Menghabiskan Hari di SALOKA Theme Park dan Kampung Rawa Tuntang

06.27

Dream Vacation.
Wisata Jateng di Area Tuntang.


Wah, tahu-tahu liburan sekolah sudah mau habis. Hari liburan terakhir telah kami rencanakan untuk di habiskan di Saloka dan Kampung Rawa. Save the best for the last. Yang terseru pokoknya untuk mengakhiri liburan.

Bagi anak-anak kami, wahana taman bermain seperti Saloka ini mungkin di anggap yang paling menyenangkan. Maklum, kami tinggal di kota pinggiran yang tidak ada taman bermain sebesar ini. 

Taman bermain Saloka ini letaknya di kota Tuntang. Semarang. tapi pinggiran sih. Dekat dengan kota Salatiga. 
Cuma di pinggir bis jalur arah Semarang - Solo. Dekat dengan danau Rawa Pening yang legendaris itu. Dekat pula dengan objek wisata kekinian seperti Eling Bening, Lembah Sumilir, Kampung Kopi Banaran dan Cimory. 

Bianglala Jumbo

“Waaahh... bianglala ne gede banget. Bedo karo sing nang pasar malem kae!” seru anak-anak dengan katroknya. Menunjuk-nunjuk bianglala besar yang menjadi ikon taman bemain yang katanya terbesar di Jawa Tengah ini. Langsung terlihat megah begitu masuk pintu gerbang cek tiket Saloka. Pengecekan tiket sudah modern, tinggal di tuut, tidak lagi di sobek-sobeek. Lagi-lagi anak – anak rodo ndomblong.
Tiketnya di tuut dulu yaa deek, baru boleh masuk
Ehehe maafkan ya le,nduk tidak bisa sering-sering ajak jalan-jalan ke taman bermain yang besar. Acara ke Saloka ini pun merupakan kegiatan family gathering 2019 dari tempat kerja bapaknya anak-anak. Alhamdulillah gratisan.

Tiketnya terusan sebesar Rp.150.00 per orang. Sebenarnya tidak terlalu mahal juga sih, mengingat nanti di dalamnya kita bisa mengeksplore semua wahana sepuasnya. Tanpa dipungut biaya lagi. Makanya family gathering ini kemudian dipusatkan seharian di Saloka ini saja. Biar semua puas bermain.
Tuh wawa..lihat pemandangannya. si kakak sambil momong boneka kesayangannya.
Bianglala dari kejauhan
Waktu itu kami datang pas jam sepuluhan, pas baru buka. Jadi tidak antri banget di tiap wahana. Beruntung , langsung bisa cepet ngantri di bianglala iconic ini. Pemandangan dari atas manteep, lembah, pegunungan, dan tentu saja rawa yang legendaris itu. Puterannya tidak terlalu cepat jadi bisa nyaman menikmati pemandangan. Walapun agak ngeri-ngeri sedap, karena saya itu termasuk orang yang takut ketinggian.

Hunting Dino di Lumbung Ilmu Galileo

Spot berikutnya yang kita eksplore adalah area Galileo. Welah, gek apa asyiknya ke gedung ilmu pengetahuan di tengah taman bermain? 

Saya awalnya berpikir paling juga garing disitu. Eh , ternyata anak-anak suka. Aaarrrhhh... Arrrgghhh...kepala dino meliuk liuk menyambut di atas pintu masuk. Kaget ! tapi seneng. 

Ada fosil dino tiruan di tanah penggalian, ada juga tulang dino yang disusun cukup tinggi. Walaupun bukan tulang dino asli, bungsu kami sudah cukup terkesima. Dari kecil dia paling suka dibacakan buku segala tentang dinosaurus. Bukan buku cerita , tapi ensliklopedi dino. Suka banget si thole membaca ukuran tubuh dino, apa makanannya, atau cara hidupnya.
Abyan & his Dino Dream
Ehmm seperti ini yaa fosil Dino itu

Padahal , aslinya dia itu penakut dengan suara keras. Maka setiap kali si dino ber arrgh arrghh, si thole akan menciut nyalinya, ngumpet di balik baju bapaknya. Mengintip sedikit-dikit, tapi tak juga mau beranjak pergi. Takut tapi pengen tahu.

Selain dinosaurus, ada juga diorama tentang jaman es, lengkap dengan mammothnya. Serasa di film Ice Age. Si kakak betah mengamati fun facts yang dituliskan menarik di dinding-dinding. Ada juga yang dituliskan di kotak-kotak kubus sambil bisa diputar-putarkan.
Begini nih cara kerja katrol
Ada juga percobaan sederhana teori dinamika dengan katrol. Langsung bisa di praktekkan, naik turun menggunakan katrol. Mengamati meteor warna-warni dan berbagai planet dengan teropong. Bermain bayangan di ruangan kecil berisi banyak kaca besar. Bisa juga asik menginjak-injak tuts piano besar di lantai. Yang akan berbunyi kalau di injak. Do..re..mi..fa..sol..la .. si doo

Benar seperti quotes besar di lorong masuk wahana galileo ini.. belajar ilmu pengetahuan itu paling asik dengan merasakan pengalaman langsung. 
"The only source of knowledge is Experience" - Albert Einstein.

