Hadiah Regrants Istimewa dari SEAMEO QITEP in Language

08.17

Mau menulis penelitian di bidang bahasa dan didanai? Ada beberapa proyek yang dapat anda ikuti untuk hal itu. Salah satunya adalah Seameo Qitep in Language Grants. Saya telah mencobanya dan Alhamdulillah berhasil tembus mendapatkan grants atau dana hibah tersebut di tahun 2018 untuk katagori Praktik Baik. Untuk sekedar berbagi bahagia, ini dia cerita lengkapnya.

Berkenalan dengan SEAQIL

SEAQIL adalah kependekan dari SEAMEO QITEP in Language. SEAMEO itu adalah semacam organisasi menteri pendidikan se-Asia Tenggara ( Southeast Asian Ministers of Education Organization). Sedangkan kata QITEP itu singkatan dari  Quality Improvement for Teachers and Education Personnel. Jadi SEAQIL atau QITEP in Languageitu maksudnya bagian SEAMEO yang merupakan pusat regional untuk peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan  di bidang bahasa.

SEAQIL berdiri sejak tahun 2009. Lembaga ini berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan guru pengajar  bahasa Indonesia dan bahasa asing, tidak hanya bahasa Inggris saja, tapi juga Bahasa Jerman, Jepang, Mandarin dan juga Bahasa Arab. Selain itu SEAQIL juga berperan untuk mendukung pelajar asing yang mempelajari Bahasa Indonesia.

Kiprah SEAQIL selalu berpaya sejalan dengan misinya, yaitu SEAQIL sebagai pusat pengembangan profesionalisme yang inovatif dalam pendidikan multibahasa dan multiliterasi. Ini ditujukan bagi guru bahasa dan tenaga kependidikan.

Misinya pun jelas , yaitu SEAQIL berupaya untuk menyediakan pengembangan profesionalisme yang berkualitas melalui berbagai cara inovatif dalam berbagi sumber daya, penelitian dan pengembangan, serta jejaring.

Program – Program Unggulan SEAQIL

SEAQIL REGRANTS

Yang dimaksud dengan SEAQIL REGRANTS adalah program dana hibah penelitian yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh SEAQIL.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaring penelitian berkualitas dalam bidang pendidikan bahasa di kawasan Asia Tenggara.

Siapa saja yang layak untuk mengikuti program ini?
SEAQIL REGRANTS mengundang para pengajar dan tenaga kependidikan yang peduli dalam peningkatan kualitas bidang bahasa. Guru pengajar bahasa di SMP dan SMA/SMK memiliki kesempatan untuk menjadi penerima hibah berfokus pada pengembangan dan/atau penggunaan keterampilan berpikir tingkat tinggi di bidang pengajaran dan pembelajaran bahasa Indonesia dan bahasa asing (Arab, Inggris, Jerman, Jepang, Mandarin, dan Prancis).

Waktu itu saya mendaftar untuk SEAQIL REGRANTS 2018 sekitar bulan Juni 2018. Penyerahan formulir permohonan dan proposal penelitian: 22 Juni 2018. Ada dua katagori yang bisa dipilih, Praktik pengajaran terbaik (best practice) dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Program SEAQIL REGRANTS ini dialokasikan untuk 25 laporan pelaksanaan pengajaran bahasa berbasis HOTS terbaik dan 25 proposal penelitian pengajaran bahasa berbasis HOTS terbaik.
Saya memilih untuk katagori best practice, karena bagi saya lebih mudah menceritakan apa yang sudah saya lakukan di kelas daripada menyusun sebuah proposal penelitian PTK di bidang bahasa. Saya memilih untuk menceritakan pengalaman mengajar dengan teknik Photovoice dalam mengajar teks Hortatory Exposition.
Eksebisi Photovoice
Menurut saya , dalam menyusun laporan, kuncinya adalah mencermati juklak nya. Saya terbiasa membaca berulang – ulang petunjuk pelaksanaan sebuah kegiatan sebelum mulai menulis. dengan mengikuti juklak, alur laporan kita akan lebih sistematis selingkung dengan arahan penyelanggaranya.

Tips lainnya adalah mencari sumber teori pendukung yang terpercaya, lebih baik buku referensi atau jurnal internasional yang terpercaya seperti SAGE. Jangan terlalu banyak sumber dari websites yang kurang terpercaya. Saya malah beberapa menggunakan buku – buku referensi keluaran pemerintah saja, dan beberapa buku yang ada di perpustakaan sekolahan. Beruntung saya mendapat tambahan sumber jurnal yang terpercaya dari Bapak Dosen Handoyo waktu saya ikut workshop NEEW di UNS  sebelumnya.

Dan satu lagi yang terpenting, jangan pernah mencoba untuk copy paste dari penelitian lain. Lebih baik menulis dengan gaya kepenulisan kita sendiri dengan mengikuti juklaknya.

