Saung Belajar Aisyah

    • Home
    • ruang keluarga
    • ruang kelas
    • ruang baca
    • ruang menulis
    • ruang impian

    Technology is just a tool. In terms of getting the kids working together and motivating them, the teacher is the most important. – Bill Gates.



    Teknologi itu hanyalah alat. Tujuannya untuk membuat anak-anak bisa bekerja sama dan memotivasi mereka, anda – sebagai guru –tetap  yang paling penting.
    Setujukah anda semua dengan ‘quote’ tersebut?

    Orang sesukses dan secanggih Bill Gates menyatakan bahwa guru lah yang utama. Jika kita memanfaatkan teknologi untuk media pembelajaran,  itu hanyalah alat. Maka, sebuah media, secanggih apapun – ide otak tercanggih utamanya adalah : guru. 

    Guru adalah content creator terbaik yang paling mengerti apa yang dibutuhkan oleh murid-muridnya. Membuat konten tidak hanya masalah kurikulum, di situ harus dilibatkan juga pandangan dan perasaan guru terhadap kemampuan dan karakteristik muridnya.

    Termasuk dalam pemanfaatan blog ini. fokus utamanya adalah di konten anda. Isi dengan konten yang sesuai dan yang penting bisa memotivasi siswa untuk belajar lebih baik. itulah mengapa saya pede memakai media blog ini. Walaupun teknologinya sederhana, tapi sudah cukup membantu untuk memotivasi siswa belajar bahasa Inggris. 

    Adakah anda sudah mempunyai blog? Beberapa guru mungkin malah sudah mempunyai blog yang sudah TLD, menggunakan hosting berbayar, yang tentu saja kualitasnya lebih baik. Saya sendiri masih nyaman menggunakan blog gratisan dari Blogger, Alhamdulillah sejauh ini masih lancar di pakai untuk pembelajaran. Bisa juga dipakai untuk menulis artikel-artikel lain untuk saya mengembangkan belajar menulis.

    Mempunyai blog juga membantu saya saat sekolah di harusnya dilakukan secara jarak jauh selama  adanya wabah covid 19 ini. Saya menggunakan blog sebagai media untuk pembelajaran jarak jauh.

    Apa itu blog?

    Kalau secara teknis, blog itu singkatan dari web log. Sederhananya, blog itu seperti kita membuat website pribadi, seperti punya penerbitan majalah atau buku secara online milik kita sendiri.

    Weblog atau blog dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran yang bersifat opensource mudah untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna. Melalui blog, siswadapat mengakses informasi belajar dan meningkatkan keterampilan teknologinya, berbagi dan menggunakan ulang konten-konten pembelajaran.

    Kelebihannya:
    1. Bisa gratis. Yang paling sering dipilih adalah Wordpress atau Blogger. Saya pakai Bogger.
    2. Mudah bagi guru untuk mengisi konten
    3. Mudah disisipi gambar atau video pendek
    4. Mudah ditautkan dengan Channel YouTube kita atau Google Form yang kita buat.
    5. Siswa mudah mengakses, rata –rata template di blogger sudah mobile friendly. Mudah  dan ringan diakses lewat HP.
    6. Siswa dengan mudah dapat mengakses ulang sewaktu-waktu ingin mempelajari ulang.
    Sebelum wabah ini, saya sudah menggunakan blog untuk beberapa KD. Tidak semua KD pakai blog agar tidak bosan. Bisa dipakai bergantian dengan media lain.

    Untuk keadaan wabah ini, saya bisa memanfaatkan blog untuk pembelajaran jarak jauh secara daring. Siswa bisa membaca materinya dulu, mengamati gambar, mendengarkan video pembelajaran yang saya tautkan ke blog. Baru kemudian siswa mengerjakan latihan dengan soal yang saya buat di Google Form kemudian ditautkan ke blog.

    Google form bisa untuk membuat soal berbentuk pilihan ganda atau esay, bisa juga meminta untuk mengumpulkan dalam bentuk gambar atau rekaman suara. 



    Bisa juga, setelah mempelajari materi di blog, siswa diminta mengunggah karya atau penampilan mereka melalui instagram post dengan hastag tertentu dan mention gurunya.

    Disamping kelebihan tersebut, menggunakan blog dalam pembelajaran juga mempunyai kekurangan. Salah satunya adalah komunikasi dua arahnya agak terbatas dan kurang luwes. Kolom komentar di blog memang membantu, tetapi kalau muridnya ratusan dari berbagai kelas seperti saya, komunikasi dua arah lewat kolom komentar di blog kurang membantu.

    Untuk menyiasatinya, kita bisa mengkombinasikan dengan media  lain, seperti WA group, Ig, atau Zoom. Bisa disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan siswa.

    Karena ada beberapa rekan guru yang bertanya, berikut ini saya coba share cara membuat blog, membuat artikel dan menautkan Google Form ke blog. Saya bukan profesional blogger, jadi ini hanya berupa penjelasan sederhana saja berdasar pengalaman. Semoga ada sedikit manfaat.

    Cara membuat blog Membuat Blog

    Bagi yang ingin mempunyai blog di laman Blogger.com , begini cara membuatnya:
    1. Klik blogger.com
    2. Kik tombol buat blog (atau get started)
    3. Mengisi form, nanti diminta ngisi alamat email, nama panggilan, ulang tahun, dan verifikasi chaptcha. Klik lanjutkan
    4. Mengisi data blog yang akan dibuat. Nati diminta untuk menuliskan judul blog anda dan alamat url nya. Klik lanjutkan
    5. Pilih template, atau tema tampilan.ada banyak pilihan. Klik lanjutkan.
    Atau bisa juga anda search video tutorial membuat blog di internet untuk lebih jelasnya.

    Cara Menulis Artikel Untuk Konten di Blog

    Secara dasar, begini cara saya menulis artikel di blog : 
    1. Klik bagian new post 
    2. Tulis bagian judul
    3. Isi bagian tengahnya. Bisa menulis langsung. Bisa ditulis dulu di Ms. Words trus di copy. Masuk kembali ke Blogger, pakai paste special – paste as plain text. Saya pernah di beritahu teman bahwa dengan cara ini, artikel kita tidak akan dianggap jiplakan.
    4. Bisa disisipkan gambar atau video.
    5. Bisa di tautkan (embed) dengan soal online yang mudah dibuat di google form.
    6. Bisa juga di tautkan (embed) dengan video pembelajaran kita yang sudah di upload di youtube.
    Berikut contoh tampilannya di blog saya :

    Desain Pembelajaran dengan Media Blog

    Alur pembelajaran melalui media blog, pada dasarnya bisa mengikuti pola pembelajaran Blended Learning. Sintak blended learning bisa terdiri dari tiga hal utama
    Seeking of Information (Pencarian informasi)
    Aquisition of information (menemukan, memahami, serta mengkonfirmasi informasi yang didapat dengan ide atau gagasan yang ada di pemikiran siswa kemudian menginterpretasikannya)
    Synthesizing of knowledge (mengkonstruksi ide -ide dan hasil interpretasinya bisa menggunakan fasilitas online/offline)
    Berikut ini bagan Learning Path Model Pembelajaran Blended Learning Menggunakan Blog dari modul Rancangan Model Pembelajaran Blended Learning dengan Menggunakan Blog di Sekolah Inovatif yang diterbitkan oleh Pustekom Kemendikbud tahun 2019 :
    Untuk proses mencari informasi, selama pembelajaran jarak jauh ini, siswa melakukannya secara mandiri. Guru memberikan tautan blognya ke siswa untuk dipelajari di rumah. Materi blog saya sesuaikan dengan KD di kurikulum. Saya mengajar bahasa Inggris, jadi untuk memperkaya materi, saya menambahkan gambar, podcast , video pembelajaran dan latihan soal sederhana. Hasil rekapan latihan soal dapat kita akses di akun kita di Google Form dan bisa dijadikan nilai tugas.
    Contohnya di tautan ini
    Making-Appointment-by-Phone-html.

    Selanjutnya lakukan proses aquisition on information dengan diskusi online. Kalau saya, kegiatan ini saya lakukan dengan memanfaatkan kolom komentar, atau lewat WA group. Cara itu lebih mudah diakses oleh murid-murid saya. Idealnya memang video conference, tetapi murid kami mengeluh sulit mengaksesnya, alasannya karena sulit sinyal atau minim kuota internet. Keaktifan siswa saat diskusi online ini dapat kita jadikan nilai observasi.

    Proses terakhir adalah synthesizing of knowledge. Kegiatan ini juga dilakukan secara online. Siswa diminta mengunggah hasil presentasi mereka untuk diunggah ke berbagai platform, bisa lewat blog, e mail, atau upload ke media sosial lain. Sesuaikan dengan tagihan dalam KD tersebut.

    Misalnya untuk KD Menulis Hortatory Exposition, tagihannya adalah berupa tulisan. Dalam hal ini saya meminta siswa memfoto hasil tulisan mereka kemudian meng upload karya mereka melalui blog. Anda dapat amati di tautan berikut :
    Creating-Hortatory-Exposition-Text.html

    Atau di lain waktu saya meminta siswa mengupload video cover lagu mereka melalui Instagram post atau YouTube saat belajar KD tentang Song.