Mengamati berbagai burung di Ecowisata Angon-Angon

Selain puluhan wahana permainan menarik, di Saloka juga ada area berkenalan dengan hewan. Tidak seluas kebun binatang sih, tapi cukup menarik untuk di eksplore dengan si kecil. Beberapa hewan seperti kuda, sapi, ikan, dan berbagai burung menarik perhatian si kecil kami.

Untuk area burung, adalah berupa dome besar dengan sungai kecil buatan untuk angsa. Letaknya tidak jauh dari bianglala raksasa tadi. Tidak sipungut bayaran jika keluarga anda ingin berfoto dengan burung. Cukup antri teratur dan minta tolong pada seorang pawang yang sangat ramah dan helpful.
Jangan lupakan pohon yang bisa bicara di dekat wahana binatang tersebut. Tentu saja bukan pohon asli ya. Di depan pohon itu ada semacam mikropon untuk menyuarakan kata-kata anda, nanti akan ada balasan suara dari pohon tersebut. Ki wesi waringin, begitu pohon itu dinamai.

Untuk ke depannya, Saloka juga akan mengembangkan area flora untuk mengamati berbagai tanaman. Sekarang sudah ada, tapi masih kurang banyak koleksi tanamannya. Menikmati tanaman sambil bisa meminjam skuter listrik. Namanya area Agrowisata Ijo Royo-Royo.

Gonjang Ganjing Favorit Kami

Sebelumnya, kami sudah mencoba perahu jamur, tapi anak-anak jadi agak bosan. Alur airnya terlalu tenang. Saya dan bapaknya anak-anak suka saja sebenarnya. Tenang mengikuti arus sungai, sambil melihat-lihat tanaman hijau dan taman bunga di pinggiran jalur.

Saya melihat beberapa oma dan opa bisa menikmati perjalanan perahu jamur ini, menemani cucu-cucu mereka. Bisa sambil ngobrol-ngobrol juga. 


Ini dia favorit keluarga kami; wahana Gonjang Ganjing. Sesuai namanya , kita tidak akan bisa duduk tenang di sini , kadang terpelanting sana sini mengikuti sungai berarus deras buatan. Perahunya bulat dengan pegangan di tengah dan berlapis karet di tepian bawahnya.

Untung antrian kali itu pas tidak banyak. Boleh sambil teriak teriak sepuasnya. Aliran sungai buatannya berkelok-kelok cukup panjang. ‘Lagiiii  ! ‘ teriak anak-anak.

Saloka ini menyebut dirinya theme park memang karena area-areanya ada temanya masing-masing. Dan uniknya semua area tema dan wahana menggunakan nama – nama dari Bahasa Jawa. 

Misalnya di area Kamayayi, disitu temanya banyak wahana yang cocok untuk anak-anak kecil usia pra sekolah atau TK. Wahana yang tidak terlalu ekstrem tapi menarik untuk anak-anak. Orang tua juga mudah mengamati. 

Kalau Gonjang – ganjing favorit kami itu ada di area bertema pesisir. Wahananya dan restorannya ada unsur airnya. Sementara untuk anak-anak usia remaja atau dewasa pasti akan betah berlama-lama di area wahana ekstrem, misalnya ada Paku Bumi dan Bengak-Bengok.

Untuk merencanakan penjelajahan bersama si kecil, bisa dilihat-lihat dulu berbagai update informasi di akun instagramnya Saloka. 

Banyak postingan yang akan membantu anda mengenali berbagai wahana di taman bermain ini.

Berwisata Kuliner di Kampung Rawa

Tempat mampir lain yang dekat dengan Saloka adalah Cimory, Eling Bening, dan Kampung Rawa. 

Mencoba makan di Kampung Rawa membuat kita seperti piknik lagi. Kampung Rawa ini berupa Restoran Apung di area yang cukup luas. Parkirannya luas, waktu itu saya barengan dengan beberapa kelompok bis pariwisata dari Jawa Barat. Beberapa mobil pribadi dan kendaran bermotor. 

Untuk menuju restoran apung, kita harus menaiki rakit dahulu yang mengikuti jalur beratali. Ada dua jalur dengan pemandu yang mudah dipanggil jika kita ingin menyeberang. Satu Rakit bisa untuk sepuluhan orang. 

