Saung Belajar Aisyah

    • Home
    • ruang keluarga
    • ruang kelas
    • ruang baca
    • ruang menulis
    • ruang impian



    Kalau maafku mungkin masih sewarna semburat oranye di awal hari. Antara stengah iya – stengah gengsi. Belum semenggoda warna si cokelat. Di depan kelas mudah saja sih setengah khotbah mengatakan , kalau kita salah segera minta maaf ya... kalau teman salah ya harus kita maafkan. Amboii gurihnya nasehatku.

    Kenyataannya bisa lain cerita. Saat si trouble maker – begitu temannya menjulukinya, datang ke kelas dengan santainya setelah hampir sekian lama dipimpin berdoa. Diantara bibirnya yang belepotan mi rebus terdengar gumaman minta maaf. Mengapa berat untuk sekedar melingkarkan senyum. Jangan bilang mudah saat bibir mencoba berucap, iyaa bu guru sudah maafkan kamu kok!.

    Mengapa begitu berat? Bagaimana caraku untuk segera memaafkannya?  Tak bisakah biarkan saja kesalahannya lepas di alur angin? Tanpa tamparan tanpa makian. Tapi maafku belum selezat cokelat. Harga maafku masih terlalu tinggi dikalahkan rasa gengsi – ingin lebih berkuasa. Mengapa yang keluar dari mulutku lebih mirip makian yang mungkin menamparnya lebih tajam dari sekedar tamparan tangan.

    Kau kukatakan tak berkarakter. Tak tahu sopan. Kau gagal belajar karakter baik disekolah ini. Kulirik bias pahit dimatamu. Aiih, pahitnya coklat seharusnya berganti dengan legit dan lezat yang berujung senyum. 

    Baiklah, kurasa agar maafku menjadi selezat coklat aku harus belajar beberapa kata mereka yang cerdik pandai:

    1. "Anak yang gagal belajar atau guru yang gagal mengajar?" 

    Sebuah pertanyaan di buku Ayah Edy Punya Cerita yang seharusnya menjadi bagian tanyaku. Saat mereka gagal bersopan santun dengan baik seperti tadi, mengapa tak coba saya tanya ke diri sendiri " Hei, jangan-jangan saya sebagai guru lah yang ikut andil mencetak mereka untuk gagal bersikap lebih baik. "
    Rasanya lebih baik jika saya mencoba koreksi diri. Mencoba mencari cara agar saya tak lagi gagal menerapkan disiplin dan sikap sopan kepada mereka.

    2.  Belajar dari ayah Dr. Arun Gandhi; Mendidik tanpa kekerasan.

    Suatu hari saat Dr Arun Gandhi masih remaja, dia mendapat tugas untuk menemani ayahnya yang pergi konferensi di sebuah kota besar. "Arun, jemput ayah tepat jam lima sore disini dan kita akan pulang bersama-sama."
    Sang anak menjawab dengan yakin akan menjemput ayahnya tepat jam lima sore. Tetapi apa daya, janjinya terkalahkan dengan keasyikannya melakukan berbagai kegiatan, termasuk menonton film di sebuah bioskop. Arun pun terlambat. Dia datang ketempat ayahnya hampir pukul 18.00. Ayahnya kemudian bertanya mengapa dia terlambat.
    "Maaf ayah, tadi aku menunggu bengkel  seharian. mobilnya sore baru selesai diperbaiki," jawab Arun mulai berbohong. Malu dia keasyikan menonton film hingga lupa janjinya.
    Ternyata tanpa sepengetahuan Arun, ayahnya tadi telah menelfon bengkel tempat mobil diperbaiki. Bengkel mengatakan mobil telah selesai siang tadi. Ayah Arun terpekur sedih, dia tahu anaknya telah berbohong.