Laporan akhir untuk SEAQIL REGRANTS
Sebuah kejutan besar bagi saya ketika membaca pengumuman penerima hibah pada 9 Juli 2018. Nama saya ada di dalam daftar penerima grants itu, bersama dengan sepuluh lainnya di katagori Praktik Baik Pengajaran. Ini agak turun dari alokasi sebelumnya yaitu 25 penerima di katagori Praktik Baik Pengajaran. Jumlah besar penerima adalah pada katagori proposal Penelitian di bidang bahasa, yaitu sejumlah 39 orang.

 Setelah itu penerima dana hibah melakukan pelaporan secara berkala. Penyerahan  laporan  kemajuan  penelitian adalah sekitar 17 – 21 September 2018. Dan ditutup dengan penyerahan laporan akhi pada  14 – 16 November 2018.

Karena ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali, maka program SEAQIL REGRANTS berikutnya akan ada pada tahun2020 mendatang. Berarti anda bisa mulai bersiap – siap mengumpulkan ide nih. Teknik pembelajaran apa yang akan anda terapkan. Kemudian baca banyak buku dan referensi tentang teknik atau metode yang anda pilih itu. Jangan lupa pantau terus di web SEAQIL.

AISOFOLL (Annual International Symposium of Forein Language Learning)

AISOFOLL adalah simposium tahunan yang diselenggarakan oleh SEAQIL. Tujuannya untuk menyediakan forum ilmiah bagi para ahli dan pelaku pendidikan bidang pengajaran bahasa asing. Dengan adanya AISOFOLL, diharapkan agar para peserta simposium dapat bertukar ide, pengetahuan, dan berbagi pengalaman terkait pengajaran bahasa.

Setiap tahun, tema- tema yang berbeda menjadi bahan diskusi oleh pembicara utama (keynote speakers) dan penyaji makalah (presenters).  Tahun 2019 ini tema AISOFOLL adalah  ‘Taking Students’ Thinking to Higher Levels Through Creative Language Teaching.’ Ini adalah gelaran AISOFOLL yang ke sepuluh. Diselenggarakan di Grand Savero Hotel, Bogor, pada tanggal 16 – 17 Oktober 2019.
Berfoto bersama presenter dan keynote speakers AISOFOLL10
Saya sungguh merasa beruntung dipilih menjadi salah satu pembicara (presenter) di acara ini. Hanya 10 dari limapuluh penerima dana SEAQIL Regrants yang kemudian dundang untuk AISOFOLL ke 10 ini. Dengan hati penuh deg-deg an tak karuan, saya memutuskan berangkat.

Dari bandara Adi Sumarmo Solo, saya mendapat teman barengan guru dari SMA N 1 Solo, yaitu bu Fera dan bu Shinta. Kami berangkat dari Solo pada tanggal 15 Oktober, dengan penerbangan pukul empat sore  dan sampai Bandara Halim Jakarta limapuluh menit kemudian. Dari Halim kemudian kami langsung naik Damri menuju Bogor. Naik DAMRI ini cukup nyaman dengan harga terjangkau. Sampai di Bogor menjelang malam dan kami berjalan kaki saja menuju hotel karena jaraknya tidak terlalu jauh. Dekat Botani Square saja, di depan Kebun Raya Bogor yang termasyur itu. Plusnya jalan kaki itu; kita bisa foto-foto dulu di spot yang cantik.


Paginya acara di buka oleh pimpinan SEAMEO QITEP in Languange, yaitu Bapak Dr Bambang Indriyanto. Dilanjutkan dengan penampilan dua key note speakers . Yang pertama adalah Prof Datuk Dr N.S. Rajendran dari Unversiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia.  Yang kedua , Dr. ONO Yuichi, dari Unversity of Tsukuba, Jepang. Sungguh ilmu yang berharga yang kami peroleh dari dua pembicara handal itu.

Setelah pembukaan dan penampilan keynote speaker, acara dilanjutkan dalam empat ruangan yang berbeda untuk sesi parallel. Tiap ruangan terdiri dari 3 atau 4 presenters. Saya sendiri tampil di hari kedua.

Pada hari berikutnya, tanggal 17 Oktober, acara dimulai tepat waktu untuk mendengarkan dua keynote speakers yaitu Mrs. Mary Jo Ann dari Singapura dan Prof. Dr Muhammad Kamrul Kabilan dari Universiti Sains Malaysia dan Mr Reiner dari perwakilan Goethe Insitut. Mereka memaparkan tentang perlunya berusaha menjadi kreatif saat melakukan pembelajaran di kelas untuk meningkatkan pemikiran kritis siswa.