Ada restoran apung utama yang paling besar, dengan beberapa restoran apumg kecil – kecil berupa saung-saung di sekitarnya. Untuk menuju saung-saung kecil tidak lagi memakai rakit kok. Ada jalan-jalan kayu yang menghubungkan dari resto apung utama dengan saung-saung tersebut. 

Menunya beragam, tapi tentu saja yang paling khas ya menu bakar-bakaran ikan. Untuk paket serombongan, nanti bisa memilih bebrapa paket yang ditawarkan. Misalnya kami memilih paket nila bakar dengan camilan gorengan. 


Nanti juga mendapat air mineral, disamping minuman-minuman pesanan kita. mungkin karena di gerbang kan ditariki bea masuk per orang tiga ribuan seingat saya. Jadi mau makan atau tidak disitu, asal memasuki area Kampung Rawa ya harus bayar bea masuk tadi. Soalnya areanya ini luas dan ada juga area  wisatanya. Misalnya bebek-bebek apung, spot-spot selfie, taman anak sederhana atau sewa perahu untuk melihat lihat sekitar rawa. Untuk memasuki area Kampung Rawa ini kita juga harus masuk dulu melewati jalan diapit persawahan. Jadi bukan di pinggir jalan gitu, yang kalau kita tidak jadi singgah bisa bablas saja.

Kami datang waktu itu pas jam makan siang. Wah tamu berjubel. Semua saung kecil sudah terisi. Pemandangan di saung-saung kecil memang lebih menyenangkan daripada di area resto besar utama. Meskipun ramai banget  begitu, pelayannya cukup sigap. Tidak terlalu lama, pesanan untuk rombongan kami sudah siap.


Untuk menikmati Kampung Rawa secara maksimal, menurut saya, sebaiknya kita mendatanginya tidak terlalu mepet pas masuk jam makan. Kita jadi bisa lebih leluasa memilih saung dengan spot pemandangan sesuai keinginan kita. Memilih yang menghadap area air dengan ikan berkecipak atau menghadap hamparan sawah yang menyegarkan rasa.

Overall, kami menikmati liburan sehari ini. Bergembira bareng anak-anak di Saloka dan kemudian melepas lelah dan lapar di Kampung Rawa. Semoga liburan kalian juga menyenangkan :)

      Salam, 



You Might Also Like

44 comments

  1. Wahana gonjang ganjing kayaknya mantap tuh, cmn seperti perlu bawa baju ganti yah. Khawatir kecebur hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bang.. Sengaja menceburkan diri kalii ☺

      Hapus
    2. hush hush... pulang kang Asep. lilin udah mo mati wkwkwkw

      Hapus
    3. Ditunggu channel youtubenya nih
      Biar lebih seru petualangannya

      Hapus
    4. ha .. haa.. asal bukan video kejebur ya

      Hapus
  2. Eh ko sama sih anakku aja perempuan lagi suka banget vsesuatu tentang Dino. Whaa kalau diajak ke sana pasti seneng sekali. Jawa Tengah ya di kota apa sih ini mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Tuntang, mbak. Semarang, tapi pinggiran dekat Salatiga. Dekat Rawa Pening yg terkenal bgt itu

      Hapus
    2. Saya juga senang jika diajak

      Hapus
  3. Mbak,lain kali disebutkan lokasinya, akses ke sana bagaimana dan seputar info itu ya..Biar saya juga bisa ke situ hehe
    Ini murah kalau terusan 150 ribu. Karena wahananya lengkap tuh:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okee deh, saking senengnya habis dari situ sampai lupa info alamatnya. Ehehe
      Nanti taklengkapi yaa mba dian.
      Yyuk main main ke sini bersama keluarga

      Hapus
  4. Saya sudah pernah ke Saloka Mbak Dewi. Tetapi waktu itu masih berbenah sana-sini. Baru grand opening, jadi belum komplit wahanannya. Waktu itu kami hanya di pelatarannya saja. Mau masuk sudah agak kesorean. Ternyata sekarang dah bagus banget ya. Jadi pengin nyoba ke sana lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak sekarang sudah mulai lengkap. Tapi masih pengembangan juga sih

      Hapus
  5. Saloka itu tepatnya dimana Mba? Jawa Tengah kan luas ya🤭 Klo melihat wahananya, sama dengan Dunia Fantasi di Jakarta.
    Bahagia ya Mba, bisa memyenangkan anak2 dg berlibur bersama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Tuntang bunda, Semarang. Tapi pinggiran dekat Salatiga.
      Iyaa nih , bersyukur anak anak sukaa

      Hapus
  6. Saloka Theme Park ini kelihatannya sedang booming ya, Mbak. Beberapa kali di beranda Facebook banyak teman-teman yang membawa keluarganya berlibur kesana. Yang bikin aku tertarik saat membaca tulisan ini adalah penamaanya yang Njawani banget.