    Itulah sedikit sharing mengenai pemanfaatan blog yang saya manfaatkan untuk media pembelajaran jarak jauh. Saya merasa beruntung sekali sudah mengenal blog sejak dua tahunan ini. Banyak belajar juga dari kelompok blogging seperti 1M1C dan Pasukan Blogger JA. Dengan bergabung komunitas blogger seperti itu, kita akan semakin banyak belajar cara mengembangkan blog kita. Di sana banyak blogger, yang sudah expert di bidangnya,  berbagi pengalaman mereka dalam dunia blogging.

    Materi ini saya sampaikan ketika diminta menjadi pembicara di acara Temu Pendidik Online melalui KulWap di WA Group Komunitas Guru Belajar Wonogiri. Sebenarnya saya itu kurang pede dan sudah menolak berkali-kali hehe.. karena sadar pengetahuan blog saya itu masih sederhana saja. Ndredeg itu pasti. Waduuh..jam rasanya lambat sekali waktu itu. Ini pengalaman saya pertama kali menjadi narasumber untuk sebuah pertemuan online. 

    Alhamdulillah akhirnya selesai juga sesi tersebut, legaa. terimakasih KGB Wonogiri, yang selalu membesarkan hati saya bahwa walaupun pengetahuan dan pengalaman saya tentang media blog ini masih sederhana, tapi bisa saja itu bermanfaat bagi guru lain yang belum menggunakan nya. Berbagilah walau sedikit dan sederhana kata mereka.

    Yess, teknologi memang penting. Dan saat ini adalah waktu terbaik kita untuk belajar mengaplikasikannya di kelas kelas daring kita. Di rumah kita sendiri.

    Tapi pada akhirnya secanggih apa pun media yang kita pakai dalam pembelajaran., Peadagogy should always come first! 

    Keilmuan pengetahuan kita akan materi pembelajaran dan proses pembelajaran sesuai murid kita, itulah yang harus dimulakan. Baru kemudian pilih media yang paling sesuai dengan kebutuhan KD, kemampuan guru dan kemampuan siswa serta orang tuanya. Mendidik adalah ruh utamanya.

    Seperti tema Hardiknas 2020 ini, bapak Menteri Pendidikan mengharap kita semua bisa belajar dari Covid 19. Untuk pendidikan yang lebih baik di kelas-kelas kita.


     Salam Belajar,



    Continue Reading
    Hi, Sahabat Belajar. How are you today? Feel bored? I see, sometimes I feel that way too. Let's cheer up with a song.
    Sahabat Belajar semoga kabarnya baik-baik saja yaa. Mungkin beberapa mulai jenuh karena sudah beberapa pekan harus belajar di rumah akibat meluasnya wabah Corona.

    Ayo kali ini kita belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih menyenangkan. Melalui lagu! Let’s sing together!

    Memangnya apa saja sih manfaat belajar bahasa Inggris melalui lagu? Ada banyak, lho. Coba Sahabat amati beberapa keuntungannya di bawah ini.

    1. LEARN THE VOCABULARY IN EASY WAY;  Saat mendengarkan lagu berbahasa Inggris sahabat akan mendengarkan banyak kosakata yang biasanya bersifat bahasa sehari-hari para native speaker (penutur asli).  Pilih lagu yang maknanya bagus. Daan rajin cari artinya di kamus ya.
    2. KNOW HOW TO PRONOUNCE IT ;  Menyimak musik berbahasa Inggris akan membantu sahabat untuk lebih familiar dengan bunyi-bunyi kosakata dalam Bahasa Inggris. Pilihlah penyanyi native speaker sehingga bunyi pengucapannya lebih sesuai. Cobalah ikuti cara penyanyi membunyikannya lagu itu, semirip mungkin. Di situlah sahabat belajar mendengarkan sekaligus mengucapkan banyak kata dalam Bahasa Inggris dengan tepat.
    3. SONGS HELP YOU TO MEMORIZE THE ENGLISH WORDS AND STRUCTURE;  Saat lagu berbahasa Inggris itu didengarkan dan dibunyikan beberapa kali, dengan sendirinya kata atau bentuk kalimat berbahasa Inggris akan lebih melekat di otak. Lagu mempunyai karakteristik menarik yang dengan sendirinya mudah diikuti iramanya.
    4. FIND THE MESSAGE OF THE SONG HELPS YOU TO BE WISER;  Carilah pesan moral dalam lagu. Apakah itu sesuatu yang menginspirasi, memberi semangat untuk belajar, mengajak berbagi atau peduli sesama. Jadi pandai pandailah memilih dan memilih lagu yang sesuai dengan usia sahabat. Lagu yang berisi kekerasan dan banyak kata mengumpat, sebaiknya dihindari, hentikan mendengarkan ulang. Be smart to choose the best song for you.

    LET’S GET SOME PRACTICE
    Nah, setelah mengetahui manfaat belajar bahasa Inggris melalui lagu, yuk sekarang kita coba dengarkan sebuah lagu berjudul Heal the World by Michael Jackson.

    Lagu ini kembali dirilis di YouTube belum lama ini. saat dunia sedang berduka dan berjuang melawan pandemi Virus Corona Covid-19. Video klipnya pun dibuat dengan cuplikan cuplikan kejadian wabah corona di beberapa negara.

    Lagu ini sebenarnya lagu lama yang dirilis oleh penyanyi yang benama lengkap Michael Joseph Jackson. Penyanyi terkenal ini lahir di Indiana, Amerika Serikat pada 29 Agustus 1958. Michael Jackson telah meninggal 25 Juni 2009 yang lalu pada usia 50 tahun di Los Angeles, Amerika Serikat.

    Lagu Heal the World, yang kalau diartikan secara harafiah berarti ‘Menyembuhkan Dunia’. Lagu ini pada awalnya dulu dirilis  pada tahun 1991 dan masuk dalam album Dangerous yang  menjadi salah satu album musik laris di dunia. (Sumber Wikipedia)

    PRE LISTENING ACTIVITY

    Sebelum mendengarkan lagunya, sahabat coba artikan frasa-frasa berikut ke bahasa Indonesia. Siapkan kertas dan bulpenmu, ayo tuliskan artinya.

    Frasa – frasa ini akan muncul di lagu yang akan sabahat dengarkan. Ayoo semangaat.
    Soal pre listening activity:
    Transalate into Bhs.Indonesia
    1. Make a better place : .... 
    2. The entire human race :  .....
    3. Brighter than tomorrow :  ......
    4. There’s no hurt  or sorrow: .....
    5. There are people dying:  ......
    6. Care enough for the living:  .....
    7. Love’s enough for us growing :  .....
    8. Create a world with no fear :  ....
    9. Together we’ll cry a happy tears :  ....
    10. There's love that cannot lie : ....
    Bagaimana sudahkah sahabat mengetahui artinya? Kalau masih bingung, Sahabat dapat memilih arti katanya di gambar berikut:

    LISTENING ACTIVITY

    Sekarang, cobalah sahabat dengarkan lagunya di video klip berikut. Ikutilah lagunya sesuai pengucapan penyanyinya.

    Sambil mendengarkan, cobalah kalian urutkan potongan – potongan acak lagu berikut menjadi urutan lirik lagu utuh yang tepat.  Tulis urutan versi mu di selembar kertas.
     A.
    there are ways to get there
    if you care enough for the living
    make a little space
    make a better place
    B.
    There’s a place in your heart
    And I know that it is love
    And this place couldbe much
    brighter than tomorrow
    and if you really try
    you’ll find there’s no need to cry
    in this place you’ll feel
    there’s no hurt or sorrow



    C.
    heal the world   (#chorus)
    make it a better place
    for you and for me
    and the entire human race
    there are people dying
    if you care enough for the living
    make a better place for you and for me
    D.
    then it feels that always
    love’s enough for us growing
    make a better world
    make a better world
    heal the world  #chorus  -  for you and for me
    E.
    if you want to know why
    there’s love that cannot lie
    love is strong
    it only cares of joyful giving
    if we try we shall see
    in this bliss we cannot feel
    fear or dread
    we stop existing and start living
    F.
    We could fly so high
    Let our spirits never die
    In my heart I feel you are all my brothers
    Create a world with no fear
    Together we’ll cry happy tears
    See the nations turn their sword into plowshares
    G.
    We could really get there
    If you care enough for the living
    Make a little space
    To make a better place
    #chorus
    H.
    And the dream we were concieved in
    Will reaveal a joyful face
    And the world we once believed in
    Will shine again in grace
    Then why do we keep strangling life
    Wound this earth, crucify its soul
    Though it’s plain to see
    This world is heavenly
    Be God’s glow

    Bagaimana? Apakah sahabat sudah bisa menebak urutan lirik lagunya dengan tepat?
    Sebagai petunjuk, mari kita amati isi lagu tersebut mulai dari bait awal sampai akhir.\

    Pada awal bait, si penyanyi meyakinkan pada kita bahwa tiap diri kita sebagai manusia itu pada dasarnya baik dengan hati penuh cinta pada sesama. Dan dunia kan menjadi lebih cerah dibanding hari esok (and this place could be much brighter than tomorrow).

