Narrative Text 'THE PEARL' ; Sebuah Contoh Cerita Pendek Berbahasa Inggris

05.43

 Hi, Sahabat Belajar. Do you like reading short stories?

Apakah kalian suka membaca cerita pendek? Apa judul cerita pendek yang paling kalian suka dan ingat?


Kali ini kita akan coba membaca sebuah cerita pendek berbahasa Inggris berjudul ‘The Pearl’ yang ditulis oleh John Steinbeck. Sebuah karya kelas dunia yang bergenre teks Narrative.

Ayoolah, jangan langsung bilang susah dulu : ) 
Bahasa Inggris mungkin memang bukan bahasa sehari-hari kita, tetapi jika kita bersungguh-sungguh pasti akan bisa. Dan yang paling penting : Just enjoy the story. Nikmatilah ceritanya. Karena fungsi sosial dari teks bergenre narrative seperti ini adalah untuk menghibur pembacanya melalui sebuah cerita baik lisan maupun tulis.

Social Function of Narrative text : To amuse/entertain the readers with the story. 

Generic Structure : Orientation – Complication – Resolution – Reorientation/ Coda

Agar lebih mudah, nanti ceritanya akan Misis Dewi bagi menjadi beberapa segmen. Sebelumnya kita pelajari dulu yaa beberapa kosakata yang nanti akan di pakai di cerita pendek ini :
Activity 1

Manakah gambar  berikut ini yang menunjukkan ‘a Pearl’? Which of the following picture shows ‘a pearl?’   

Which of the following picture shows ‘a scorpion’?

Find the meaning :
Very poor quality pearl  = ....
An enermous beautiful pearl = ...
Picked up the oyster = ....
He even can buy a  riffle  = ...
He had hidden the pearl = ...
Someone tried to steal the pearl = ...

T H E   P E A R L

Part 1

Kino was a poor pearl diver. One day a scorpion stung his baby, so he took the baby to the doctor. But the doctor didn’t want to treat the baby because Kino only brought some very poor quality pearls. Kino was rejected because he’s poor.

Later that day, Kino went diving for pearls. While he was diving, he saw a very large oyster. He swam down and down and picked up the oyster. Then he came to the surface. He took his knife and opened the shell of the oyster. Inside, there was an enormous, beautiful pearl! – the greatest pearl in the world.
Kino and his wife, Juana, were very happy. Now they would have enough money to take care their son. Well, maybe buy new clothes or a bigger canoe. Or even a riffle! 

The news of Kino’s huge beautiful pearl spread through the town very quickly. That evening, lots of neighbours came to their house. Those persons talked about what Kino and Juana could do with the money. The doctor also came, pretending to give the baby some medicine while looking around the house, because he knew that Kino had hidden the pearl somewahere. 

In the middle of the night, while Kino and his family were sleeping, he suddenly heard a noise. Someone was trying to steal the pearl! 

In the darkness, Kino jumped up with his knife but someone hit him on his head and ran away. Kino injured on his head a litle bit. He realized that more people would try to steal his valuable pearl. He wanted the pearl for himself.


Terjemahan :

Kino adalah seorang penyelam mutiara yang miskin. Suatu hari, seekor kalajengking menyengat bayinya, maka kemudian dia membawa bayinya ke seorang dokter. Tetapi sang dokter tidak mau merawat bayi itu karena saat itu Kino hanya membawa beberapa mutiara yang berkualitas rendah.  Kino ditolak karena dia miskin.

Sepulang dari dokter pada hari itu, Kino pergi menyelam untuk mencari mutiara-mutiara. Ketika dia sedang menyelam, dia melihat sebuah kerang yang sangat besar. Dia terus menyelam lebih turun dan turun, dan kemudian mengambil kerang tersebut. Di dalamnya, ada mutiara yang cantik dan besar sekali! – mutiara terbesar di dunia.

Kino dan istrinya sangat bahagia. Sekarang mereka akan mempunyai banyak uang untuk merawat putra mereka. Hmm, mungkin bisa juga beli baju-baju baru atau sebuah kano yang lebih besar. Atau bisa juga beli sebuah senapan!

Berita tentang mutiara cantik dan besar milik Kino menyebar ke seluruh kota dengan sangat cepat. Sore itu banyak tetangga berdatangan ke rumah mereka. Orang – orang itu membicarakan tentang apa saja yang bisa Kino dan Juana lakukan dengan uang hasil penjualan mutiara itu nantinya. Bahkan Dokter yang dulu menolaknya pun datang. Dokter itu berpura pura untuk memberi obat kepada bayinya Kino padahal sebenarnya dia mengawasi di seluruh bagian rumah, karena dia tahu pasti Kino telah menyembunyikan mutiara besar itu di suatu tempat.

Di tengah malam, saat Kino dan keluarganya sedang tidur, tiba-tiba dia mendengar ada suara berisik. Pasti seseorang telah mencoba mencuri mutiaranya!

