LASKAR AKSARA; Upaya Menguatkan Karakter Gemar Membaca

06.31


Berita baiknya adalah : Semua sekolah di setiap jenjang pendidikan harus mengupayakan program untuk menguatkan karakter muridnya! 

Kurikulum pendidikan kita tidak sejelek yang diberitakan, kok. Belum sempurna, mungkin iya. Tetapi sebenarnya selalu ada itikat baik dari Pemerintah, sekolah dan guru untuk meningkatkan pendidikan anak-anak Indonesia. Dan itu perlu dukungan dan tauladan dari orang dewasa di sekitar anak juga lho, kakak atau orang tua dirumah , misalnya.

Salah satunya adalah gencarnya upaya mendorong sekolah untuk melakukan PPK ; Penguatan Pendidikan Karakter. Diharapkan nanti anak-anak kita tidak hanya cerdas - tapi juga berkarakter kuat dan baik. Mari kita dukung PPK ini yuk. Semua harus ikut terlibat demi masa depan anak -anak kita itu. Kalau meminjam istilah pakar Parenting Ayah Edi sih, Indonesian Strong from Home. Anak-anak kita itu kuat dari rumah. Dan sekolah akan membantunya.

Berikut ini sekedar sharing , contoh action plan program PPK di sekolah kami. Tentu saja tiap sekolah mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Program yang dilaksanakan juga bisa berbeda- beda dan fleksibel. 
Kebetulan berkat terlibat dan menuliskan program ini, tahun 2017 yang lalu , saya berkesempatan menjadi finalis lomba nasional di Jakarta. Lombanya diadakan oleh Kesharlindung Dikmen, sebuah instansi resmi pemerintah di bidang Kesejahteraan, Penghargaan, dan Perlindungan Guru. Nama lombanya; Lomba Inovasi Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa 2017. Alhamdulillah, guru ndeso seperti saya jadi bisa terbang gratis ke Jakarta. belum menang sih. Tetapi Alhamdulillah, pulangnya disangoni uang jajan yang cukup untuk beli laptop baru. hehe..Semoga bermanfaat


ACTION PLAN 

PROGRAM PPK di SEKOLAH


I. JUDUL : ‘LASKAR AKSARA: Ayo Baca – Ayo Berkarya!’ 

Sebuah upaya pengembangan dan pengoptimalan program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) di SMA
Buku terdiri dari aksara – aksara yang bermakna, dengan gemar membaca akan semakin banyak karakter baik siswa terbentuk. Program ini siswa akan dibentuk menjadi berjiwa laskar atau prajurit yang melakukan kegiatan ini dengan sepenuh hati dan penuh komitmen. Dengan tujuan akhir siswa akan meraih banyak manfaat dari program ini dan karakter baik mereka akan semakin berkembang. Kami menamai inovasi program ini dengan judul: LASKAR AKSARA. Dengan tag line sub-judul: Ayo Baca-Ayo Berkarya! 

II. LATAR BELAKANG MASALAH

Sejak tahun ajaran 2015/2016, SMA di Wonogiri telah melaksanakan program rintisan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sekolah kami memandang GLS sebagai sebuah upaya yang sangat positif untuk mengembangkan karakter positif siswa, terutama adalah karakter gemar membaca dan disiplin. Jika kedua karakter utama tersebut terbentuk dengan maksimal diharapkan beberapa karakter baik akan berkembang.

Membentuk karakter positif kepada peserta didik memang bukan hal yang mudah. Dengan kata lain, pendidikan karakter harus dilakukan secara kontinu, berkesinambungan, konsisten, dan melalui proses pembiasaan agar menjadi pemahaman yang menyatu dalam perasaan dan terefleksi dalam tindakan/ perilaku.

Beberapa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan panduan tahapan GLS. Kegiatan-kegiatan tersebut di lakukan oleh siswa dengan didukung kepala sekolah, guru –guru, orang tua dan seluruh stake-holder sekolah kami.

Sebagai contoh, sekolah kami telah menerapkan kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum pelajaran, pengadaan lomba-lomba yang mendukung peningkatan gemar membaca, misalnya lomba menulis cerpen dan puisi, lomba membaca puisi, serta lomba perpustakaan kelas. Salah satu kegiatan yang terpenting lainnya adalah pengadaan pojok baca secara mandiri oleh siswa di setiap kelas.

