Menerapakan Blended Learning pada Pembelajaran Menulis Puisi

07.37


Namanya juga blended, jadi isinya adalah blend atau campuran teknik pembelajaran. Dalam beberapa referensi, campurannya itu merupakan gabungan yang harmonis antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dengan metode daring (online).

Tetapi Blended Learning itu bukan sekedar seperti itu saja, seperti penjelasan Prof. Dr. Muhammad Kamarul Kabilan dari Universiti Sains Malaysia di acara  Aisofoll 10 (Simposium Pembelajaran Bahasa Asing) yang diselenggarakan tahunan oleh Seameo Qitep in Language tanggal 16 – 17 Oktober lalu di Hotel Grand Savero Bogor.

Menurut Dr. Kabilan, kegiatan blended – atau campurannya itu juga bisa berkaitan dengan menggunakan penugasan secara invidual, kemudian di kegiatan berikutnya berganti menjadi penugasan berkelompok atau berpasangan. Beliau juga menekankan untuk melibatkan pembelajaran aktif atau melakukan project tertentu untuk ranah praktiknya.

Blended Learning itu Bukan Sekedar E-learning

Karena dalam framework Blended Learning yang dikemukakan Graham (2006) itu berkaitan dengan pembelajaran daring, istilah Blended Learning kemudian kadang disamakan begitu saja dengan konsep E-Learning.


Dr. ONO Yuichi, akademisi dari University of Tsukuba Japan dalam Aisofoll 10,  mendorong pengajar untuk mengintegrasikan  ICT untuk meningkatkan proses pembelajaran berbasis HOTS. Tetapi, bukannya terus keseluruhan pembelajaran dilakukan secara daring , lho ya. Kalau terus-terusan menggunakan internet secara daring itu disebut e-learning. Bukan blended learning.

Dr. ONO Yuichi menyatakan bahwa guru itu harusnya kreatif. Dengan memadu padankan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran secara daring dan melibatkan ICT. Dengan blended learning semacam ini, diharapkan pembelajaran menjadi lebih menarik dan meaningful, dan bisa mendorong siswa untuk berpikiran kritis dan kreatif.Jadi Blended Learning itu sisi baiknya adalah dia tetap menekankan interaksi sosial tanpa meninggalkan aspek teknologi.

Pembelajaran menulis Puisi dengan Blended Learning

Pembelajaran membaca dan menulis puisi akan terasa sangat membosankan jika terus menerus dilakukan secara metode ceramah saja dilanjutkan membaca puisi dalam hati lalu menjawabi pertanyaan.

Metode tatap muka dengan ceramah bukannya jelek, hanya saja jangan di pakai terus menerus. Metode tatap muka memiliki kebaikan dalam hal ini bisa memungkinkan diskusi secara langsung antara guru dan murid. Feedback dan konfirmasi bisa dilakukan secara terbuka dan langsung.Untuk variasi, kita bisa mencoba blended learning untuk pembelajaran menulis puisi.

Begini urutan pembelajaran yang dapat kita terapkan di kelas:

  • Siswa didorong untuk membaca beberapa contoh puisi di fitur Karya Bahasa & Sastra  di https://belajar.kemdikbud.go.id. Judul yang dapat disarankan, misalnya Buku kumpulan puisi berjudul Mutiara Tiga Penjuru. Ini kegiatan individual. Kegiatan ini mendorong kemampuan literacy siswa.


  • Setelah kegiatan membaca, ganti ke group activity. Siswa dimasukkan dalam kelompok-kelompok kecil. Arahkan kelompok untuk berdiskusi. Saat berdiskusi, anggota kelompok menunjukkan puisi yang paling disukai di buku tersebut. Dituliskan di lembar kerja kelompok. Kegiatan memilih puisi ini membuat siswa belajar menentukan berdasar penilaian pribadi.
  • Tiap anggota kelompok saling menceritakan isi puisi yang mereka sukai ke anggota grup. Kegiatan ini mendorong kemampuan komunikasi siswa.
  • Dari puisi-puisi yang dipilih oleh para anggota kelompok, mereka diminta untuk menyepakati satu puisi terbaik versi group itu. Kegiatan ini mendorong siswa untuk berfikiran kritis dengan kemampuan memberi penilaian.