    "Arun, sepertinya ada sesuatu yang salah dalam Ayah mendidikmu, sehingga kamu tidak punya keberanian untuk berbicara jujur kepada Ayah. Untuk menghukum kesalahan Ayah ini, biarlah Ayah pulang dengan berjalan kaki, sambil merenungkan letak kesalahannya."
    Lalu perjalanan pulang sejauh kurang lebih 18 mil itu dilakukan sang Ayah dengan berjalan kaki dalam diam. Sementara hari kian gelap. Ayah tetap menggeleng saat berulang Arun menawarinya naik mobil. Arun tak kuasa menahan air mata saat berlahan mengiringi ayahnya, Arun menyetir  berjalan berlahan di belakang ayahnya dalam sepanjang perjalan itu. Arun pun sangat menyesali kejadian itu dan berjanji sejak saat itu dia akan selalu berkata jujur kepada siapapun. Dr. Arun menyatakan pasti akan berbeda jika saat itu ayahnya meluapkan marah atau langsung keras dalam menghukum,
    "Kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu dan hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya."
    http://www.arungandhi.org

    Maafkan anak, evaluasi kesalahan yang mungkin kita perbuat yang mungkin ikut berperan menjadikan anak menunjukkan perilaku yang tidak terpuji.

    3. Saat harus terpaksa memberi hukuman, pastikan berat ringannya hukuman bukan semata-mata berdasar suasana hati semata.

    Ya Allah, kadang alangkah tampak beringasnya sikap ini kepada mereka. Hanya karena mereka terlambat, rentetan kata tajam mereka terima. Tanpa sempat mereka menjelaskan. Tanpa membiarkan hati ini peduli mendengar. Menurut Moh. Faudzil Adhim dalam bukunya Saat berharga untuk anak kita:
    "Tak layak orangtua terus memberi tekanan mental kepada anak, padahal mereka telah menunjukkan penyesalan. Sebaliknya, yang perlu kita berikan adalah dukungan dan penerimaan yang tulus."

    Maka seharusnya bukan kata bernada kasar dan menyudutkan yang harusnya keluar dari lisan ini tadi. Seharusnya biarkan dulu hati ini memaafkan. Seharusnya lembutkan dulu mata ini dengan penerimaan yang tulus saat mereka menunjukkan penyesalan. Nah, setelah itu barulah beri waktu untuk mendiskusikan hukuman. Kasih sayang harusnya mendahului kemarahan. 

    Harusnya bukan kata tajam untuk memulai hukuman mereka kali itu. Harusnya tatapan kasih sayang penuh maaf yang manis untuk menetapkan hukuman mereka yang telah melanggar peraturan. Dan merekapun akan tahu bahwa saat hukuman ditetapkan, itu semata karena didorong oleh rasa sayang dan peduli saya untuk mereka.

    Picture:Pixabay

    Maaf , nak .. bu guru mu sering lupa kalau memaafkan harusnya selezat coklat.  Legit, gurih,  walau mungkin ada sedikit pahit saat harus menegur dan menghukummu dengan kasih sayang. 
    Continue Reading
    Penulis        : DK Wardhani
    Tahun terbit : Agustus 2018
    Penerbit       : Pustaka Rumah Main Anak (RMA)
    Jumlah halaman : 180

    Continue Reading

    Apa itu OGN?

    Olimpiade Guru Nasional ini diadakan oleh KESHARLINDUNGDIKMEN yang sangat kredibel menjalankan lomba berskala nasional bagi guru. KESHARLINDUNGDIKMEN adalahKesharlindung Dikmen merupakan salah satu Subdit pada Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah yang menangani Kesejahteraan, Penghargaan dan Pelindungan guru pendidikan menengah. Lomba ini untuk ajang guru berkompetisi dalam mengerjakan soal-soal sesuai bidang mata pelajaran yang diampunya.

    Pendaftaranpun sekarang semakin fleksibel karena guru manapun, pangkat apapun, dinas di pelosok terpencil pun bisa mendaftar. Itu karena sudah beberapa tahun ini, pendaftaran berlangsung secara online. Sangat mudah dan terbuka. Tidak perlu lagi berjenjang, model tunjukan per kabupaten sepert
    i jaman baheula.