Di tengah kegelapan, Kino melompat dengan pisaunya tetapi orang itu memukul kepala Kino dan melarikan diri. Kino terluka sedikit pada bagian kepalanya. Dia menyadari bahwa akan makin banyak orang akan mencoba mencuri permatanya yang berharga. Padahal dia menginginkan permata itu hanya untuk dirinya sendiri.

Part 2

The next morning Kino took the pearl to the dealers in the main square of the town. All the dealers gave the divers the lowest possible price for their pearls. Kino went to all those dealers but they said that the pearl was too big and ugly and that it was not worth more than 1,500 pesos. It’s not the amount he had dreamt of.



Kino was very annoyed. He had decided to go to to the capital city because he knew that the pearl was very valuable. He brought the pearl back to his house.

But that night someone attacked him outside the house. Juana said that the pearl was evil  and that it was going to destroy them. She tried to throw the pearl into the sea but Kino stopped her. Soon afterwards, he was attacked in the darkness by a group of men. He defended himself with his knife and killed one of the men.

Kino and Juana knew that they had to get away from the town but someone had made a hole in the bottom of their canoe so they couldn’t go by sea. When they went back to their house, they found it in flames so they hid in Kino’s brother’s house. When night came, Juana and Kino started to walk towards the mountain with their baby. Kino was still determined to get to the capital and sell the pearl and kept making plans about the future. He was dreaming to buy more canoes and riflles in the future after he sold the pearl.

During the day, they found a place to hide. They were resting when they saw that three hunters were following them. Those hunters wanted to steal his valuable pearl. 

Kino and his wife then hid and stayed very quiet until the hunters had gone past. Then they ran up to the mountain. High in the mountain, they found stream and a waterfall. They drank water and then decided to hide in one of the caves under the waterfall. That evening the hunters arrived and camped next to the waterfall. Juana couldn’t keep the baby quiet. If the men heard the baby they will steal the pearl so Kino decided to go down and tried to kill the men. What would happened next? It was another misery.

Terjemahan :

Pada pagi hari di hari berikutnya, Kino membawa mutiara itu ke pengepul yang biasa ada di pusat kota. Semua pengepul memberi harga yang serendah mungkin pada para penyelam mutiara. Kino mendatangi semua pengepul tetapi mereka bilang bahwa mutiaranya terlalu besar dan jelek dan harganya tak akan lebih dari 1,500 peso. Harganya tidak setinggi yang Kino impikan.

Kino menjadi sangat kesal. Dia memutuskan akan pergi ke ibu kota karena dia tahu bahwa mutiaranya sangat berharga. Dia lalu membawanya kembali ke rumah.

Tetapi malam itu seseorang ada yang berupaya menyerang Kino di luar rumahnya. Juana berpendapat bahwa mutiara besar itu sesuatu yang sangat jahat dan hanya akan menghancurkan mereka. Juana mencoba untuk membuang mutiara itu ke laut tetapi Kini menghentikannya. Tak lama kemudian, Kino kembali diserang dalam kegelapan oleh sekelompok laki-laki. Kino berhasil melindungi dirinya sendiri dengan pisaunya dan rupanya membunuh salah satu dari para penyerang itu.

Kino dan Juana tahu bahwa mereka harus segera pergi dari kota tapi ternyata seseorang telh melubangi perahu mereka . jadi mereka tidak bisa melarikan diri lewat laut. Ketika mereka akan kembali ke rumah mereka, mereka melihat rumah mereka sudah terbakar jadi mereka kemudian bersembunyi di rumah kakaknya Kino. Ketika malam tiba, Juana dan Kino mulai berjalan melalui gunung dengan membawa bayi mereka. Kino masih berkemauan kuat untuk bisa mencapai ibu kota, menjual mutiara besar mereka , dan terus berangan angan dengan berbagai rencana jika nanti mendapat uang banyak. Dia terus bermimpi untuk membeli lebih banyak kano dan senjata.

Saat siang tiba, mereka menemukan tempat untuk bersembunyi. Saat mereka beristirahat, mereka melihat tiga pemburu sedang mengikuti mereka. para pemburu itu ingin mencuri mutiara mereka yang sangat berharga itu.

Kino dan istrinya kemudian bersembunyi dan berdiam tanpa suara sampai para pemburu itu pergi. Kemudian Kino dan istrinya berlari ke puncak gunung. Di atas puncak gunung, mereka menemukan aliran sungai dan air terjun. Mereka meminum airnya dan kemudian memutuskan untuk bersembunyi di salah satu gua di bawah air terjun. Sore itu, para pemburu tiba dan berkemah di samping air terjun. Juana tidak bisa menjaga agar bayinya tetap diam tak bersuara.Jika para pemburu itu mendengar suara bayi mereka pasti akan mencuri mutiara itu jadi Kino memutuskan untuk membunuh pemburu itu sebelum mereka menemukannya. Lalu apa yang akan terjadi kemudian? Itu hanyalah kepedihan dalam bentuk lain. 


