Mengenal Reading/Writing Learning Style

10.18

Gaya belajar kok Reading/Writing?   Biasanya kan Visual - Auditory – atau Kinestetik. Yuk kita mengenal gaya belajar yang satu ini untuk membantu melejitkan prestasi anak kita di kemudian hari.


Bukan rahasia bahwa setiap orang belajar dan menyerap informasi secara berbeda-beda. Otak kita memang diciptakan berbeda-beda dan cara berfikirnya pun juga berbeda-beda. Itulah mengapa tak perlu kita paksakan anak-anak atau murid kita untuk belajar dan berfikir dengan cara yang sama.

Begitu pula ketika saya mengamati gaya belajar putri sulung saya, Aisyah. Apa yaa gaya belajarnya. Kalau pas hafalan surah Al-Qur’an dulu saya kira lebih cepat dengan mendengarkan murotal. Eh ternyata makin kemari saya amati dia itu lebih suka membaca asbabun nuzul nya dulu. Mengapa dan bagaimana cerita dibalik surah yang dihafalnya. 

Pernah juga sih saya ikutkan test sidik jari untuk mengamati bakat dan gaya belajarnya ketika kelas 2 MI lalu. Hasilnya cenderung ke Auditory. Anak dengan tipe ini biasanya akan sangat terbantu dengan mendengarkan pelajaran saja. Saat belajar pun tak suka ada suara yang menganggu.Iya kadang dia begitu, tapi saat  ustadnya  hanya banyak bercerita pada pelajaran Sejarah Kebudaan Islam, tanpa sering menyuruhnya mengerjakan rangkuman atau mengerjakan latihan dibuku, eh nilai dia malah merosot. Lha ini anak sebenarnya Auditory bukan sih? 

Kalau Visual sepertinya juga bukan. Anak tipe visual terbantu saat mengamati bagan , gambar atau flashcard, atau tayangan video. Dia terlihat kurang berbinar binar matanya saat belajar dengan cara itu. Kinestetikpun juga tidak teramati dalam dirinya. Inilah yang kemudian mendorong emaknya ini untuk mencari informasi lebih banyak tentang gaya belajar.

Yups, mengetahui learning style/gaya belajar  akan dapat membantu anak kita agar lebih mengenal dirinya dengan lebih baik. Mengenal apa yang disukainya untuk sarana belajar. Mengenal cara yang cocok baginya untuk menyerap informasi pelajaran dengan lebih baik. Untuk kemudian dioptimalkan agar mendapat hasil belajar terbaik. Ini adalah sebuah konsep yang mulai populer di tahun 1970an, dan masih berkembang sampai sekarang.

Macam-Macam Teori Gaya Belajar

Secara umum ada 3 learning style yang kita kenal yaitu : Visual, Auditory dan Kinestetik.  Tetapi sebenarnya ada beberapa learning sytle yang didapati dalam dunia pendidikan, misalnya  yang dikemukakan dalam laman verywellmind.com :

  • LSP (Learning Style Profiler) 
Ini adalah sebuah model yang dikemukakan oleh Chris J Jacson. Model LSP ini menyatakan bahwa gaya belajar itu dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk faktor biologis, pengalaman dan pilihan pribadi.

  • LSI (Learning Style Inventory)
Seorang ahli bernama Kolb mengembangkan sebuah computerized assesment  bagi siswa untuk menemukan gaya belajarnya. 

  • VAK (Visual-Auditory-Kinestetik) Learning style
Ini adalah model yang dikembangkan oleh Neil Fleming di tahun 1987. VAK menjadi teori learning style yang paling populer di berbagai belahan dunia.  Dan di negara kita juga populer dengan ketiga gaya belajar itu.

  • VARK (Visual-Auditory-Reading/Writing-Kinestetik) Learning Styles
Ini sebenarnya model dari Fleming juga, tetapi entah mengapa di negara kita gaya belajar Reading/Writing kurang populer. Kalau saya amati beberapa sumber dari luar, Reading/Writing Learning style ini banyak didapati di berbagai sumber literatur. Dan sejauh ini saya berpendapat bahwa putri saya itu cenderung bergaya belajar Reading/Writing, mungkin dengan sedikit campuran Auditory.

Bagimana sih gaya belajar Reading/Writing itu?


