Review Singkat Novel FUNICULI FUNICULA Karya Toshikazu Kawaguchi
20.13Judul Buku : Funiculi Funicula; Before The Coffee Gets Cold
Judul Asli : Kohi Ga Samenai Uchi Ni (artinya sebelum kopi jadi dingin)
Penulis : Toshikazu Kawaguchi
Alih Bahasa : Gramedia Pustaka Utama
Penerbit : Gramedi Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2021
Jumlah Halaman : 224 halaman
“Siapa yang akan kamu temui jika kamu diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu?”
Di novel ini, ada sebuah kafe kecil di Tokyo bisa membawa pengunjungnya pergi ke masa lalu. Kafe itu bernama ‘Funiculi Funicula”. Kafe ini tidak mecolok, terletak di sebuah basemen tanpa jendela. Meski begitu, udara di kafe ini tidaklah pengap, malah selalu sejuk apapun musimnya. Tidak terlalu dingin saat winter, tidak terlalu panas saat summer. Hanya ada sedikit meja dan kursi di sana. Suasanya akrab dan tenang.
Pemilik café Funiculi Funicula ini adalah seorang laki-laki yang tenang bernama Nagare Tokita. Ia melayani pengunjung bersama sepupunya yakni Kazu Tokita, seorang mahasiswi institut kesenian yang bekerja paruh waktu di kafe itu. Dalam bekerja, Kazu sangat tenang, walaupun tidak ketus, tetapi dia berbicara seperlunya saja, cenderung dingin dan terkesan tidak mencampuri urusan orang lain. Kazu tidak seperti remaja wanita pada umumnya. Kisah Kazu sendiri sebenarnya juga misterius, tetapi ini akan dibahas di buku kedua.
Jadi Funiculi Funicula ini bisa dinikmati sebagai trilogi : buku pertama berjudul Before The Coffe Gets Cold, buku kedua adalah Kisah – Kisah Yang Baru Terungkap, dan buku ketiganya, Dona Dona. Saya sudah membaca ketiganya, and I just fall in love with all of them!
Jujur awalnya saya kurang tertarik dengan novel terjemahan dari bahasa Jepang seperti ini. Anak perempuan saya, yang mengaku sebagai wibu, sebenarnya punya beberapa koleksi novel terjemahan dari Jepang di rumah, dan belum pernah saya saya tertarik untuk ikut membacanya. Tetapi, suatu pagi, pada jam literasi di sekolah, seorang murid saya yang bernama Ais, nampak asik membaca sebuah buku yang covernya sangat menarik perhatian saya. Gambar covernya itu lho! Sangat gue banget! Ehehe..
Saking terlihat kepo, murid saya ini miminjami saya buku kesatu dan buku kedua dari trilogi Funiculi Funicula ini. Untuk buku ketiga, saya membacanya dari e-book.
Jadi begitulah, saya semakin terobsesi dengan perjalan waktu bersama kafe ini. Bagaimana, apakah kamu mau ikut juga berkelana ke masa lalu?
Tetapi Ada Syaratnya!
Kazu selalu menjelaskan syarat-syarat ini dengan tenang kepada pengunjung yang ingin pergi ke masa lalu:
Tetapi akankah sejarah bisa dirubah kalau kita bisa kembali ke masa lalu? Apakah yang sakit bisa sembuh di masa depan? Akankah yang meninggal bisa kembali hidup??
- Untuk bisa ke masa lalu, kamu hanya bisa duduk di kursi tertentu
- Tapi tunggu dulu, kamu tidak bisa langsung duduk, karena bangku itu selalu diduduki oleh seorang Ittanmomen , seorang hantu perempuan cantik yang bisa dilihat semua pengunjung kafe, hantu itu selalu terlihat membaca sebuah novel tanpa bicara.
- Kamu bisa menduduki bangku itu saat hantu itu pergi ke toilet, sekali dalam sehari, dalam waktu yang tidak bisa ditentukan
- Kamu tidak boleh berpindah dari kursi saat sedang duduk di masa lalu
- Apapun yang kamu katakan dan lakukan di masa yang didatangi, takkan mengubah kenyataan di masa kini.
- Ingat, waktumu di masa lalu hanya sampai kopi mendingin.
Tetapi akankah sejarah bisa dirubah kalau kita bisa kembali ke masa lalu? Apakah yang sakit bisa sembuh di masa depan? Akankah yang meninggal bisa kembali hidup??
Temukan sendiri jawabannya di novel ini. Jangan lupa dibaca juga kelanjutannya:
Buku kedua: Kisah-Kisah yang Baru Terungkap
Buku ketiga : Dona Dona
Coba juga tonton versi filmnya : Café Funiculi Funicula. Versi film meski agak berbeda, saya rasa tetap menarik , mungkin karena saya suka juga dengan bintang utamanya : Kasumi Arimura yang berperan apik sebagai Kazu.
Buku kedua: Kisah-Kisah yang Baru Terungkap
Buku ketiga : Dona Dona
Coba juga tonton versi filmnya : Café Funiculi Funicula. Versi film meski agak berbeda, saya rasa tetap menarik , mungkin karena saya suka juga dengan bintang utamanya : Kasumi Arimura yang berperan apik sebagai Kazu.
Saya sudah baca ketiganya , lihat filmnya.. dan semakin jatuh cinta pada serial novel Funiculi Funicula ini. Bagi saya, dari novel ini, saya jadi ingin lebih menghargai masa kini, orang-orangnya, suasananya – sesederhana apa pun itu. Karena saat sudah berlalu, sulit untuk diulang lagi.
Selamat membaca.










0 comments