    Kalau setiap kita mencoba untuk lebih mengutamakan cinta kasih pada sesama, maka nantinya tidak perlu menangis. Tidak akan ada lagi rasa sakit dan kesedihan  (there’s no hurt or sorrow).

    Penyanyi terus meyakinkan bahwa akan ada banyak jalan menuju ke kehidupan yang indah itu. Asal kita mau peduli pada kehidupan (if you care enough for the living). Memberi sedikit ruang bagi kebaikan dalam diri kita untuk membuat tempat yang lebih baik.

    Pada bagian chorus yang di ulang – ulang, terdapat kalimat yang menjadi judul lagu ini; Heal the World, menyembuhkan dunia.

    Jika lagu ini disesuaikan dengan keadaan sekarang, ibaratnya, saat ini dunia sedang sakit dikarenakan meluasnya wabah virus corona covid 19. Sudah begitu banyak orang meninggal (there are people dying) akibat virus ini.

    Wabah ini melanda di berbagai negara, dan sangat membatasi ruang gerak kita. Karena begitu berbahaya dan cepatnya persebaran virus ini, sudah sejak taggal 16 Mei 2020 kita diharuskan beribadah dan belajar dari rumah.  Sungguh keadaan yang tidak menyenangkan ya Sahabat.

    Tetapi sahabat janganlah panik dan sedih berlebihan. Alloh pasti tidak menciptakan sesuatu secara sia-sia. Pasti ada hikmah yang dapat kita petik dari kejadian ini.

    Salah satu hikmahnya adalah kita bisa belajar untuk peduli pada kehidupan untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi kamu dan aku (make a better place for you and for me).

    Di bait berikutnya penyanyi memberi harapan bahwa impian yang kita angankan (the dream we would concieved in) nantinya akan menampakkan wajah wajah yang riang dan bersinar dengan anugrah. Jadi mengapa kita terus menyakiti bumi dan mematikan jiwanya? (wound this earth, crucify it’s soul). Jangan terus menyakiti bumi.

    Ini waktunya kita merenung, berhenti sejenak. Mungkin saja kita sudah sering tidak menjaga bumi. Kurang  serius menjaga lingkungan dan kebersihan. Terlalu sibuk dengan hal duniawi sampai lupa mengamati bahwa bumi kita itu sesungguhnya sangat indah (the world is heavenly). Indah lingkungannya, maupun indah penghuninya.

    Maka inilah waktunya kita untuk bisa terbang lebih tinggi (we could fly so high). Menjaga agar jiwa kita tidak pernah mati.

    Yaitu jiwa yang peduli untuk tidak lagi sering mencemari lingkungan dengan semua sampah dan asap kendaraan kita. Yaitu jiwa yang peduli untuk menghargai kehidupan sebagai pemberian Tuhan.

    Ini seharusnya mendorong kita untuk lebih bersyukur dan lebih rajin beribadah pada Yang Maha Menciptakan.

    Inilah waktunya kita semua merasa bahwa kita semua adalah saudara  (you are all my brothers). Saling peduli dan bantu untuk menciptakan dunia tanpa ketakutan (create the world with no fear).

    Antar negara pun harus saling membantu dalam kemakmuran – diibaratkan dengan plowshare atau bajak untuk bertani- , tak lagi berperang dengan pedang (swords). Bersatu melawan wabah agar segera berakhir.

    Sekali lagi, di akhir lagu, penyanyi meyakinkan bahwa kita bisa menyembuhkan dunia dengan peduli pada kehidupan.

    Misalnya saat wabah ini, sahabat tetap tertib berada di rumah. Menghentikan dulu kegiatan kumpul-kumpul. Jangan bepergian. Jika kangen dengan teman atau nenek atau saudara, sahabat bisa saling menyapa dan menghibur melalui telefon atau video call. Seperti yang ditunjukkan di bagian akhir video klip di atas.

    Jangan jadikan diri sabahat sebagai carrier virus ini. Jaga diri baik baik dan itulah bentuk kepedulianmu pada orang-orang yang kalian sayangi.

    Dan pada akhirnya, nantinya kita akan bisa membuat tempat yang lebih baik baik kamu dan aku (make a better place for you and for me). Dunia yang lebih baik.

    Soal listening activity:
    1. Urutan lagu yang tepat adalah (tulis hurufnya saja) : .... 
    2. Find some rhymes in the song.
    3. What is the message of the song?
    4. Do you like that song? Why?

    POST LISTENING ACTIVITY

    Setelah sahabat menyimak dan mengamati isi lagu Heal the World, sekarang saatnya sahabat mengerjakan latihan berikut ini. Pilihlah salah satu jawaban yang benar berdasarkan lagu di atas.

    Okay, you’re doing great !
    Sahabat, sudah berhasil belajar bahasa Inggris melalui sebuah lagu yang berjudul ‘Heal The World.’ Nyanyikan sekali lagi dengan teman atau anggota keluarga di rumah.
    Thank you very much for your attention. See you!

    Continue Reading
    Sudah hampir tiga pekan ini, hampir semua hal harus dikerjakan dari rumah. Beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah. Work From Home, atau WFH itu... Huufttt.. Tidak mudah ternyataaa.
    Saya kalang kabut menyesuaikan diri. Ditambah gempuran berita informasi menyeramkan tentang wabah corona. Kadang jadi suudzhon sama diri sendiri.
    Jangan - jangan mulai depresi nih saya.

    Soalnya, kadang sayanya jadi mulai kayak agak linglung, mau ngerjain apaa, eh yang dipegang apa :)
    Malas juga sering tiba tiba menyerang. Effortless. Tidak semangat.

    Untuk menjaga kewarasan, harus mulai nulis nih.

    Tahap pertama, oke, saya mengaku, saya tidak sedang baik baik saja. WFH itu berat bagi saya saat ini. Mengajar lewat jempol dan laptop itu bukan saya banget. Guru lain banyak yang oke oke saja. Banyak yang lancar jayaa WFH nya. Tapi sepertinya saya tidak. Eh, belum.

    Berikutnya, let me tell you my problem.

    Sulit Konsentrasi

    Mengajar dari rumah jadi sulit dengan teriakan si kecil di sekitaran rumah. Bungsu saya masih kelas 2 MI. Masih perlu pendampingan mengerjakan tugas dari gurunya.

    Kemarin menggambar roti dibagi dua, jadi 1/2, besoknya semangka dipotong tiga bagian 1/3. Nah 1/2 dan 1/3 itu mana yang lebih banyak?! Emak harus ikut mikir pas di sininya.

    Jangan lupakan pula, si kecil beberapa kali harus ngirim video praktik baik di rumah sesuai tema. Video pas nyapu, ngaji, berjemur, sampai nari kupu kupu. Iyaa diiringi lagu kupuu kupuu yang lucuu. Saatnya emak kembali beraksi.

    Kakaknya sih sudah madrasah tsanawiyah, soal pr dari gurunya dia sudah bisa mandiri. Tapii soal teriak minta makan dan cemilan. Dua duanya sama sajaa.


    Baru mau pegang leptop sudah tanya nanti makan siangnya sama apa, boleh tidak roti di lemari tak celup milo sekarang, eh milonya harus pakai air panas ya buk. Termosnyaaa... Huufftt.. Tariik nafaas.. Letakkan kembali leptopnya.

    Masa iya mau diam saja saat dapur sudah mulai krompyangan tanda si duo krucil itu beraksi ala chef. Paling tidak kan ya harus mengawasi.

    Bapaknya di manaaa?? Sedihnya bapaknya anak anak itu karyawan swasta yang tidak menerapkan WFH. Tidak bisa di andalkan maksimal untuk hal hal tersebut di atas.

    Dan saya belum terbiasa dengan seperti itu. Rasanya frustrating!

    Tapi ada positipnya juga sih, dapur sekarang lebih meriah. Dan waktu bersama anak jadi full 24 jam. Saluut dengan para bunda full mom, yang masih bisa berbisnis dan berkarya dari rumah.

    Parno Tentang si Virus

    Mungkin karena terlalu banyak terpapar berita itulah yang membuat saya kadang jadi over paranoid soal wabah ini.

    Di tivi, koran, grup wa sampai obrolan singkat dengan tetangga isinya tidak jauh jauh dari corona, covid 19, apd, masker, angka kematian.

    Apalagi bapaknya anak anak masih tetap harus kerja di luar rumah. Rasanya tambah was was. Jangan jangaan..

    Padahal si bapak, tertib tertib saja, kalau pas pulang kerja ya langsung cuci tangan kaki di depan rumah. Langsung mandi, taruh baju kerja di tempat cucian atau dijemur. Tetap saja kekhawatiran itu ada.

    Untuk itulah saya kemudian membatasi konsumsi berita berlebih tentang wabah ini. Ya tetap waspada. Tetap stay at home -tapi tidak over parno.