Kami memandang semangat siswa untuk terlibat program GLS masih naik turun, belum konsisten merasuk menjadi bagian hidup essensial siswa. Masalah yang kami temukan di lapangan adalah: kegiatannya kurang menarik bagi siswa dan koleksi buku di pojok baca kelas banyak yang kurang berkualitas karena siswa banyak yang tidak mampu menyumbangkan buku yang baik di pojok baca tersebut.
Akibat dari masalah tersebut adalah program GLS tidak menjadi sarana yang optimal sebagai sarana unggulan di sekolah kami untuk pendidikan karakter. Maka kami ingin menyusun program GLS dengan branding yang diperbaharui : GLS menjadi program yang penuh dengan kegiatan yang menyenangkan dan menarik untuk selalu dilaksanakan.

III. INOVASI YANG DITAWARKAN

Kami menawarkan pembaharuan dan pengoptimalan program GLS dengan menamainya menjadi : LASKAR AKSARA: Ayo membaca-Ayo Berkarya!
Kegiatan – kegiatan baru dalam program tersebut meliputi:

1. ‘Tukar Sampahmu Jadi Buku’

Kegiatan ini terinspirasi dari kesuksesan beberapa komunitas yang telah berhasil mengumpulkan dana dari penerapan sistem bank sampah. Salah satu contoh terdekat adalah dari Bank Sampah Giri Tri Habsari yang terletak di lingkungan Wonokarto, satu kelurahan dengan area sekolah kami. 

Kami melihat sistem bank sampah dapat juga kami terapkan di sekolah kami. Hanya saja dana yang dikumpulkan nanti diperuntukkan untuk membeli buku yang ditempatkan di pojok baca kelas. Selama ini siswa menyumbang buku alakadarnya karena masalah kekurangan dana, dengan sistem ini mereka tidak perlu menyisihkan uang saku mereka yang pas-pasan untuk membeli buku untuk pojok baca. Mereka juga tidak perlu meminta kepada orang tua. Siswa dapat mengusahakan dana itu secara mandiri dengan mengumpulkan dan memilah sampah di sekitar mereka. 

Dalam hal ini kami batasi pada sampah kering non-organik semisal bungkus makanan ringan, botol dan kaleng minuman kemasan atau kertas bekas. Kami melihat sampah-sampah semacam itu cukup banyak dihasilkan oleh siswa itu sendiri di keseharian mereka. Dampak lain yang akan diperoleh adalah siswa akan menjadi peduli dengan sampah di sekitar mereka, dan tidak akan membuang sampah sembarangan lagi. 

Siswa juga boleh membawa sampah-sampah yang telah dipilah dari rumah. Dengan cara ini akan menghasilkan dana lebih besar dan lebih cepat. Selain itu yang lebih penting adalah bahwa siswa akan menjadi ‘agent of change’ , menjadi pelopor perubahan di rumah masing masing. Mereka akan menjadi pelopor untuk mengajak anggota rumah mereka untuk peduli sampah dan peduli untuk membeli buku agar lebih gemar membaca. 

Nasabah bank sampah ini adalah kelas-kelas di sekolah kami, bukan perorangan. Sebagai mana layaknya sebuah bank, setiap kelas sebagai nasabah akan memiliki sebuah buku rekening. Setiap hari Sabtu mereka menyetor sampah kemudian ditimbang dan dicatat sesuai nominalnya di buku rekening mereka. Dari uang yang terkumpul mereka dapat menukarkan dengan buku untuk pojok baca kelas. Pengelolaan Bank Sampah ini sekaligus menjadi media pembelajaran yang baik bagi mata pelajaran KWU (Kewirausahaan).

Buku-buku yang ingin mereka beli sebelumnya dibuat daftar dahulu, kami akan menamai daftar tersebut sebagai ‘Wish List’.  Daftar tersebut merupakan hasil diskusi siswa-siswa sekelas tersebut. Sebelumnya ‘Wish List’ ditunjukkan kepada guru wali kelas atau guru bahasa Indonesia untuk menentukan buku mana yang bermutu untuk ditempatkan di pojok baca kelas. Penukaran buku-buku tersebut dapat dilakukan lewat koperasi sekolah.