  • Puisi yang terpilih kemudian dianalisis, untuk menentukan temanya, gaya bahasa, dan pesan moral dari puisi tersebut.
  • Hasil analisis dipresentasikan dengan berbantu powerpoint. Kelompok lain memberi komentar singkat. Guru memberi feedback.
  • Untuk penugasan, siswa diminta menulis puisi dengan tema menulis tentang hal keseharian atau yang akrab dengan diri siswa.
  • Untuk menambah wawasan siswa tentang materi menulis puisi, siswa bisa mengakses blog milik guru pada postingan berjudul LANGKAH MUDAH MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK LDA di link berikut https://saungbelajaraisyah.blogspot.com/2019/07/langkah-mudah-menulis-puisi-dengan.html
  • Siswa secara individu diminta mempraktekkan teknik menulis puisi seperti yang dipaparkan di blog. 

  • Di akhir siklus kegiatan ini, siswa mempresentasikan dengan membaca keras hasil puisi yang telah mereka tulis.
  • Karya tertulis siswa kemudian ditayangkan di majalah dinding. Tiga karya terbaik dimuat di majalah sekolah.

Contoh Tulisan di Fitur Karya 

Ini merupakan fitur pendukung yang ada dalam Portal Rumah Belajar. Di dalamnya tersedia beberapa karya sastra baik berupa prosa maupun puisi.  Salah satunya adalah buku antologi puisi Mutiara Tiga Penjuru.

Antologi ini merupakan kumpulan hasil karya siswa yang berupa karya puisi dari kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, dan Gunungkidul. Buku ini memuat 434 karya siswa yang tulisan-tulisan tersebut, antara lain membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan remaja dan dunianya, misalnya tentang lingkungan sosial, lingkungan alam, kepahlawanan, kritik sosial. Antologi ini juga dilampiri dengan tujuh makalah tutor.

Ini salah satu contoh puisinya. Sebuah puisi sederhana tentang teman baru. Sebuah tema yang akrab dengan kehidupan persahabatan remaja di bangku sekolah.

KAWAN BARU

Kupacu mesin merahku
Mengejar waktu yang terus melaju
Menembus dingin berlangit biru
Tak kusangka rekan – rekanku telah menunggu

Terlihat dua kotak besar beroda
Yang telah terparkir di depan sana
A little bit more
Kami berkumpul menjadi satu

Yang datang dari segala arah
Tertawa, bernyanyi, kami bersama

Belajar mendayung perahu
Lewati laut asam di sebatang kayu
Meniti dua sejajar bambu
Berpegang tali di seutas teguh

Udara dingin menerpa tubuh
Pun di sesekali rengkuh
Duh,
A litle bit more
(karya Ratna Murni Asih SMA N 2 Yogjakarta)

Masih ada beberapa contoh karya antologi lain di fitur ini misalnya:


  • Meteor

Antologi puisi ini merupakan hasil dari kegiatan Bengkel Sastra Indonesia yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Yogjakarta. Ada beragam topik yang diangkat dalam buku ini. Misalnya persolan cinta, moralitas, flora, fauna , dan transportasi.

  • Ragam Jejak Sunyi Tsunami

Buku antologi puisi yang menjadi semacam perwujudan solidaritas sosial terkait dengan peristiwa tsunami di Aceh.

Ada juga antologi puisi berbahasa Jawa yang biasa disebut geguritan. Puisi-puisi berbahasa Jawa ini akan cocok untuk bahan ajar pembelajaran Bahasa Daerah. Berikut ini contoh-contoh puisi berbahasa Jawa yang bisa kita nikmati:

  • Rembuyung

Sebuah buku antologi geguritan dan macapat karya para guru SLTP dan anggota Sanggar Sastra Jawa Jogjakarta. Ini merupakan salah satu prosuk dari kegiatan bengkel sastra Jawa.


  • Aku Cinta Jawa Tengah

Sebuah karya antologi Puisi Jawa yang dikumpulkan dan diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Isinya beragam dan menarik

Itulah tadi sebuah variasi pembelajaran untuk KD tentang puisi. Kegiatan tatap muka di blend atau dibaurkan dengan kegiatan pembelajaran daring melalui blog dan Rumah Belajar. Belajarnya bisa di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.

Pembelajaran blended learning di sini juga membaurkan kegiatan yang bersifat invidual dengan kegiatan diskusi secara berkelompok, dengan kegiatan akhir berupa karya tulisan puisi dan kemudian membaca karyanya di muka umum. Untuk contoh lain tentang penerapan blended learning berbantu blog dan Rumah Belajar yang lain, anda dapat membaca postingan berikut : Mencoba Blended Learning Berbantu Blog dan Rumah Belajar

Tertarik untuk mencoba? Ayo temukan blend atau bauran versi kamu sendiri.

Salam,







#blogjadibuku
#bukansekedaroemarbakri
#day5

You Might Also Like

1 comments