    Murid Mengeluh Banyak Tugas


    Karena saya mulang di SMA, mengajarnya per mapel. Tidak guru kelas seperti di SD atau TK. Murid SMA merasa banyak banget tugasnya, setiap guru di tiap mapel memberi tugas yang berbeda.

    Itu seorang murid, namanya mas Lintang, sampai bikin video lagu #kangensekolah. Kreatif bener dia menyampaikan kegalauannya tentang banyaknya tugas online dari guru sampai otak panas. Wkwk..bisa aja kamu nak.

    Karena tugas itu di kerjakan mandiri di rumah. Banyak siswa yang keteteran. Merasa mengerjakan sendirian itu yang membuat lebih berat. Banyak dari mereka mulai kangen teman temannya.

    Iya benar sekarang mereka bisa berkomunikasi dengan gawai mereka, tapi tetap saja mengerjakan bersama teman sambil gojekan di kelas itu lebih menyenangkan. Dan tidak merasa berat.

    Guru dilema juga, di satu sisi harus tetap mengajar dari rumah, di sisi lain tidak boleh memberatkan siswa. Sekarang sudah banyak guru mulai memberi tugas yang sifatnya lebih asik bagi murid.

    Masalah Minim Kuota dan Susah Sinyal

    Beberapa murid beban banget lho dengan masalah ini. Ada yg curhat, bapaknya dirumahkan karena wabah. Pemasukan di rumah mereka kan jadi seret. Jangankan beli banyak kuota, untuk makan saja harus berhemat.

    Semakin banyak guru memberi tugas secara daring, semakin besar kebutuhan kuota internet. Kan ada wifi?! Iyaa itu bagi mereka yang punya.

    Saya tahu banget lah soal ini sebaab.. Rumah saya pun tak ada wifi  :)
    Apalagi jika orang tuanya kesulitan keuangan. Saat apa apa mahal seperti ini. Kebutuhan kuota yang tinggi akibat sekolah online bisa terasa mencekik. Termasuk gurunya lho.

    Di lain cerita ada yang ngeluh susah sinyal. Ada yang harus nangkring di pohon, atau mojok di pinggir lapangan desa demi mendapat sinyal yang ter top cer. Beberapa siswa kami memang ada yang tinggal di wilayah pedesaan.

    Jadi saya harus aktif mengecek, dan nguyak uyak apakah tugas mereka sudah terkumpul. Yang runyam, kebetulan saya ngajarnya sampai di Kd titik 4. Yang artinya tagihannya berupa produk.
    Lain kalau kd titik 3, tagihannya bisa lewat soal pilihan ganda di google form.

    Tagihan tugas saya adalah menulis teks. Saya mengajar di enam kelas dengan 36 murid per kelas. Jadi ratusan tulisan harus saya cermati satu per satu. Kalau tidak jeli, bisa saja tulisannya Burhan ternyata sama persis dengan tulisannya Dahlan dan Susi. Karya tulisan itu unik, berbeda tiap anak.

    Penjelasan saya pakai blog, untuk tugas submitnya lewat google form. Idealnya memang v con, bisa ada interaksi yang lebih aktif dua arah. Tapi beberapa murid merasa keberatan dengan v con karena berat atau boros kuota.

    Pokoknya harus pinter pinter lah, mencari moda pembelajaran yang ringan diakses gawai siswa, ada isi pembelajaran, tapi juga ada unsur fun nya. Tidak memberatkan murid.
    Screenshot status seorang murid

    Naah, itulah cerita WFH versi saya. Tidak indah berbunga bunga. Masih harus banyak belajar menyesuaikan diri. Tapi paling tidak, sudah merasa lebih legaaaa setelah menuliskannya :))

    Ide mengajar LDR an pun kembali menyala. Mbuat video pembelajaran misalnya. Caranya bisa disimak disini :
    membuat-menilaikan-video-pembelajaran

    Sungguh ini bukan mengeluh. Mungkin hanya rindu. Teramat sangat rindu kembali ke sekolah.

    Salam hangat.










    Continue Reading
    Sahabat Belajar, sudahkah kalian mengenal teks Hortatory Exposition? Di artikel kali ini, kita akan belajar mengenal apa itu teks bergenre Hortatory Exposition. Kita juga akan mencoba menulis sebuah teks sederhana berjenis Hortatory Exposition.

    What’s a Hortatory Exposition Text?

    The purpose of Hortatory Exposition is to persuade the reader or the listener that something should or should not be the case.

    Teks hortatory ini termasuk teks argumentative yang bertujuan untuk mempengaruhi atau meyakinkan pembaca untuk mempercayai atau mendukung pendapat penulis akan suatu issue tertentu. Isu atau ide pokok pembahasannya bisa beragam, bisa tentang lingkungan, politik, sosial atau budaya.

    How’s the Text Organization?

    Teks berjenis hortatory exposition ditulis dengan susunan berikut :

    THESIS

    Awal teks berisi thesis yang merupakan ide pokok pembahasan. Bisa disertai sedikit background/latar belakang permasalahan dan pendapat umum si penulis tentang pokok ide pembahasan tersebut.

    ARGUMENTS

    Bagian ini berisi alasan – alasan penjelas yang sesuai dengan thesis. Dalam sebuah teks sederhana, bisa terdapat dua – tiga argumen. Bisa dilengkapi dengan contoh dan fakta pedukung tiap argumen. Argumen sebaiknya tidak bertentangan dengan pendapat awal si penulis.

    Argumen di teks hortatory exposition bersifat one-sided argumen. Ini maksudnya, si penulis hanya boleh mengambil satu sisi saja, boleh mendukung saja terhadap suatu issue, atau tidak mendukung suatu issue. Jangan menuliskan hal positif dan negatif suatu issue dalam satu teks hortatory yaa.

    RECOMMENDATION

    Di bagian akhir teks hortatory exposition berisi recommendation atau saran terhadap isu yang dibicarakan. Penulis bisa menyarankan apa yang seharusnya dilakukan atau apa yang seharusnya tidak dilakukan terkait thesis dan argumen di paragraf sebelumnya.

    Can You give me an example?

    Okay. Ini dia contoh teks berjenis hortatory exposition. Temukan mana bagian thesis , arguments dan reccomendation nya.

    Contoh Text 1. 

    Why Should We Keep Our Toilet Clean?

               There are some toilets in SMAN 2 Wonogiri. The toilets in SMAN 2 Wonogiri are not clean enough. There’s no handsoap in every toilet, it also has a dirty wall and dirty floor. The toilet is also often running out of water. The tub looks dirty because it’s rarely cleaned. In my opinion, that condition will decrease health and comfort. I have some reasons why I said like that.

               First, we need handsoap to wash hands so our hands will be free from germs. As we know, germs can cause many diseases such as diarrhea and tifus. Washing hands without handsoap isn’t clean enough. So, if handsoap isn’t available in every toilet, it will decrease our health, off course.
    Second, the dirty wall and the dirty floor can decrease the comfort. There are so many graffities with rude words on the wall. The dirty floor is so slippery that it will make the toilets users feel uncomfortable. The dirty toilets also make the students feel disgusted. It absolutely decreases the comfort.

             Third, the tub which are is rarely drained will make the water unclean. It will increases the appearance of mosquito larvae. If it’s left unchecked, it can cause dengue fever. The dirty water also can cause some skin diseases. So, rarely draining the tub will also decrease the health.
    To handle the problems, all the school community keep the toilets clean. The students should not scribble the wall. After we use the toilet, we should flush it properly. The school should also add more janitors and clean the toilets regularly.

    (268 words, written by Ekky Elfira , XI IPA3)


    Pada contoh teks di atas. Siswa tersebut membahas tentang hal negatif atau kekurangan dari toilet yang ada di sekolahnya. Sudahkah kalian tahu bagaimana generic structure text nya?

    Yess, that’s right . Here is the generic structure of the text:
    Thesis – paragraf 1
    Arguments  - paragraf 2 , 3 dan 4
    Recommendations – paragraf 5

    Penulis mengkritisi tentang keadaan toilet di sekolahnya yang kotor. Pada bagian tesis diberi sedikit backround dengan memberi tahu keadaan toilet tersebut. Penulis berpendapat bahwa kedaan seperti itu akan menurunkan kesehatan dan kenyamanan.

    Pada bagian argumen, penulis kemudian meyakinkan pembaca bahwa toilet yang kotor itu benar bisa menurunkan kesehatan dan kenyamanan. Diberilah tiga alasan utama yang dilengkapi dengan contoh dan fakta pendukung.

    Pada bagian akhir, penulis memberi rekomendasi bahwa seluruh warga sekolah harus menjaga agar toilet tetap bersih dan menambah jumlah tenaga kebersihan.

    Contoh Text 2.


    Good Green School Park for Better Learning Process

              SMAN 2 Wonogiri is one of the biggest school in Wonogiri. It has many facilities such as computer labs, library, audiovisual room and big green park. The SMAN 2 Wonogiri’s park is an example for a good green school park. It has a minimalist ‘greeny’ design  that is really suitable for students nowdays. The park also has some facilities, for example, electric sockets, wi-fi connections, green trees, flowers and bench.  This kind of school park could bring a good effect for the students’ learning process. Here are the reasons why I said so.

