. I remembered my last trip last with Grandma to that cemetery at the Gajah Mungkur Dam, near my village in Wuryantoro. Grandma took me to two old cemeteries which were said that they were my late great grandfather and the great grandmother. That graveyard area was actually drowned with Gajah Mungkur Dam’s water but it emerged from to the surface in an extreme long dry season like this. 

    Gajah Mungkur dam which laid on the northern part of our village was huge. It was built from 1976 until 1979 by drowning hundreds villages around Wonogiri district. At one area along bank of the dam in Wuryantoro, people would see an amazing phenomenon when an extreme dry season came. A land will emerged to the surface with hundreds of tombstones on it. People could also see some ruins of old buildings from the water bed of the dam as the draught decreased the amount of the water.

    Before the fasting month, the dry season had made the water in the dam decreased. Even many days after Lebaran day, the dry season was still continuing. It made the cemetery became easier to be visited. When there came a phenomenon like that, many people would visit that place. Some came to do a pilgrimage to their ancestor’s tombs, but most people came to remember the old memories when the villages were not drowned in the dam’s water.

    I remembered my guests that made so upset tonight. Mbah Suni might also wanted to recall the memories of her lost village before she passed away. Her old physical body had to travel through that very long distance just for gathering the memories. I could feel my eyes getting wet. I felt bad for had hated, Mbah Suni, my own relative, who had sacrificed her live at her own village for mega project of building the dam. They had to move to far away land, started a brand new living, for a dam that they did not even enjoy its advantages. It was other lots of other peoples who made use of the dam and I could realize now that it was such a huge sacrifice for the sake of other peoples’ well beings. 
    In the next day, early in the morning, those guests from Sitiung asked us to accompany them to that old cemetery by the dam. The morning breeze gently greeted us. The sun started to shine at the horizon. Some of the orange sunshine biased to the water surface of the Gajah Mungkur dam. From the distance, those old tombstones looked so mysteriously elegant. 

    We walked and finally arrived at the two tombstones at the left side of the graveyard. There were no letters left written on them but my Grandma and her twin believed that those were their parents’ tombstones. They were sitting near the stones and started to pray for their late parents in silent. Uncle Joko, his wife, and me were sitting behind them. We also did the prayer quietly. Suddenly, I could see that my Gandma’s hands were reaching her twin’s hands.

    “Forgive me my dearest sister. At that old time I could not join you to move to Sitiung. I could understand if you always got angry to me. It should be me, your older sister who should accompany you living Wonogiri and started living in that far away land,” my Grandma said in trembling voice full of tears.

    “Oh, no my sister, please don’t say like that. I had never been angry to you, my only beloved sister. It just for this long times I thought that you had forgotten me. I was afraid that you didn’t want to meet me because I could not reject our relative who took me to Sitiung at that time. I always love you, my sister,” my Grandma’s twin answered, also with tears. And that morning we could see the misunderstanding which had lasted for fourty years now was crumbling over. They were hugging each other tight in front of their parents’ tombstones.

    After several minutes, my Grandma asked her twin to walk at a certain place. We just followed them walking outside the cemetery area. They were walking toward a ruin of an old well. The shape of that old well might be not perfect anymore but everyone could recognize that it was surely a well from the lost village. 

    Grandma and her twin were walking hand in hand around the area beside that old well. They believed that the area was their place where their wooden house stood at the old time before it was drowned by the water of the dam. They did not say too much words but the smiles on their faces reminded me to those two little girls in the old black and white picture which Grandma showed me that night. The little twin who took a photograph beside their house, hand in hand, smiling with love. That old wooden house was now has gone because of the dam, but I believe their memories in that lost house would be there forever. 

    “Go come nearer to me, Ani, my sweetheart. You’re also my granddaughter, you know?” Mbah Suni, my mysterious guest from Sitiung asked me. 

    This time I kissed her hands with all of my heart. I could feel no more upset feelings inside me. I hug her with love and proud feeling and whispered, “You are actually the unsung hero.”

    Monumen Bedhol Desa di dekat waduk (pokohkidul.desa.id)



    Continue Reading
    Older
    Stories

    About Me

    Dewi Apriliana
    An ordinary working mom who loves kids and teaching and reading
    Read More>

    Popular Posts

    • Making Appointment & Reservation by Phone ; Belajar Bahasa Inggris Yuk
    • Apem Kukus Tradisional yang Ngangeni
    • Giving Examples in English ; Materi Bahasa Inggris Lintas Minat Kelas XI
    • LANGKAH MUDAH MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK LDA
    • Smart Apps Creator (SAC) Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Daring
    • Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh
    • Membuat Laporan Karya Inovatif Video Pembelajaran
    • Contoh Proposal Usaha untuk P5 Tema Kewirausahaan

    FOLLOW US

    recent posts

    Labels

    ruang baca ruang guru ruang impian ruang kelas ruang keluarga ruang menulis ruang perpustakaan

    Statistics

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top