2. Kegiatan ‘HOLY FRIDAY’

Kegiatan hafalan ayat sesuai kitap suci yang dianut siswa. Misalnya: Hafalan ayat di Injil untuk siswa Nasrani, kegiatan hafalan surah Qur’an bagi siswa muslim, kegiatan membaca kitap suci agama masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Jum’at pagi pukul 07.00 – 07.15 WIB. Hafalan dan bacaan siswa dapat disetorkan atau dipantau guru – guru Agama saat pelajaran.

3. Kegiatan ‘CERITAKAN BUKUMU’

Kegiatan ini dilaksanakan setiap Senin, setelah upacara di lapangan. Siswa bisa sambil duduk-duduk istrahat di bawah pohon di area lapangan upacara. Pada setiap kegiatan, akan ditunjuksecara acak sejumlah 3 – 5 siswa untuk maju ke mimbar upacara, menyampaikan ringkasan singkat sebuah buku yang mereka baca minggu ini. 

Pada kegiatan ini sekaligus menyampaikan kelas yang sudah mampu menukar sampahnya jadi buku. Siswa yang tampil menceritakan buku dan kelas yang mampu menukar banyak buku akan mendapat apresiasi berupa hadiah

Siswa Menceritakan Buku yang dibacanya
4. Kegiatan ‘BOOK CARNIVAL’
Kegiatan ini dilaksanakan setiap akhir semester pada masa jeda setelah PAS (Penilaian Akhir Semester). Pada acara ini diadakan lomba-lomba yang menarik misalnya: 
  • Lomba Tahfidz Qur’an – lomba Hafalan ayat kitap suci lain
  • lomba pojok buku terbaik – terbanyak dan terbaik koleksinya dari hasil menukarkan sampah mereka.
  • lomba menulis puisi atau cerpen, lomba membaca puisi.
  • Bedah buku oleh pengarang populer
  • Bazaar Buku 
IV. TUJUAN

Dengan menata ulang pelaksanaan program literasi sekolah agar lebih baik dengan komunikasi efektif kepada semua warga sekolah, diharapkan gerakan literasi ini sekaligus sebagai sarana dalam implementasi pendidikan karakter di SMA.
Karakter yang ingin dikembangkan melalui program LASKAR AKSARA: Ayo membaca-Ayo Berkarya! adalah :

a. Karakter Gemar Membaca dan Disiplin sebagai karakter utama
Dua karakter utama tersebut merupakan modal penting bagi siswa bagi hidupnya. Saat kedua karakter itu menjadi bagian hidup siswa, maka otomatis karakter-karakter baik lainnya akan terbentuk sebagaimana dijelaskan berikut ini.

b. Karakter disiplin dan bertanggungjawab
Melalui kegiatan pembiasaan setiap pagi sebelum belajar, siswa akan jadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Mereka akan bertanggungjawab pula saat mereka mengelola pojok baca kelas.

c. Karakter religius dengan kegiatan ‘HOLY FRIDAY’.

d. Karakter komunikatif , berani tampil dan menghargai prestasi.
Saat siswa terlibat dalam kegiatan ‘CERITAKAN BUKUMU’ dan ‘BOOK CARNIVAL’ siswa akan mengembangkan karakter komunikatif dan berani tampil dalam diri mereka. Saat berkompetisi, karakter menghargai prestasi juga akan terbentuk.

e. Karakter cinta lingkungan
Melalui kegiatan ‘Tukar Sampahmu Jadi Buku’ siswa akan mengembangkan karakter cinta lingkungan karena mereka peduli untuk memilah dan memberdayagunakan sampah untuk menjadi barang bermakna.

f. Karakter kreatif dan bertanggungjawab
Saat siswa sudah berhasil menambah banyak buku bermutu dengan menukarkan sampah mereka jadi buku, mereka akan lebih terdorong untuk mengaktifkan pojok baca. Mereka akan lebih kreatif mendesain pojok baca dan bertanggungjawab mengurus buku di pojok baca tiap kelas itu.