Dari VARK.com dan beberapa buku yang saya baca, gaya belajar Reading/Writing ini adalah tipe yang didapati pada seseorang yang terasa lebih memerlukan untuk membaca atau menuliskan informasi untuk mempelajari sesuatu. Pelajar dengan tipe ini cenderung menikmati banyak membaca dan mencatat. 

Mereka lebih suka mendapatkan informasi yang disajikan dalam bentuk kata-kata. Materi pelajaran yang berbentuk text based akan lebih disukai oleh anak denga  gaya belajar ini. 
Apakah anda atau anak anda termasuk bergaya belajar Reading/Writing?

Menjawabi check list berikut mungkin akan dapat membantu untuk menentukannya. Jika jawabannya banyak yang YA berarti kemungkinan besar anda atau anak anda cenderung bergaya belajar Reading/Writing:

  1. Apakah anda merasa bahwa membaca buku termasuk buku pelajaran merupakan cara terbaik untuk menemukan informasi baru?
  2. Apakah anda sering mencatat saat guru menerangkan didepan kelas atau saat anda membaca buku?
  3. Apakah anda menyukaui membuat daftar ?
  4. Apakah anda menyukai membaca definisi dan membuat materi presentasi?
  5. Apakah anda suka asyik sendiri di kamar saat membaca atau menulis?
Itulah beberapa contoh pertanyaan untuk mengenali learning style Reading/Writing. Anda dapat pula mencoba The Learning Style Quiz di laman homeschoolon.com. Ada akses untuk free printable sheet disana untuk semua jenis learning styles dalam teori VARK. Tentu saja setelah kuis ini diperlukan pengamatan lebih lanjut dari kita sebagai orang tua dalam kegiatan sehari-hari anak. Ini adalah sebuah proses, yang bisa jangka panjang. Quiz itu hanyalah sebagian dari alat bantu.

Saya lihat, dia putri saya sering suka asyik saja di kamar untuk membaca atau menulis. Kadang catatannya bisa campur dengan mengambar sih. Atau sambil membaca sambil tangannya sibuk membuat sesuatu. Dia sebenarnya bukan anak yang diam saja sih. Dia juga aktif mencorat coret atau membuat prakarya atau memasak sesuatu.  Dia suka meringkas atau mempraktekkan hasil membacanya.

Kalau saya amati kemudian lebih lanjut memang putri sulung saya itu cenderung lebih bersemangat saat membaca pelajaran dari buku atau sumber lain. Dia itu sebal sekali kalau PR nya berupa mengerjakan LKS yang memang tulisan materi pelajarannya tak banyak. Mana mau dia menyelesaikannya tanpa membaca buku pelajarannya. 

Tips untuk anak yang bergaya belajar Reading/Writing 


Setelah mengamati gaya belajarnya, kita kemudian dapat mendorong anak untuk memiliki learning habit atau kebiasaan belajar yang paling nyaman untuk mereka. Tujuannya agar belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bukannya keterpaksaan.

Untuk anak yang gaya belajarnya Reading/Writing berikut tips-tips belajar yang dapat diterapkan agar lebih sukses secara akademik:

1. Mencatat saat pelajaran
Tidak perlu menulis tiap kata per kata apa yang ditulis guru di papan tulis atau di tayangan slide. Tidak harus pula mengkopi setiap kalimat yang diucapkan oleh guru selama pelajaran. Sebenarnya akan lebih baik jika mendorong anak dengan gaya ini untuk mengambil informasi  dari guru dan menuliskannya dengan kata-katanya sendiri, dengan gaya bahasa yang mereka pahami.

Mungkin beberapa anak berfikiran ‘ Ah, buat apa mencatat saat pelajaran. Aku kan cukup mendengarkan saja dan mengingat pelajarannya. Mencatatnya kan bisa nanti saja.’
Yups, itu bisa saja pendapat yang tepat – untuk anak yang bergaya belajar AUDITORY!. Tapi untuk anak yang bergaya belajar Reading/Writing itu tidak akan optimal. Dorong dan ajari anak tipe ini untuk membuat ringkasan dengan praktis dan tepat.

2. Menulis ulang dan membaca ulang catatan
Catatan yang dibuat selama pelajaran biasanya bentuknya kurang rapi atau kurang lengkap. Anak tipe Reading/Writing ini kalau merasa tertarik dengan pelajaran, mereka akan menambah pengetahuan mereka dengan membaca sumber bacaan lain yang relevan dengan pelajaran tersebut. Karena kan kemampuan membaca mereka biasanya diatas rata-rata. 