            According to a research, the green color on trees can make our body feels fresh and it could make our mind becomes calm and relax. This color could help students who feel stressed out because of studying 8 hours non-stop in the classroom. The expert also stated that green color can increase student’s reading ability.

            Students are also interested to study at the school park. It makes them more comfortable. Moreover with the wi-fi connection at the park. Nowdays, wi-fi connection becomes one of students’ priority because students could find references and it will be easier to find those learning materials.

             That’s why I said that good green school park could bring a good effect for students’ learning process. I suggest that teachers of SMAN 2 Wonogiri could use the school park as an alternative place for students’ learning process. I think this school should make more innovation to make some better and more modern school park for better learning process.
    (265 words, written by Titan Samudra, XI MIPA2)

    Pada contoh teks di atas. Siswa tersebut membahas tentang hal positif atau kelebihan dari taman yang ada di sekolahnya. Sudahkah kalian tahu bagaimana generic structure text nya?
    Yess, that’s right . Here is the generic structure of the text:

    Thesis – paragraf 1
    Arguments  - paragraf 2 dan 3
    Recommendations – paragraf 4

    Teks tersebut sudah memenuhi unsur dari teks hortatory exposition. Penulis pada bagian awal menuliskan thesisnya, jelas mendukung keberadaan taman sekolahnya.

    Pada bagaian argumen, penulis memberi alasan yang meyakinkan mengapa taman sekolahnya itu baik untuk proses belajar mengajar. Ada dua alasan utama dengan diberi contoh yang mendukung.

    Rekomendasi dituliskan penulis pada akhir teks. Penulis menyarankan agar taman tersebut dijadikan alternatif untuk proses pembelajaran dan sekolah mengembangkan lagi taman yang lebih baik dan lebih moderen.

    Let’s Write a hortatory exposition text!

    Untuk tugas, tulislah sebuah text hortatory exposition sederhana sekitar 250 - 300 kata dengan menggunakan teknik Photovoice. Begini langkahnya:

    1. Ambillah sebuah foto yang menarik di lingkungan desamu. Fotomu harus bisa menunjukkan kelebihan atau kekurangan lingkungan tersebut. 
    2. Amati foto tersebut, jelaskan secara singkat itu dimana dan keadaan apa yang ada di foto tersebut, beri pendapat umum mu mengenai keadaan tersebut. Tulis di satu atau dua paragraf pertama untuk dijadikan thesis. Tulis dulu di draft orek orekan. Jangan khawatir melakukan kesalahan gramatika. Tulis saja dulu.
    3. Dari pengamatan foto tersebut, buatlah satu atau dua paragraf yang berisi argumen – argumen yang menguatkan thesis mu. Buatlah dua atau tiga argumen utama, lalu lengkapi contoh/ fakta  di tiap argumen agar argumenmu lebih kuat. Lihat contoh-contoh di atas.
    4. Tulislah dua rekomendasi  yang sesuai dengan thesis dan argumenmu. Untuk bagian ini, bisa kalian gunakan pola kalimat menyarankan dengan pola berikut :

    Should boleh digantikan dengan ‘must atau could’.

    Should  + infinitive  (untuk bentuk aktif – seharusnya me ...)

    Contoh kalimat : I recommend that the janitors should clean the toilets regularly
                                   Saya menyarankan bahwa para petugas kebersihan seharusnya membersihkan                                        toilet-toilet secara teratur)

    Should be + V3 (untuk bentuk pasif – seharusnya di... )

    Contoh kalimat  :  I suggest that the toilets should be cleaned regularly ( by the janitors).
    Saya menyarankan bahwa toilet-toilet tersebut seharusnya dibersihkan secara teratur (oleh petugas kebersihan)
    Bagian yang di dalam kurung, yang menyatakan pelaku, boleh ada boleh tidak di kalimat pasif.
    Contoh-contoh lain perhatikan di sini :


    • Amati sekali lagi hasil tulisanmu. Beri perbaikan pada bagian yang salah gramatika nya. Jika sudah yakin oke, tulis ulang di selembar kertas hvs folio polos /F4  (wajib tulisan tangan, tidak boleh di print)
    • Tempelkan foto yang sudah kamu print di bagian atas tulisanmu. Lengkapi dengan nama, nomor absen dan kelas  di sudut kanan atas.
    • Kumpulkan saat masuk ,atau kumpulkan lewat tautan googleform yang diberikan gurumu.
    Contoh karangan hortatory exposition

    Ayo mulailah mengambil foto. Amati sekitarmu. Tetapi tidak usah sampai ke luar pekarangan rumah yaa. Cukup ambil fotone yang bisa diamati dari rumah atau pekarangan rumahmu. Tetap stay safe at home :)

    Lalu segera tulislah sebuah teks sederhana berjenis hortatory exposition. Ingat , gunakan pendapatmu sendiri berdasarkan pengamatanmu. Gunakan kalimat-kalimat mu sendiri.

    Tulisan yang asal google translate atau ambil dari internet, akan mendapat nilai menulis yang minimal. Karya autentik dan jujur adalah yang terbaik. Tetap semangaat ya belajar di rumah.

    Let's Write!

      Salam Belajar,


    Continue Reading
    Setelah mencoba membuat video pembelajaran di kelas, seorang teman kemudian menyarankan agar menilaikannya untuk kenaikan pangkat. Waduh, apa saja ya yang perlu disiapkan untuk membuat laporannya? 




    Saya termasuk pemalas untuk urusan ribet naik pangkat. Sudah bertahun-tahun tak mencoba untuk menyentuhnya. Tapi tahun 2019 ini baru terbuka mata hati saya untuk mencoba menilaikan Karya Inovatif (KI) ehehe

    Ahai..tenyata saya bisa lho. Saya menilaikan Karya Inovatif untuk penguatan pendidikan karakter waktu mengelola program Laskar Aksara. Rincian kegiatannya disini yaa. Kemudian saya mencoba lagi untuk menilaikan video pembelajaran ketika mengikuti kompetisi PembaTIK (Pemanfaatan TIK di pembelajaran). 

    Nah, saya ingin sharing pengalaman saya saat membuat  laporannya. Mungkin versi laporan saya masih banyak kekurangan, anda bisa melengkapinya dengan versi anda sendiri. Yang jelas, acuan utamanya adalah Buku 4 Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Angka Kreditnya yang dikeluarkan oleh Kemdikbud Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan 2019.

    Ketentuan Karya Inovatif Berdasar Buku 4 PKB

    Dalam buku 4 PKB , ada beberapa bentuk karya inovatif :
    1. Menciptakan karya Seni, bisa seni sastra, seni rupa, desain komunikasi visual, seni musik atau seni suara, seni busana, dan seni pertunjukan.
    2. Membuat karya teknologi tepat guna berupa program komputer atau alat/mesin
    3. Karya teknologi tepat guna berupa pengembangan bidang sains, alat pelajaran/alat peraga yang sesuai dengan tugas mengajar guru 
    Di artikel ini kita akan fokus ke jenis nomer 3, berupa alat pelajaran/alat peraga. Kegiatan ini meliputi membuat atau memodifikasi alat pelajaran atau alat peraga. 

    Apa yang dimaksud dengan alat pelajaran/peraga?

    Ini adalah alat yang digunakan untuk memperjelas konsep atau cara kerja tertentu yang digunakan dalam proses pembelajaran. Bisa juga membuat modifikasi atau inovasi alat pelajaran atau alat peraga yang sudah ada di sekolah.

    Apa saja yang termasuk alat pelajaran/peraga?

    Katagori sederhana (Angka Kredit = 1) misalnya :
    • Poster/gambar sejumlah 2
    • Alat permainan pendidikan sejumlah 2 set
    • Set model sejumlah 2 set
    • Alat bantu pelajaran sejumlah 2
    • Video pembelajaran/ animasi pembelajaran komputer berdurasi minimal 15 menit

    Katagori kompleks (nilai angka kredit = 2) misalnya:
    • Poster/gambar sejumlah 4
    • Alat permainan pendidikan sejumlah 4 set
    • Set model sejumlah 4 set
    • Alat bantu pelajaran sejumlah 4
    • Video pembelajaran/ animasi pembelajaran komputer berdurasi minimal 30 menit

    Menilaikan Video Pembelajaran

    Saya beberapa waktu lalu mengikuti kegiatan PembaTIK , semacam seleksi untuk kompetisi mencari Duta Rumah Belajar. Ada empat level kegiatan ini, dan Alhamdulillah saya bisa lolos sampai level 3. Salah satu ilmu dan tugas di Level 3 ini adalah belajar membuat video pembelajaran untuk dijadikan konten di fitur Sumber Belajar di Portal Rumah Belajar. Sebuah portal belajar online gratis oleh Kemdikbud RI.