V. MANFAAT
  • Manfaat jangka pendek : siswa dan seluruh warga sekolah akan lebih tertarik mengikuti program pembaharuan GLS  : LASKAR AKSARA: Ayo membaca-Ayo Berkarya!
  • Manfaat jangka menengah: siswa dan seluruh warga sekolah sudah semakin terlibat dengan antusias mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan di program ini. Karakter-karakter baik siswa semakin terbentuk.
  • Manfaat jangka panjang : karakter –karakter baik tersebut sudah meresap menjadi bagian hidup siswa dan seluruh warga sekolah.
VI. SUMBERDAYA PENDUKUNG
SMA N 2 Wonogiri mempunyai sumberdaya pendukung yang baik untuk kesuksesan pelaksanaan program ini, antara lain:
  • SDM (Sumber Daya Manusia) dengan jumlah banyak dan mempunyai cukup komitmen untuk mencapai karakter-karakter yang baik melalui pengoptimalan GLS 
  • Sarana –prasarana yang cukup baik di tiap kelas, misalnya : sekolah sudah menyediakan rak untuk pojok baca kelas sebagai wadah buku sumbangan siswa.
  • Sekolah kami mempunyai lahan yang luas sekitar 4,3 Ha. Lahan yang sangat luas tersebut mendukung berbagai kegiatan yang akan dilakukan.
VII. ALUR BERFIKIR
before
after
VIII. SIMPULAN

Dengan pelaksanaan program: LASKAR AKSARA: Ayo membaca-Ayo Berkarya! siswa dan warga sekolah akan lebih tertarik untuk mengoptimalkan GLS sebagai sarana pendidikan karakter. Dengan program karakter –karakter yang akan berkembang antara lain: gemar membaca, disiplin, bertanggungjawab, religius, kreatif, komunikatif –berani tampil, menghargai prestasi dan cinta lingkungan.

Ayo susun action plan mu sendiri. Kita kuatkan akar pekerti anak-anak Indonesia bersama-sama. Menuju Generasi Emas yang bukan sekedar impian semata.


You Might Also Like

25 comments

  1. Masya Allah kegiatannya benar-benar hebat. Gerakan Litersi Sekolah dengan program Laskar Aksara sungguh bisa menginspirasi sekolah lainnya. Setuju sekali, semoga kegiatan positif seperti ini akan menguatkan akar pekerti anak-anak Indonesia. Sehingga menuju Generasi Emas yang bukan sekedar impian semata.
    Barakallah untuk semua. Semoga semua kegiatan dimudahkan dan dilancarkan-Nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin.. Ini yang terlibat semua anggota sekolah kok ,mbak. Terimakasih attensinya.

      Hapus
  2. tukar sampah menjadi buku, bikin saya kepicut dan pengen ikutan. karena jaman sekarang anak-anak enggak suka baca sedih akutuh, heu. Jadi program ini bagus banget. barakallah mba semoga Allah selalu memudahkan urusannya. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin ya robbal alamin.. iya, mbak ini aja semangat membaca anak-anak juga masih naik turun

      Hapus
  3. Programnya bagus sekali, Mba. Semoga terus berjalan dengan baik ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. yang hebat anak-anaknya kok mbak. mereka mau mendukung kegiatan ini dengan baik

      Hapus
  4. Keren banget kegiatannya. Setiap kapan ya mbak, ada kegiatan literasi di kesharlindung? Pengen ikutan jika akan ada lagi. Eh, dikdas dan dikmen beda kegiatan ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo mbak ikutan kesharlindung ,ini sudah mulai lomba-lomba nya. Langsung masuk saja ke krsharlindung dikmen untuk guru sma, smk dan slb.kesharlindung dikdas untuk guru.sd, mi, dan smp