Nah , dengan menulis ulang dan membaca ulang catatan mereka bisa menambahkan  beberapa informasi tambahan terkait pelajaran. Hal ini akan lebih memudahkan mereka mengingat informasi dalam pelajaran dengan baik. Kalau bosan dengan bulpen yang sama, beberapa anak menyukai membuat catatan dengan warna bulpen yang berbeda.

3. Membuat daftar
Anak dengan tipe belajar Reading/Writing akan lebih mudah mengorganisasi pembelajaran di kelas dengan membuat list / daftar. 
Misalnya di kamar anak saya, dia membuat daftar tentang urutan PR atau tugas yang harus dia kerjakan. Bentuk dan model tempelannya kadang berubah sesuai mood dia. Kadang dihiasi stiker dan ditulis dengan pensil. Kali lain dia menulis dengan crayon dan dihias gambar doodle ala dia. Suatu waktu dia membuatnya dengan komputer dengan tulisan MS Words atau malah dalam bentuk gambar dengan diberi teks lewat PAINT.

Membuat daftar bisa juga tentang isi pelajarannya. Tak harus dalam bentuk rapi berurutan yang penting dapat membantu dia menata ide-ide pokok dalam pembelajaran tersebut. Bantu anak membuat daftar dengan model kesukaan dia. Jangan dipaksa atau dituntun terlalu banyak. Cukup diarahkan saja, bisa secara tersirat lewat obrolan atau pura-pura kita membuat semacam itu dan biarkan dia mencobanya sendiri. 

4. Membaca dari sumber lain
Mereka yang bergaya belajar reading/writing ini kan pada dasarnya sangat menikmati informasi yang disajikan berupa kata-kata tertulis. Jadi mereka pasti akan tertarik jika kita dorong untuk membaca dari sumber belajar lain yang relevan dengan pelajaran tertentu.
Tidak harus dari buku text book, kenalkan pada mereka bisa saja informasi diperoleh dari ensiklopedia yang menarik, buku ilmiah populer, majalah atau situs internet.

Sekali lagi jangan sodorkan setumpuk buku kemudian memaksa mereka untuk membaca. Ajak mereka untuk seolah-olah menemukan sendiri sumber yang tepat. Tentu saja caranya orang tua sebelumnya membaca isi dari beberapa alternatif yang akan diberikan ke anak. Letakkan secara acak tapi mudah untuk ditemukan anak. Lalu diskusikan isinya, saat dia teriak ‘ eh, ini sama lho dengan pelajaran IPA ku kemaren.’

Lakukakan dengan suasana santai dan menyenangkan. Hal lain yang saya ajarkan ke gadis kecil saya adalah belajar efektif membaca dengan memperhatikan ‘daftar isi’. Kelihatannya sepele tetapi ini akan membuat dia lebih cepat mencari saat memerlukan informasi.
Untuk sumber dari web, dampingi saat mengakses. Ajarkan cara menuliskan key words yang aman. Carikan pula situs-situs yang children friendly tapi penuh dengan informasi terpecaya. 

Begitulah sekedar sharing mengenai gaya belajar reading/writing.  Ingat ya , tidak ada gaya belajar yang terbaik.  Tidak bisa dikatakan bahwa satu tipe belajar dapat dikatakan lebih baik dari tipe belajar lainnya. Beberapa orang bahkan dapat teridentifikasi memiliki tipe belajar yang multiple. Maksudnya seseorang bisa saja memiliki gaya belajar yang condong Auditory sekaligus Visual.

Oya satu hal lagi, kita tidak boleh semudah itu memberi label gaya belajar pada seseorang. Perlu pengamatan yang teliti dan mendalam sebelum kita menentukan gaya belajar pada anak kita atau bahkan diri kita sendiri.

Jadi apakah anda atau anak anda bergaya belajar Reading/Writing? Yuk amati lebih mendalam dari sekarang.

You Might Also Like

20 comments

  1. Ulasan menarik nih tentang Reading/Writing ...Agar dapat membuat anak lebih cerdas kedepannya dalam hal belajar..😄

    BalasHapus
  2. Kayanya ini saya juga. Kalau anak belum tahu deh, masih 5 tahun. Jadi sekarang pun masih meraba-raba gaya belajarnya. Kalau saya amati sih anakku lbh ke visual dan kinestetik tapi audio juga bisa, ealaah bingung mamake...