    Video pembelajaran untuk konten Rumah Belajar ini durasinya hanya sekitar 7 menitan, maka untuk mencapai syarat video pembelajaran katagori sederhana, kita modifikasi dengan menambahkan lagi sekitar 8 menit di bagian belakang. Misalnya kalau saya, bagian belakang yang 8 menit itu saya tambah dengan latihan listening dan kosakata tambahan. 

    Nanti yang versi 15 menit itu yang kita gunakan di kelas, bisa dengan disimpan di Goggle Drive kemudian siswa diberi link untuk mengaksesnya. Bisa juga siswa masuk melalui Portal Rumah Belajar untuk mengakses video tersebut. 

    Setelah saya ajukan polling sederhana, banyak siswa menyatakan terbantu dengan video pembelajaran yang saya buat itu. Walaupun memang belum sempurna sekali, tetapi kebanyakan siswa menghargainya karena gurunya ini telah tampak berusaha. Beberapa dari mereka malah memberi masukan agar kalau saya membuat video lagi bisa jadi lebih menarik bagi mereka.

    Bonusnya, kita bisa menilaikannya untuk kenaikan pangkat. Bersyukur, video itu bisa lolos dinilai oleh tim PAK dan mendapat nilai 1. 
    Lumayaan. 

    Format Laporan Pembuatan Alat Pelajaran berupa Video Pembelajaran

    1. Halaman Judul

    Bagian ini isinya berupa judul jenis laporan, nama alat pelajaran, nama pembuat, NIP, dan nama sekolahan / lokasi. Video pembelajaran saya ini mengambil judul tema ‘Making Appointment by Phone’.
     Ini contoh halaman judul saya: 

    2. Halaman Pengesahan

    Halaman ini berisi pengesahan oleh kepala sekolah. Redaksi kata-katanya boleh berbeda-beda yang penting menjelaskan bahwa Kepala Sekolah tempat kita bekerja mengetahui bahwa kita membuat dan menggunakan video pembelajaran di kelas saat pelajaran.

    3. Halaman Pernyataan

    Bagian ini tentang pernyataan dari pembuat bahwa alat pelajaran yang kita buat itu benar-benar karya asli kita, bukan plagiat. Maka saat membuat video, pastikan kita tidak hanya mengkopi karya orang lain. Jujur yang utama.

    4. Kata Pengantar

    Pada bagian ini berikan kata-kata pengantar tentang karya yang akan kita nilaikan. Redaksi kata-kata bisa disesuaikan dengan keinginan anda, yang penting gunakan gaya bahasa yang sopan dan resmi. Ini contoh kata pengantar yang saya buat:

    5. Daftar Isi dan Daftar Gambar/Foto

    Berikut contoh daftar isi dan daftar Gambar / Foto di laporan yang telah saya buat:

    6. Tujuan

    Jelaskan tujuan pembuatan video pembelajaran yang kita buat. Mau dibuat penjelasan perbutir atau bisa juga ditulis secara paragraf.

     Misalnya tujuan pembuatan video pembelajaran saya adalah  untuk membantu peserta didik kelas XI SMA dalam memahami konsep konsep tatacara bertelepon dalam bahasa Inggris untuk membuat janji temu (appointment).

    Membuat janji temu dalam Bahasa Inggris memerlukan beberapa frase dan gambits tertentu sesuai dengan konteksnya. Peserta didik akan kesulitan jika hanya membayangkannya. Dengan video pembelajaran ini peserta didik akan mempelajarinya lebih mudah dan menarik. 

    Tujuan akhirnya adalah peserta didik nantinya dapat lebih lancar mempraktekkan tatacara bertelepon dalam bahasa Inggris untuk membuat janji temu (appointment) dan kemudian dapat meningkatkan nilai keterampilan untuk KD ini.

    7. Manfaat 

    Deskripsikan manfaat video pembelajaran yang telah dibuat dalam pembelajaran di kelas. Kalau di laporan saya, kata-katanya seperti ini:

    Peserta didik dapat mengulang – ulang materi tatacara bertelepon dalam bahasa Inggris untuk membuat janji temu (appointment) kapan saja dan di mana saja. Materi ini memang memerlukan latihan lebih sering untuk mendengarkan dan menirukan frase dan gambits making appointment by phone.

    Peserta didik juga akan mendapat pengalaman belajar yang berbeda sehingga mereka tidak bosan. Belajarnya tidak hanya dengan tatap muka secara langsung di kelas saja. Keterampilan Bahasa Inggris mereka akan kurang terasah jika hanya dilakukan saat pembelajaran di kelas.

    Untuk memperoleh manfaat yang maksimal, kami membuat materi pengayaan yang berupa publikasi tertulis di blog milik kami sendiri, https://saungbelajaraisyah.blogspot.com/

    8. Rancangan/Desain

    Menurut buku 4, rancangan/desain di laporan kita bisa dilengkapi dengan gambar rancangan, atau diagram alir. Berikan juga daftar dan foto alat dan bahan yang digunakan. Dalam laporan video pembelajaran ini, saya menggunakan diagram alir.
    Bentuknya seperti ini:

    9. Prosedur Pembuatan

    Pada bagian ini, jelaskan prosedur pembuatan video pembelajaran kita. Lengkapilah dengan foto pembuatan. Dalam laporan saya, prosedur pembuatan saya bagi menjadi 3 tahap.
    • Tahap Pra-Produksi
    • Tahap Produksi
    • Tahap Pasca Produksi
    Pada Tahap Pra Produksi 
    Pada tahap ini pembuat video melakukan eksplorasi ide atau gagasan kemudian menyusunnya menjadi naskah video pembelajaran. Naskah video pembelajarannya, saya tuliskan lengkap klik di sini : membuat & menilaikan video pembelajaran.html

    Pola penyusunan naskah, tidak ada aturan bakunya. Pola yang saya buat ini, mengacu pada pola penyusunan naskah yang dipakai pada kegiatan PembaTIK 2019. 

    Jadi naskahnya itu menjelaskan scene per scene. Durasi per scene bisa hanya sekitar 0  - 2 menit saja. Lengkapi dengan bagaimana tampak visual yang diharapkan pada scene tersebut, trus bagaimana kata-kata yang diucapkan (berupa audio) saat gambar visualnya muncul. Agar lebih detail, beri alokasi waktu yang diharapkan. Saya menggunakan alokasi waktu dalam hitungan second/detik, agar lebih detail.

    Dengan adanya naskah ini, kita akan lebih mudah saat mengambil gambar video. Pengambilan gambar akan jadi terarah dan lebih cepat selesai. 

    Tahap Produksi
    Pada tahap ini mulai dilakukan pengambilan gambar untuk tayangan video. Pertama, kami menyiapkan alat-alat nya dahulu seperti kamera, tripod, clip on dan handphone yang sudah terinstal aplikasi editing KineMaster.

    Setelah alat siap, kami mencari lokasi pengambilan gambar. Kami memilih melakukan pengambalian gambar di ruang lab bahasa karena disitu suasana relatif tenang dan sedikit noise dari luar. Pengambilan gambar dilakukan secara per potong-per potong scene tidak sekaligus 8 menit. 

    Dengan pengambilan per scene, kami jadi lebih mudah menghafal materi yang harus diucapkan. Setiap scene hanya sekitar 1 – 2 menit saja. Kami menggunakan teknik terpisah suara dan gambar. Gambar diambil dan disimpan di kamera digital , sedangkan suara diambil melalui clip on yang dihubungkan dengan handphone. Nanti keduanya akan di edit dan di mix melalui aplikasi KineMaster.

    Tahap Pra Produksi
    Pada tahap ini gambar dan suara yang sudah diambil di edit dan di mix pada aplikasi yang anda pilih. Ada beberapa aplikasi untuk mengedit video, yang mudah untuk pemula misalnya Filmora, Camtasia, Movie Maker, atau Kinemaster.

    Jelaskan prosedur mengeditnya sesuai dengan aplikasi yang dipakai. Lengkapi dengan foto dokumentasi. Sebagai contoh, saya menjelaskan proses mengedit dengan menggunakan KineMaster. Sesuai aplikasi yang saya gunakan untuk mengedit video pembelajaran saya. Ini contoh alur prosedur pengeditan di laporan saya:

    10. Penggunaan di Sekolah

    Pada bagian ini jelaskan bagaimana video pembelajaran kita dipakai saat pembelajaran di kelas. Beri foto dokumentasinya. Kalau saya, laporan pada bagian ini saya lengkapi dengan RPP yang saya pakai. 


    11. Bagian Penutup berisi Dampak dan Simpulan

    BAB V  PENUTUP

    Dampak
    Guru video pembelajaran yang dibuat oleh guru sendiri akan terasa lebih istimewa dimata mereka. Meskipun hasil video belum terlalu istimewa tetapi peserta didik itu tampak menghargai usaha kami. Melihat usaha kami yang lebih, dampaknya peserta didik pun kemudian termotivasi untuk belajar lebih baik. 