Part 3

Unfortunately, one of the hunters actually had heard the baby, he fired his riffle just as Kino attacked. Kino then took the the man’s riffle and killed him and the other men. But then suddenly everything went very quiet and Kino knew that something was wrong. Kino went back to the cave. The baby was dead! Kino’s  beloved baby had been hit by the man’s first rifle shot. 

Kino and Juana walked back to the town carrying the body of their dead baby. They walked slowly. The people came out to meet them but they ignored everybody. They walked towards the sea. Kino took out the pearl. It was grey and ugly, and in the pearl he could see evil faces. He offered the pearl to Juana but she said softly in tears,’ No, you. It’s you who should trow the evil pearl away. It just makes us became too greedy for wealth. The pearl had changed us to be cruel persons just like those cruel hunters. And look at the end, only great misery we get.”

Kino took the pearl. He didn’t want to keep the pearl anymore. He  threw the pearl into the water. Slowly the pearl dropped to the bottom and settled near some plants. A crab climbed over it and covered it with sand. The pearl was dissapeared.

__The End__

Untuk Part 3 ini coba kalian sendiri yaa yang mencoba menterjemahkannya. Cobalah mencari di kamus arti kata-kata yang belum kalian tahu artinya. 

Cerita pendek yang menarik akan membawa kita untuk larut ke alur ceritanya. Turut memahami perasaan para tokoh utamanya. 

So, do you like the story? Tell your friends what can you learn from the story you had read.

Setelah membaca cerita, sekarang kalian coba menjawab pertanyaan – pertanyaan di latihan berikut ini. Choose one correct answer based on the story. Good Luck.


Itulah sebuah contoh cerita berbahasa Inggris. Cobalah mencari dan membaca contoh-contoh cerita berbahasa Inggris lainnya. Keep Reading!

   Salam Belajar,


You Might Also Like

10 comments

  1. Akhirnya tangis bayi itu terdengar oleh sang pemburu....Tapi sayang meski Kino berhasil membunuh salah satu sang pemburu, Namun ia harus rela kehilangan bayinya yang harus mati terkena senapan.😊😊

    Hingga pada akhirnya Kino sadar Mutiara yang ia dapat memang begitu indah, Tetapi semuanya tetap membawa ia menjadi seorang yang rakus, Tamak, Serta hidup yang tidak bisa tenang.

    Hingga akhirnya Kinopun membuang Mutiara itu kelaut kembali...

    Menarik banyak hikmah yang didapat dari cerita pendek berbahasa inggris ini..😊😊👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ceritanya getir tapi ada hal yang dapat dipelajari di dalamnya.
      Terimakasih sudah mampir mas satria 😊

      Hapus
  2. Wow Bu guru ternyata pintar sekali berbahasa Inggris. Selain itu juga pintar meramu cerita yang bagus dan syarat hikmah. Jadi malu karena kebanyakan ceritaku asal saja.😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ceritanya mas agus itu penghibur manjur saat jutek lelah jiwa ragaa hehe..
      Selalu refreshing rasanya kalau mampir ke blogsarilah itu :)

      Hapus
    2. Alhamdulillah kalo Bu guru terhibur dengan cerpen saya. Cuma setelah baca ini baru sadar kalo saya bikin cerita belum pernah ada hikmahnya, asal buat hiburan saja.

      Hapus
  3. wooooaaahhh aku mau ah berguru pada miss dewi, dari dulu aku suka metode storytelling inggris mba dew...#ajarin buguluuuuuw hihi

    keberadaan kerang besar penghasil mutiara yang mengubah nasib kino dan juana nyatanya bikin ati tiap hari was wes wos takaut ada yang mencurinya ya hihihi

    ☺����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe mbak mbul cerita di blognya selalu menariik..
      Apalagi yg cerita terakhir, yg tentang kupu kupu menabrakkan tubuhnya ke dinding. Siiip alurnya menarik

      Hapus
    2. Iya yaa mbak Dewi cerita si Mbul yang Kupu2 menabrakan sayapnya kedinding lebih bagus dibuat film lebih seru..😊😊

      Hapus
  4. Saya belum pernah baca cerpen Steinbeck. Pernahnya ngelarin dua novelnya: Dataran Tortilla dan Cannery Row.

    Ini berarti semacam kisah anak gitu, ya? Ceritanya lebih simpel.

    Kadang sesuatu yang indah dan terlalu menyilaukan memang bisa jadi petaka.

    BalasHapus
  5. Sya masi ingat semasa d Sekolah Menengah cerpen ni masuk dalam silibus pelajaran Bahasa English..

    BalasHapus