    BalasHapus
  3. Bisa diterapkan ke kita² yang udah usianya mayan gini ga sih? Kayaknya bisa dicoba nih ke diri sendiri aku masuk yg mana...

    BalasHapus
  4. Gaya belajar anak sekarang begitu beragam mbak seru tapi asyik

    BalasHapus
  5. Wah baru tau juga nih, Mbak. Kalau saya kayaknya punya gaya belajar writing juga ya, dari jaman sekolah salah satu cara belajar saya adalah menulis ulang dan senang membuat daftar. Kalau untuk anak sendiri, di usianya 5 tahun sekarang, saya masih melakukan observasi.

    BalasHapus
  6. Kayaknya saya termasuk tipe reading/writing Ini, deh. Klo anak-anak saya, belum bisa disimpulkan karena masih di bawah 7 tahun semua.

    BalasHapus
  7. aku kira cara ini udah lama, soalnya dulu sekolah guru menjelaskan di depan, kita menulis, apakah itu juga disebut reading/writing? karena kadang kita pun disuruh resume dari buku yang telah kita baca. misal baca bab 1 dan dirangkum di buku. Berarti itu juga proses reading/writing ya bun? Seru ternyata jika di pelajari lagi mengenai teknik belajar, hihi. Kalau aku tipe anak yang visual, tanpa bagan atau alat peraga biasanya males belajar, wkwkwk.

    BalasHapus
  8. Sepertinya aku tipe writing/reading ini deh semasa sekolah hingga kini. Catatanku adalah hasil rangkumanku dengan kata-kata sendiri. tapi aku juga auditory, hanya dengan mendengarkan mudah mengingat. Benar ya, mengamati gaya belajar nggak bisa dengan mudah memutuskan jenis yang mana

    BalasHapus
  9. Ini aku banget. Saat membaca suka buat catatan² kecil, agar bisa membuat kesimpulan Sehingga lebih mudah diingat

    BalasHapus
  10. Aku kayaknya reading/writing. Soalnya gak bisa konsen kalau nggak sambil nulis, bikin daftar poin-poin.Kadang pakek simbol atau gambar. Plek pokoknya kayak.gitu dr jaman sekolah.

    BalasHapus
  11. Makin banyak saja teori-teori tentang gaya belajar anak. Putri bungsu saya termasuk yang manakah?
    Ia suka belajar sambil menulis-nulis sesuatu tetapi sambil dengerin musik juga.

    BalasHapus
  12. Anak q yang pertama, sepertinya punya gaya belajar reading/writing deh...tx ya mbak Dian...

    BalasHapus
  13. eh, sorry mbak Dewi...

    BalasHapus
  14. Saya banget nih. Dulu kalau belajar harus sambil mencatat.

    BalasHapus
  15. Berarti aku ..., kalau disimak dari penjabaran diatas, aku termasuk ke dalam kategori orang type Reading/Writting :)

    Termasuk kalau aku lagi nulis artikel blog, aku milih duduk menyendiri ditemoat yang sepi.
    Terus, sengaja kumatikan suara tivi.

    Di situasi sepi begitu, feel menulisku bisa keluar mengalir begitu saja :)

    BalasHapus
  16. Anak-anak saya sepertinya ga ada satupun tipe belajar ini, apa karena mereka anak laki, jadi lebih ke audio dan visual.

    BalasHapus
  17. Makasih ilmunya mbak, semoga suatu saat nanti bisa saya terapkan juga ilmu ini..
    Btw mba Dewi dari Wonogiri mana? Saya lahir di Wonogiri juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, eta..saya wonogiri kotanya. Dekat alas ketu. Kalau pulang kampung, ayoo mampir

      Hapus
  18. Hmm, baca artikel ini saya malah jadi tau cara belajar saya dulu auditory ternyata. Saya paling malas nyatet, yang penting denger gurunya jelasin insyaallah saya bisa inget. Tau nih nurun ke anak atau tidak y cara belajar ayahnya?

    BalasHapus
  19. Terima kasih bunda informasinya, anak saya gaya belajarnya apa ya? Masih suka gonta ganti sih dia belum pasti. kadang auditori, kadang kinestetik

    BalasHapus