    Unik lho, ini. Jarang kan wahana besar yang masih membawa identitas lokalnya. Rata-rata nginggris terus. Ini tepatnya ada di kota mana sih sebenarnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kota Tuntang, Mbak. Semarang..tapi pinggiran sih. Dekat dng kita Salatiga.
      Cuma di pinggir bis jalur arah Semarang - Solo. Dekat dengan danau Rawa Pening yang lehendaris itu.

      Hapus
  7. Apa? Saloka dekat dengan cimory? Tahu gitu mending ke Saloka aja kemarin habis dari Cimory. Saya penasaran mau coba wahana gonjang-ganjingnya. Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa deket bgt lho mbak sama Cimory. Ayoo berlibur lagi ke Tuntang Semarang 😘

      Hapus
  8. Mupeng dengan Kampung Rawa-nya. Sepertinya asyik sekali makan di resto terapung seperti itu. Mirip-mirip Floating Market, yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, menyenangkan makan sambil berasa agak anjut anjutan di atas air. Pemandangannya segeer pula

      Hapus
  9. wisata kuliner itu paling asyik. Mata kenyang perut apalagi hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehehe..gak capek pulaa. Anak senang, bapak ibu juga kenyang

      Hapus
  10. Mantap banget wahananya mbak. Keren. Saya suka parno sama bianglala apalagi jumbo kayak gitu. Ngebayangin naik saja sudah jantungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ssstt..saia itu sebeneernya dah keringat dingiin. Ndredeg. Tapi trus lihat pemandangannya jadi agak tersamarkan parno nya ☺

      Hapus
  11. Jangankan anak-anak, aku yang sudah #ehem rada tuwir aja masih suka main di wahana taman bermain. Hehe.

    Ngomong-ngomong tempatnya bagus, Mbak. Selain ada wahana bermain, tempatnya asri dan edukatif sekali. Aduh, jadi pengen cepat-cepat punya anak, biar bisa ajakin anak ke sini.😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya.. Ternyata walaupun sudah tuwir, tetap ada sisi kanak kanak di dalamnya

      Hapus
  12. Itu di Jateng ya. Lengkap juga. Dikirain Dino hanya ada di malang Jatim park

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya vicky, tapi area dino nya ya tidak seluas yg di Jatim Park yaa

      Hapus
  13. asik juga lokasi wisatanya… mendidik sekaligus menghibur untuk anak anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya masih bisa banget di kembangkan agar lebih menarik dan edukatif.

      Hapus
  14. Wahhh serem banget naik itu, gak berani ak hmmh :(

    BalasHapus
  15. Waah ternyata di Semarang ada wisata sekomplit ini. Mudah-mudahan bisa ke Kampung Rawa. Terima kasih infonya, Mbak Dewi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak metha. Ayo mampir kalau pas jalan ke sekitaran Semarang atau Salatiga

      Hapus
  16. Menyenangkan banget liburannya. Pas banget yang terbaik di hari akhir liburan.

    BalasHapus
  17. Seru ya tempatnya. jadi pengen berkunjung juga kesana kalau ke semarang.

    BalasHapus
  18. Wah kalau kesini harus seharian, kalau nggak gitu nggak puas rasanya menikmati seluruh wahana

    BalasHapus
  19. Wah semakin keren aja ya Semarang?
    Saya baru denger tentang SALOKA Theme Park dan Kampung Rawa Tuntang, nampaknya kunjungan ke Semarang berikutnya, mau mampir kesana ah

    BalasHapus
  20. wuih bagus banget ada fosil dinonya juga

    BalasHapus
  21. Ada hal menarik dari tulisan ini. Letak kemenarikan yang saya maksudkan ialah dokumentasi digital.

    10 tahun kemudian ini akan menjadi sebuah memori, dulu pernah ke sini, apabila situasinya telah berubah karena pembangunan setidaknya ini menjadi sebuah refleksi yang menarik.

    Anak anak akan melihat potret diri, saat didekap dengan penuh cinta oleh sang ibu dan diawasi dengan sabar oleh ayahanda tercinta dan semoga anak anak mbak kelak melihat cinta yang luar biasa itu dari orang tua yang luar biasa seperti mbak dan masnya. Salam hangat untuk keluarga kecilnya dari kami di Jakarta👨‍👨‍👧‍👧

    BalasHapus
  22. Tiket terusannya murah sekali. sangat terjangaku
    Sungai buatannya juga menarik sekali
    wah kalau dekat ,saya kesana nih

    BalasHapus
  23. sangat2 menarik. bagus bawa anak2 untuk tambah ilmu. harga pun murah👍

    BalasHapus
  24. harga tiketnya cocok untuk kantong, untuk tempat bermain sekaligus pembelajaran cocok ini

    BalasHapus