    Memang di internet banyak juga video pembelajaran, ibaratnya tinggal pilih, tetapi memilih diantara ribuan pilihan itu bisa menimbulkan kesulitan dan distorsi. Isi pembelajaran pun belum tentu pas sesuai dengan kurikulum dan RPP yang kita susun. Dengan membuat video pembelajaran sendiri, isinya akan bisa kita sesuaikan dengan kurikulum dan RPP yang kita terapkan. Sesuai pula dengan karakteristik anak didik.

    Karena tidak begitu disulitkan dengan proses memilih video, dampaknya peserta didik akan lebih fokus pada pembelajarannya dan kemudian lebih leluasa untuk praktek berbicara sesuai contoh.
    Apalagi bagi siswa yang pemalu, mereka dapat berlatih dulu di rumah dengan mengulang-ulang video pembelajaran ini. Saat tampil untuk dinilai keterampilan berbicara dalam hal bertelepon membuat janji temu, mereka menjadi lebih percaya diri. 


    Slideshow laporan halaman 1 -30

    Simpulan
    Penggunaan Teknologi Informatika dalam pembelajaran bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Guru juga harusnya menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman dalam mengajar. 

    Video pembelajaran merupakan salah satu sarana pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik sekarang yang kebanyakan dari generasi Z. Mereka lebih antuasias jika pembelajaran digabung antara kegiatan tatap muka langsung dengan kegiatan pembelajaran daring/online.

    Dengan membuat sendiri video pembelajaran, guru akan lebih mudah mendapatkan sarana alat peraga/alat belajar yang benar-benar sesuai dengan silabus dan RPP yang mereka terapkan. Pada akhirnya pembelajaran dengan menggunakan video pembelajarn ini dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan mereka, terutama kemampuan berbicara untuk materi Making Appointment by Phone.

    Itulah contoh  laporan Karya Inovatif untuk karya video pembelajaran yang saya telah saya coba buat dan lolos di nilaikan untuk kenaikan pangkat 2019. Dilengkapi dengan cd berisi video pembelajaran durasi 15 menit untuk katagori sederhana, dan durasi 30 menit untuk katagori kompleks.
    Untuk lebih lengkap, laporan dapat dilihat di sini : CONTOH LAPORAN ALAT PERAGA VIDEO PEMBELAJARAN 

    Tentu saja masih banyak kekurangan dalam laporan dan video saya ini. Anda bisa buat versi anda sendiri yang lebih baik. Semoga bermanfaat.

         Salam Belajar,






    Continue Reading
    Guru membuat video pembelajaran? Memangnya apa untungnya? Toh sehari hari kita sudah ketemu murid di kelas. Pembuatannya pun bukan mudah.
    Tapi saya mau mencobanya dan ternyataa...



    Background

    Jadi begini, memang benar guru itu tugasnya mengajar di depan kelas. Sudah sejak dahulu kala ya begitulah kaidahnya. Bukan pula kita berniat mengubah pendapat itu. Pembelajaran tatap muka tetap ruh utamanya mengajar. Hanya saja keadaan kan berubah, teknologi berkembang, demikian pula persepsi murid atau anak yang kita hadapi. Mereka bersikap dan berpikir sesuai dengan jamannya. Itu juga sudah kodrat.

    Kita mengajar anak-anak yang begitu pesat pengetahuan teknologinya. Katakanlah kita mengajar YouTube Generation. Kebanyakan dari mereka sudah terbiasa dengan tayangan lewat gawai mereka. Mengakses informasi lewat dunia maya juga begitu mudahnya. Jadi video pembelajaran bukanlah sesuatu hal yang baru bagi mereka. Inilah yang kemudian bisa menjadi celah untuk memperkaya pelajaran yang dilakukan secara tatap muka di kelas.

    Memperkaya dan melengkapi lho! Bukannya menggantikan.

    Itu hal yang saya tangkap dari konsep Flipped Classroom yang sudah mulai meluas penerapnnya di negara kita ini. Saat menjadi salah satu pembicara di simposium Aisofoll ke – 10 di Bogor pada bulan November 2019 lalu, saya mengamati bahwa pembicara-pembicara dari luar negeri sudah mengenal konsep Flipped Classroom ini sudah mulai beberapa waktu lalu. Blended Classroom atau Flipped Classroom membuat pembelajaran menjadi lebih kaya warna.

    Ditambah lagi saat mengikuti kegiatan PembaTIK level 3, saya juga mendapat ilmu mengenai Flipped Classroom sekaligus belajar cara membuat video pembelajaran yang baik. Pelatihannya pun langsung praktek pembuatan secara berkelompok. Membuat wawasan saya tentang video pembelajaran semakin berkembang.

    Makin yakin saya bahwa membuat video pembelajaran itu bukan kesia-sia an. Bukan pula untuk gaya-gaya an. Karena point utama dari pembuatan video ini adalah adalah untuk kebutuhan murid kita. Untuk mewarnai pembelajaran agar tidak membosankan, bahkan bisa jadi lebih efektif.

    Video Pembelajaran dalam Flipped Classroom

    Belum lama ini saya kerasukan buku ‘FLIP YOUR CLASSROOM: Reach Every Student in Every Class Everyday. Bukunya jelas banget mengupas tentang Flipped Classroom karena memang penulisnya adalah dua guru keren dari Amerika yang termasuk penginisiasi pendekatan ini. Buku ini masih asli berbahasa Inggris.  Belinya pun import dan muahaal :)

    Tapi sepadan lah. Isinya tentang Flipped Classroom terasa riil, menceritakan bagaimana mereka menerapkannya di kelas. Tentang pemikiran dan pengalaman mereka saat berbagi dengan guru-guru lain. Bahasa penyampaiannya tidak terasa berat. Tidak terasa teoritis banget. Jadi makin mantap untuk mencoba si Flipped ini.

    ‘Flip’ dalam bahasa Indonesia bisa dikatakan semacam jungkir balik. Seperti gambar di cover bukunya itu. Maksudnya berubah paradigma untuk tidak melulu dengan pendekatan tatap muka. Di Flipped Classroom guru menggunakan beberapa teknik atau pendekatan, mengkombinasikan kegiatan tatap muka dengan kegiatan daring. Beberapa sarana daring yang saya coba adalah blog, podcast, dan video pembelajaran.

    Siswa mengakses materi pembelajaran lewat HP
    Tujuannya agar siswa sudah punya pemahaman awal dulu sebelum pembelajaran. Siswa membaca materi di blog atau melihat tayangan video di rumah sebelum pelajaran di mulai. Di kelas nanti bisa digunakan untuk intensif latihan soal atau speaking atau listening atau pratikum.

    Video pembelajaran ini juga bermanfaat bagi siswa untuk pengayaan. Bisa dilihat lagi sepulang sekolah untuk mengingat pelajaran yang telah dipelajari. Beberapa anak memerlukan waktu lebih untuk bisa mencerna pelajaran secara sempurna. Nah, video pembelajaran akan membantu mereka untuk mengulang-ulang di mana saja, bahkan bisa sambil tiduran.

    Kecepatan anak menangkap pelajaran memang bisa berbeda. Gaya anak belajarpun juga berbeda-beda. Flipped Classroom berusaha menjembatani semua perbedaan itu. Sesuai dengan slogannya, Bisa mencapai setiap murid, di setiap kelas, setiap hari – Reach every student in every class every day.

    Dalam pengalaman saya, Flipped Classroom dengan berbantu video pembelajaran, podcast atau blog dapat membantu siswa yang sibuk. Iya, siswa itu ada juga lho yang sibuknya lebih dari gurunya.

    Misalnya, siswa saya yang bernama Choiruddin, dia itu pradana Pramuka di sekolah. Kegiatannya semakin padat saat dia ditunjuk mengikuti jambore Pramuka di tingkat Propinsi. Karena dia menjadi terbaik di propinsi, dia kemudian mewakili ke Nasional dan menjadi juara Tergiat Nasional Putra. Setiap mau lomba itu, dia mengikuti pembekalan yang bisa berhari-hari. Belum lagi kegiatannya sebagai tim Paskibra dan OSIS.

    Hana, siswa lainnya, seorang atlet pencak silat yang aktif ikut lomba atau tanding persahabatan. Atau Rofiq dan Nicholas yang serius sebagai atlet futsal. Sering mewakili sekolah dalam berbagai lomba. Memilih aktif di olah raga tertentu bukanlah hal yang buruk. Hanya konsekwensinya mereka akan sering tertinggal pelajaran. Dan masih ada beberapa siswa lain yang aktif organisasi atau kegiatan ekstrakurikuler.

    Tentu siswa tersebut tidak adil kalau ditinggal begitu saja. Walaupun jujur, menerangkan kembali di depan kelas juga tidak menyenangkan. Siswa yang lain pun juga akan bosan. Flipped Classroom bisa menjadi solusi. Video pembelajaran bisa jadi salah satu medianya.

    Cara Membuat Video Pembelajaran

    Video pembelajaran bisa saja kita pilihkan dari berbagai sumber yang terpercaya. Ingat, dipilihkan. Jangan selalu mereka dibiarkan memilih begitu saja dari internet. Pilihan di internet yang milyaran itu bisa saja wasting time dan membingungkan. Dengan dipilihkan, bisa isinya sesuai dengan kurikulum dan bisa dipastikan aman bagi anak.