    Baca juga :   Contoh Artikel Gagasan Ilmiah

    Manfaat Mengikuti OGN

    Buktinya, saya tahun lalu bisa mengikuti dua kegiatan Kesharlindung. Padahal saya guru biasa saja, yang tidak akan pernah dipilih kalau dengan sistem tunjukan model dulu. Dan Alhamdulillah, berasa sekali banyak manfaatnya.
    1. Wawasan bertambah.
    Ikutan kegiatan-kegiatan KESHARLINDUNG akan membuka kemungkinan anda bertemu dengan pembicara-pembicara hebat tingkat nasional. Yang biasanya hanya bisa kita lihat di TV! Ilmu dan wawasan mereka yang luas siap dibagi.
    2. Tambah teman, tambah saudara.
    Kegiatan Kesharlindung yang ikutaan wooow.. bisa ribuan.. dari pelosok Sabang sampai Merauke. Tambah sahabat bahkan dari kota yang kadang belum pernah kita dengar.
    3. Ngrejekeniii
    Alhamdulillah bisa nambah rejeki. Dapat BINTEK di hotel secara gratisss. Bahkan kalau pas rejeki jadi finalis nasional, bisa dapat tiket pesawat gratis dengan hadiah yang bisa buat beli laptop. Apalagi jika sampai menang, hadiahnya puluhan juta. Tetapi ngrejekeni itu bukan hanya itu. Bukan hanya sekedar materi tapi juga dalam bentuk rejeki ilmu dan pengetahuan akan kebijakan terbaru.
    Kebijakan baru membuat peluang anda lebih besar!
    Kenapa? Karena peraturan baru melarang para Jawara Kesharlindung - bahkan finalisnya - tidak boleh lagi mendaftar tahun ini. Finalis tahun 2017 - 2018 dari lomba apapun yang didakan Kesharlindung.
    Yuuk, bu guru - pak guru.. mari dicoba!

    Pedoman OGN 2019

    MATA PELAJARAN YANG DILOMBAKAN
    Jenis mata pelajaran yang dilombakan pada lomba OGN tiap tahun bisa berbeda. Untuk tahun OGN 2019 ini mata pelajaran yang dilombakan:

    1. Matematika : guru SMA/SMK/SLB  
    2. Bahasa Indonesia : guru SMA/SMK/SLB
    3. Bahasa Inggris : guru SMA/SMK/SLB
    4. Fisika : guru SMA/SMK
    5. Biologi : guru SMA/SMK
    6. Ekonomi : guru SMA/SMK
    7. Sosiologi : guru SMA/SMK
    8. Bahasa Jepang : guru SMA/SMK
    9. Program Kebutuhan Khusus : guru SLB


    PERSYARATAN ADMINISTRASI:

    a. Mendaftar secara online pada laman www.kesharlindungdikmen.id , KLIK pada icon ‘DAFTAR’
    b. Guru SMA/SMK/SLB Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau bukan PNS (dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY) )
    c. Memiliki NUPTK, (nanti saat mendaftar akan diminta mengisi nomor nuptk dan scannya)
     dan atau yang belum memiliki NUPTK tercatat di Data Pokok Pendidikan (DAPODIK Kemdikbud) yang dibuktikan dengan tangkapan layar (screenshot) Dapodik dan dilegalisir oleh Dinas Pendidikan Provinsi
    d. Memiliki masa kerja sebagai guru SMA/SMK/SLB secara terus-menerus, sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun dibuktikan dengan SK CPNS atau SK Pengangkatan bagi guru bukan PNS.
    e. Memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D4.
    f. Surat pernyataan sebagai guru yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah.
    g. Tidak sedang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah atau sedang dalam proses pengangkatan sebagai Kepala Sekolah atau sedang dalam transisi alih tugas ke unit kerja di luar satuan pendidikan.
    h. Belum pernah menjadi finalis pada semua kegiatan lomba tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Subdit Kesharlindung Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus dalam 2 (dua) tahun terakhir (2017-2018).
    i. Bidang lomba yang diikuti sesuai dengan tugas yang diampu. j. Mengirimkan artikel/gagasan ilmiah. Semua persyaratan administrasi diunggah pada lamannya Kesharlindungdikmensus.
    Yaa sekarang jadi Kesharlindung pendidikan menengah dan pendidikan khusus.



    Artikel/gagasan ilmiah bertema “Menanamkan Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran berorientasi HOTS”. Mata pelajaran yang dimaksud sesuai dengan yang diampu dan dibuat secara khusus untuk mengikuti lomba OGN.