Kembali, setelah penampilan keynote speaker, acara dilanjutkan dalam empat ruangan yang berbeda untuk sesi parallel. Awalnya saya teralalu gugup dan rendah diri untuk mengikuti acara ini. Tetapi semua presenter saling mendukung dengan suasana berbagi. Bahkan para key note speakers pun ramah meski di luar sesi. AISOFOLL ini benar-benar acara bergizi untuk merefresh para pengajar bahasa dari wilayah ASEAN.
Apa saja contoh penelitian yang dipresentasikan saat AISOFOLL 10 dapat dibaca di artikel berikut : 
Contoh Ide Penelitian di Bidang Bahasa untuk PTK dan Best Practice

Kami pulang tanggal 18 Oktober paginya dengan hati bahagia dan penuh syukur diberi kesempatan mengikuti AISOFOLL 10. Dengan impian berharap bisa bergabung lagi dengan AISOFOLL tahun depan.

Pelatihan Metodologi Pengajaran 

Selain kedua program unggulan di atas, SEAQIL juga mengadakan diklat metodologi pengajaran bahasa untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru mengenai metodologi pengajaran bahasa asing (bahasa Arab, Jerman, Jepang, Mandari dan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing),

Dalam pelatihan ini, peserta diklat akan memeroleh pengetahuan yang lebih luas terkait penyusunan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan sistem penilaian. Saya belum pernah mengikuti progam pelatihan ini, jadi saya belum bisa bercerita banyak. Pastikan anda mengikuti terus web berikut ini.

Dengan SEAQIL, saya merasa terbantu untuk memberanikan diri menulis penelitian untuk kemudian disampaikan di simposium internasional. Anda tertarik? Silakan pantau terus web SEAQIL yaa: http://web.qiteplanguage.org/

Salam Belajar,






#blogjadibuku
#bukansekedaroemarbakri
#day8

You Might Also Like

15 comments

  1. Keren deh. Mis Juli kudu ikutan kalau ada program kayak begini lagi. Hehehe

    BalasHapus
  2. Wah keren Mbak bisa ikut proyek penelitian kemudian menyampaikan hasilnya di forum internasional, udah gitu didanai pula, tapi ini khusus guru bahasa ya?. Semangat Mbak, semoga bisa terus menginspirasi & menghasilkan karya-karya yang bermanfaat

    BalasHapus
  3. prok..prok..prok...keren abis mbak. Dulu pas kuliah semangat ikut beginian. sekarang? jangan di tanya, fokus bikin MPASI aja, hehe

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya Mbak Dewi. Jadi banyak tahu tentang SEAMEO QITEP. Saya harus baca lagi pelan², soalnya infonya lengkap. Cus intip web-nya juga...

    BalasHapus
  5. Wah ada ya lembaga yang membiayai penelitian di bidang bahasa? Makasih infonya mba, ini nanti saya bagi deh infonya ke teman yang memang punya passion disana

    BalasHapus
  6. referensi yang terpercaya bisa meningkatkan nilai untuk karya-karya ilmiah. minimal dipandang "niat" sama orang. lembaga ini memang dikhususkan untuk orang-orang yang fokus dengan pendidikan ya mbak?

    BalasHapus
  7. Masya Allah ya Mbak Dewi,,, seolamat yaaaaa...
    Btw, bisa donk ya siap-siap dari sekarang untuk event 2020 mendatang...
    Mbak dewi ikut lagi yaaa tahun depan? semoga sukses ya mbak...

    BalasHapus
  8. Mbak jujur meski enggak terlalu mudeng aku tapi salut padamu.
    Keren bangets.
    Selamat ya, Mbak.
    Barakallah untuk semua ilmu dan penghargaan yang didapat. Tetap semangat menginspirasi sesama.

    BalasHapus
  9. Wah, keren banget, Mbak. Masya Allah. Programnya juga keren, memfasilitasi para pendidik untuk show memberi pembaruan.

    BalasHapus
  10. Wah, semakin melesat saja nih Mbak Dewi. Benar-benar bukan guru biasa :)
    Salut pada pencapaiannya dan pengalaman tak terlupakan spt ini sangat menginspirasi yg membacanya. Keren :)

    BalasHapus
  11. Wah, aku kok baru tahu ya program keren ini, semoga yang di desa-desa juga bisa ikut sehingga kualitasnya juga meningkat ya mbak

    BalasHapus
  12. Waah, keren banget mbaaak. Aku kagum sekali dengan dirimu. Sukses terus ya, mbakm

    BalasHapus
  13. Wahh, pencapaian yang keren banget, Mbak. Seandainya bisa untuk non guru, diriku naksir, nih hehehe...

    BalasHapus
  14. Balasan
    1. Sering sering buka webnya seameo qitep in languange mbak. Ikuti juga media sosial mereka, di FB ada, ig, twitter dan youtube. Banyak info dan ilmu dibagikan secara berkala. Terimakasi sudah singgah di blog sefmderhana ini :)

      Hapus