    Membuat video sendiri juga bisa dijadikan alternatif. Setelah saya coba, ternyata banyak siswa menghargai usaha saya itu. Walaupun video saya masih wagu dan kurang kreatif ehehe..

    Mereka menghargai bahwa saya telah berusaha lebih. Dan itu bertujuan untuk kepentingan mereka. itu kata mereka di polling yang saya berikan setelah mereka mengakses video pembelajaran yang saya buat. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa video buatan gurunya sendiri itu bisa paling pas dengan materi pelajaran di kelas. Mereka pun bisa mem-pause atau mempercepat pemaparan sesuka mereka.

    Lagipula Mereka juga mengkritik gaya saya yang masih terlihat kurang pede maksimal dan minta agar videonya diberi animasi agar lebih menarik. Oke deh, nak, bu gurumu ini akan belajar lebih banyak lagi.

    Tahapan Membuat Video Pembelajaran

    Tahap Pra – Produksi

    Pada tahap ini pembuat video melakukan eksplorasi ide atau gagasan kemudian menyusunnya menjadi naskah video pembelajaran.  Menyesuaikan dengan materi pelajaran sesuai kurikulum dan alokasi waktu di kelas.

    Tentukan juga tempat dan sarana untuk pengambilan gambar. Pilih tempat yang tidak gaduh, agar suara bisa tanpa banyak noise mengganggu. Pilih juga tempat yang terang, bila kita menggunakan cahaya alami. Bila di ruangan yang tidak terlalu terang lengkapi dengan lampu yang terang, lebih bagus dengan lampu sorot seperti yang ada di studio foto.

    Alat alat yang diperlukan misalnya :

    Kamera digital / HP

    Kamera digital ini digunakan untuk mengambil gambar tayangan video. Kamera digital menghasilkan tayangan video yang lebih jelas daripada  kamera hp. Gambar video yang diambil dari handphone kadang tampak pecah jika dibuat pada video resolusi yang cukup tinggi. Tapi jika tidak ada kamera, kita bisa menggunakan handphone yang kita punya.

    Tripod

    Tripod digunakan untuk menyangga kamera digital agar gambar yang diambil stabil sehingga tayangan nantinya tidak banyak goyang, lebih nyaman dilihat. Tripod juga memudahkan saat shooting, tangan menjadi tidak mudah lelah. Sekolah kami mempunyai tripod yang dapat kami manfaatkan.

    Clip on

    Alat ini adalah alat untuk merekam suara berupa micropone kecil yang dapat diselipkan di saku atau dekat leher. Dengan clip on, suara akan lebih jernih, tidak terlalu terganggu dengan noise sekitar kita saat pengambilan video. Clip on disambungkan ke kamera digital atau handphone.
    Kami memilih teknik terpisah. Gambar diambil dan disimpan di kamera digital, sedangkan suara diambil dengan clip on untuk disimpan di HP. Memang lebih ribet tetapi ada kelebihannya. Kelebihan dari teknik terpisah ini adalah audio bisa diedit tersendiri sehingga hasinya suara bisa lebih jernih.

    Green Screen atau Blue Screen
    Ini adalah layar kain berwarna biru atau hijau untuk background pengambilan gambar. Dengan memakai screen ini, nantinya background bisa diganti dengan gambar atau animasi yang sesuai.
    Pilih gambar background untu animasi dari sumber yang free copyright agar kita bisa memakainya tanpa hak cipta. ,Misalnya dari pixabay atau pexel. Demikian juga kalau kita memilih gambar animasi.


    Handphone/Laptop/PC
    Sarana ini digunakan untuk mengedit gambar. Kalau saya, mengedit gambar dan suara yang sudah direkam dengan menggunakan aplikasi Kinemaster di handphone. Hasil videonya sudah cukup bagus walaupun memang belum bisa terbaik. Aplikasi ini cenderung lebih mudah diterapkan, bahkan untuk pemula seperti saya.

    Tahap Produksi

    Pada tahap ini mulai dilakukan pengambilan gambar untuk tayangan video. Pertama, kami menyiapkan alat-alat nya dahulu seperti kamera, tripod, clip on dan handphone. Pilih juga aplikasi editing video yang  akan diinstal di handphone atau komputer, misalnya KineMaster  atau  Camtasia.
    Setelah alat siap, kami mencari lokasi pengambilan gambar.  Saya waktu itu memilih melakukan pengambalian gambar di ruang lab bahasa karena disitu suasana relatif tenang dan sedikit noise dari luar.

    Pengambilan gambar dilakukan secara per potong-per potong scene tidak sekaligus 8 menit. Dengan pengambilan per scene, kami jadi lebih mudah menghafal materi yang harus diucapkan. Setiap scene hanya sekitar 1 – 2 menit saja.

    Saya menggunakan teknik terpisah suara dan gambar. Gambar diambil dan disimpan di kamera digital , sedangkan suara diambil melalui clip on yang dihubungkan dengan handphone. Nanti keduanya akan di edit dan di mix melalui aplikasi KineMaster atau Camtasia. Saya menggunakan aplikasi Kinemaster untuk pembuatan video ini.

    Tahap Pra Produksi

    Editing

    Pada tahap ini gambar dan suara yang sudah diambil di edit dan di mix pada aplikasi Kinemaster yang ada di handphone. Atur gambar dan suara guru agar berjalan harmonis dan sesuai dengan naskah.
    Bisa juga kita tambahkan musik instrumentalia untuk mendukung tampilan. Tapi suara musik latar itu jangan sampai melebihi suara pembicara agar materi pelajaran tersampaikan lebih jelas.  Pastikan juga musik yang ditambahkan tidak mengandung unsur hak cipta atau copy right jika kita ingin mengupload video ke channel YouTube atau Portal Rumah Belajar. Di internet ada banyak layanan musik gratis yang bisa kita download, salah satunya ada di gallery musik YouTube yang free copyright atau bensound.com.

    Rendering Video

     Rendering video adalah proses mengubah dan mengekspor video project di aplikasi KineMaster, menjadi satu file video yang utuh. Biasanya akan membutuhkan waktu lama. Untuk itu, pastikan dan cek terlebih dahulu kapasitas baterai smartphone penuh atau siapkan charger sebelum melakukan proses rendering video.

     Jika sudah yakin dan tidak ada lagi yang perlu diedit dalam video project, sekarang saatnya melakukan rendering. Selanjutnya akan tampil pilihan resolusi dan bitrate video yang akan direndering. Semakin tinggi resolusi dan bitrate maka semakin besar ukuran file video serta semakin lama waktu rendering yang dibutuhkan, namun kulitas video yang dihasilkan akan semakin bagus. Setelah resolusi dan bit rate dipilih maka tap menu “ekspor”. Format video hasil rendering adalah MP4.

    Setelah proses rendering selesai maka nama file video akan tampil pada sebelah kanan atas dan file video hasil rendering sudah tersimpan di dalam smartphone kita. Pilih ikon “play” untuk menonton hasilnya.

    Daan ini dia contoh video pembelajaran yang saya buat.

    Satu video  Alhamdulillah bisa di setujui untuk ditayangkan di Portal Rumah Belajar; sebuah portal belajar online gratis milik Kemdikbud. Video pembelajaran yang ini untuk mendukung pelajaran materi Making Suggestions (Membuat saran).

    https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/

    Satu video lainnya saya upload di Youtube, tentang materi Making Appointment by Phone (Membuat Janji Temu Melalui Telepon)


    Video saya masih perlu banyak perbaikan sih, tapi sudah cukup membantu untuk pembelajaran murid saya. Anda mau mencoba?

    Ayo coba di buat lalu dicoba dipakai di pembelajaran. Bisa juga anda coba upload di Sumber Belajar Portal Rumah Belajar Kemdikbud. Bonusnya, video yang kita buat bisa juga dinilaikan untuk  penilaian kenaikan pangkat bagi guru PNS.

    Contoh dan format laporan video pembelajaran dapat anda akses disini :

    Klik di sini : Membuat Laporan Karya Inovatif Video Pembelajaran.html

    Tapi tetap ide utama dari media video ini adalah : Reach every student, in every class, every day. Mendampingi setiap siswa, di setiap kelas, setiap hari.

      Salam Belajar,








    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About Me

    Dewi Apriliana
    An ordinary working mom who loves kids and teaching and reading
    Read More>

    Popular Posts

    • Making Appointment & Reservation by Phone ; Belajar Bahasa Inggris Yuk
    • Apem Kukus Tradisional yang Ngangeni
    • Giving Examples in English ; Materi Bahasa Inggris Lintas Minat Kelas XI
    • LANGKAH MUDAH MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK LDA
    • Smart Apps Creator (SAC) Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Daring
    • Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh
    • Membuat Laporan Karya Inovatif Video Pembelajaran
    • Contoh Proposal Usaha untuk P5 Tema Kewirausahaan

    FOLLOW US

    recent posts

    Labels

    ruang baca ruang guru ruang impian ruang kelas ruang keluarga ruang menulis ruang perpustakaan

    Statistics

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top