    Untuk wawasan anda saat membuat artikel gagasan ilmiah, baca : HOTS Dalam Pembelajaran
    Untuk artikel teknik mengajar lain yang bisa anda gunakan untuk membuat artikel ilmiah baca juga postingan berikut:
    Mencoba Blended Learning Berbantu Blog dan Rumah Belajar


    Selamat bergabung dengan KESHARLINDUNG dan mengikuti kompetisi OGN. Coba juga kompetisi lain untuk guru. Bukannya bertujuan untuk gaya-gayaan atau mau sombong, tapi tujuan utamanya adalah untuk menantang diri untuk belajar lebih. Kalau saya pribadi, dengan mengikuti kompetisi saya akan lebih bersemangat untuk merefresh kemampuan diri. Dan ajaibnya, pada akhirnya itu berimbas positif kepada siswa. Mereka menghargai usaha saya untuk belajar lebih itu.
    Ini contoh kegiatan lain yang saya ikuti, silakan klik di judul berikut :

    Mengikuti Kompetisi Memenangkan Dana Hibah Penelitian dari SEAMEO


           Salam Belajar,

    Continue Reading

    (Pixabay)
                 
       LATAR BELAKANG

    Dalam K13 revisi 2017, ada perubahan signifikan dalam hal penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ada empat hal yang harus muncul dalam RPP yaitu : Penguatan Pendidikan Karakter, Literasi, 4 C dan HOTS. Istilah 4 C berkaitan dengan ketrampilan abad 21 yang perlu dimiliki oleh siswa berupa Creative, Critical Thinking, Communicative, dan Collaborative. Dalam kurikulum ini, pembelajaran dalam kelas seharusnya mendorong siswa  untuk menjadi kreatif, berfikiran kritis, mampu menyampaikan idenya dengan komunikasi yang baik, dan mempunyai ketrampilan yang baik saat menjalin kerjasama dengan pihak lain.
    Pada pola ini guru seharusnya selalu berupaya mengaktifkan potensi siswa untuk belajar mencari tahu dan menerapkan apa yang telah mereka ketahui untuk menjadi sebuah ketrampilan, yang pada akhirnya akan membangun sikap mereka. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran aktif  K 13 berkaitan dengan Higher Order Thingking Skills (HOTS) atau kemampuan berfikir aras tinggi.
     Mengintegrasikan HOTS dalam pembelajaran juga merupakan sebuah keharusan, jadi HOTS itu bukan hanya sekedar pada pembuatan soal untuk assessment. HOTS dalam pembelajaran maksudnya adalah kemampuan berfikir kritis, logis, reflektif dan metakognitif. K 13 menuntut agar materi pembelajaran didesain untuk mendorong siswa mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Model pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered learning) sudah tidak lagi relevan. Peserta didiklah yang harusnya menjadi pusat pembelajaran (student-centered learning).

    APA ITU HOTS? 

    Menurut Lewis dan Smith dalam King, Ludwika Goodson, & Faranak Rohani (1997:32) , istilah HOTS atau ketrampilan berpikir aras tinggi ini meliputi berpikir kritis, logis, reflektif, dan metakognitif. Ketrampilan ini dianggap akan aktif jika peserta didik dihadapkan pada beberapa bentuk permasalahan, ketidakpastian, hal yang bersifat dilema, atau pertanyaan-pertanyaan.
    Lewis dan Smith dalam King (1997:35) kemudian mendiskripsikan bahwa proses berpikir aras tinggi terjadi saat seseorang mengambil informasi baru dan mengaitkannya ke informasi lama yang telah tersimpan di memorinya (prior knowledge) lalu disusun kembali untuk mendapatkan jawaban atas situasi atau masalah yang dihadapinya. Melalui proses berfikir aras tinggi semacam ini, seseorang itu kemudian menjadi dapat memutuskan apa yang akan dipercayainya, menentukan apa yang akan dilakukannya, menciptakan ide dan barang baru, atau membuat prediksi.