      Hapus
  5. Program Holy Friday nya wajib dicontoh nih. Jadi ilmu pengetahuan umum ga ngalahin ilmu agama. Lulus sekolah lulus juga hapal qurannya. MasyaAllah. Bagus mbak semua programnya. Coba dulu pas sekolah udah ada program seperti ini yah. Pasti sekarang sudah jd hafidzah aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, Alhamdulillah makin banyak hafalannya anak-anak, mbak. Ada yang kemudian aktif memperdalam hafalannya ke pesantren di wilayahan sini. Ada yang bisa hafal 5 , 8 juz. Alhamdulillaah

      Hapus
  6. MasyaAllah ... Ini keren banget! Ini di SMAN 2 Wonogiri, Mbak? Aih, jadi ingat pulang kampung, hihihi ... Dulu pernah mengenyam pendidikan SD selama 18 bulan di SDN Baturetno VI. Sekolahnya memang di desa, tapi kualitasnya dibandingkan sekolahku di kota, jauuuh lebih bagus. Sekolahnya luas, bersih, rapi, tertib, kegiatan sekolah pun banyak dan semuanya aktif.

    Semoga menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya, ya. Barakallah untuk bapak ibu guru semuanya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak , ini kegiatan di SMA 2 Wonogiri.
      Wah, mbak Melina sudah pernah tinggal di Wonogiri sebentar yaa.. Baturetno sekarang kotanya lebih maju, mbak. Malah lebih hidup daripada kota Wonogirinya. Terimakasih doanya

      Hapus
  7. Masya Allah, keren banget programnya. Program kayak begini bisa dijadikan percontohan bagi sekolah-sekolah lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, ini nak-anaknya yng keren kok, mbak. Mereka support sekali dengan kegiatan ini.

      Hapus
  8. Programnya kereen banget mbak, smeoga bisa diikuti oleh sekolah lain.

    BalasHapus
  9. Ini kegiatan keren, dari semua bidang bisa masuk, MasyaAllah, gimana bisa mikir sampai sedemikian lengkap sepwrti ini. Pemakrasanya bener bener jempol

    BalasHapus
  10. Salut sama perjuangannya di Dunia literasi. Sekarang tak banyak guru yang mau mengusahakan kegiatan Di Luar akademik apalagi harus berhubungan dengan uang. Semoga terus berkembang Dan mendapat dukungan dari banyak pihak. BTW perpusnas juga support sama lembaga yg peduli sama literasi lho

    BalasHapus
  11. Memang tak ada sistem yang sempurna ya Bun. Tetapi paling tidak sistem kita harus semakin lebih baik dan kita juga harus menghargai dan sama-sama membantu pemerintah. Semoga program ini berjalan lancar dan semakin menguatkan karakter anak2 bangsa

    BalasHapus
  12. Selamat atas kesuksesannya berjuang jadi finalis di Jakarta ya, Mbak. Trus, program laskar aksaranya keren ini. Dulu saya pernah bekerja di sebuah SMK swasta selama 3.5 tahun, belum sampai ada program yg menjurus pada kecintaan literasi. Padahal penting banget.
    Memang kesadaran cinta buku sebaiknya dimulai sejak kecil, dari lingkungan keluarga. Agar saat ada program sperti ini di SMA, anak-anak tinggal meneruskan kebiasaan baiknya dengan dibimbing para guru yg peduli kecerdasan literasi juga. Baarakallah :)

    BalasHapus
  13. Semoga sukses yaaa ama programnya.

    BalasHapus
  14. wah kegiatan ini sangat bagus sekali, mbak. Karena semakin banyak anak yang ingin membaca buku. Semoga sukses dan selalu lancar untuk rencananya :)

    BalasHapus
  15. Memang minat baca anak SMA kurang. Mudah2an sklh lain bisa mencontoh program tersebut

    BalasHapus
  16. Masya Allah ini kerena bgt, saya yg sempat ngajar merasa blm bisa kontribusi bnyk, apalagi ttg pendidikan karakter. thanks bgt ya mbak.

    BalasHapus
  17. setuju dengan program PPK. krn memang nyatanya cerdas saja tidak cukup tapi juga harus berkarakter.

    ku berharap semoga makin banyak yang gemar membaca buku.

    BalasHapus
  18. Kalau sejak dini anak2 dibiasakan gemar membaca buku bacaan yg berkualitas, masa depan indonesia akan semakin cepat maju

    BalasHapus