    HOTS BERDASAR TAKSONOMI BLOOM

    Konsep HOTS ini sebenarnya meliputi beberapa konsep dari beberapa ahli. Misalnya, berkaitan dengan konsep ketrampilan berpikir dalam taksonomi Bloom (1956), konsep hirearki kemampuan belajar yang dikemukakan oleh Brigs dan Wager (1981), Gagne (1985), serta beberapa konsep lain.
    Dalam penelitian ini, konsep ketrampilan berpikir aras tinggi lebih didasarkan pada konsep taksonomi Bloom yang sudah diperbaharui. Taksonomi Bloom merupakan pengkatagorian kognisi atau ranah berpikir yang dipublikasikan oleh Benjamin S Bloom pada tahun 1956. Maka tanda yang digunakan pada taksonomi tersebut adalah huruf C (Cognititive). Empatpuluh lima tahun kemudian, pada tahun 2001 seorang anggota tim Bloom yang bernama David R Krathwohl, mengusulkan revisi pada Taksonomi Bloom tersebut. Berikut ilustrasi perubahannya (Rusyna:22) :

    Taksonomi Bloom Lama:

    C1 (Pengetahuan); C2 (Pemahaman); à C3 (Aplikasi); à C4 (Analisis); à  C5 (Sintesis); à C6 (Evaluasi).

    Taksonomi Bloom Revisi:

    C1 (Mengingat);à C2 (Memahami); à C3 (Mengaplikasi); à C4 (Menganalisis); à C5 (Mengevaluasi); à C6 (Mencipta)

    Pada taksonomi Bloom yang lama menggunakan kata benda sebagai label (Pengetahuan, Pemahaman, dsb.), sedangkan pada taksonomi Bloom revisi menggunakan kata kerja (Mengingat, Memahami, dsb.). Penggunaan kata kerja pada bagian revisi selaras dengan tujuan taksonomi Bloom, yaitu mempermudah guru untuk membuat klasifikasi tentang hal apa saja yang harus dipelajari oleh peserta didiknya dalam jangka waktu tertentu. Guru akan lebih mudah untuk mengidentifikasi pada level kognisi manakah sebuah tujuan pembelajaran akan dicapai. Guru juga terbantu untuk mengidentifikasi pada level kognisi manakah sebuah aktifitas belajar akan dilakukan atau suatu assesment akan dibuat.
    Pada taksonomi Bloom revisi, kemampuan ‘mengevaluasi’ yang tadinya pada C6, levelnya turun menjadi C5. Sedangkan kemampuan ‘sintesis’ naik pada level C6 dan berganti nama menjadi ‘mencipta (create)’. Tingkat kognisi mencipta dianggap lebih tinggi daripada mengevaluasi. Ini berdasar pada asumsi bahwa seseorang dikatakan dapat mencipta sesuatu setelah melalui tahapan menganalisis dan mengevaluasi.
    Berikut rincian ranah kemampuan berpikir aras tinggi (HOT) didasarkan pada bagan Level Kognitif dari taksonomi Bloom yang telah direvisi. Dalam bagan tersebut, terdapat 6 dimensi proses kognitif: C1 Remember, C2 Understand, C3 Apply, C4 Analyze, C5 Evaluate, dan C6 Create.

    6 DIMENSI PROSES KOGNITIF

    Penjelasan dari tiap dimensi itu menurut Buku Panduan Penulisan Soal 2017 yang dikeluarkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemendikbud (2017:7) adalah sebagai berikut:

    ·         C1 Remember: mengingat
    Ini adalah tingkat proses kognitif paling dasar dimana peserta didik mengingat sesuatu yang pernah mereka pelajari tanpa perlu mengubahnya menjadi perspektif mereka sendiri. Peserta didik menunjukkan pemahaman dasar terhadap materi pelajaran dan dapat membuat generalisasi secara sederhana.
    Pada makalah anda , tambahkan deskripsi mengenai keadaan di kelas anda bagaimana contoh keadaan berdasarkan ranah ini. Tentu saja disesuaikan dengan mapel anda dan materi pelajaran yang akan anda angkat. 
    contohnya:
    Makalah saya tentang penelitian HOTS di bidang bahasa Inggris, materi pembelajaran Writing Hortatory teks. Maka saya menuliskan keadaan murid saya pada tataran ini sebagai berikut:
    Kaitannya dengan keadaan peserta didik di sekolah kami dalam pembelajaran menulis teks eksposisi adalah sebagai berikut: peserta didik saat proses ‘writing’ dikatakan pada level C1 ini saat para peserta didik tersebut hanya menuliskan ulang teks berbentuk Hortatory Expositon yang mereka ambil dari sumber lain, tanpa mengubahnya.

    Pada level ini, peserta didik sudah menunjukkan kemampuan mengenali dan mengingat bahwa ‘generic structure’ dari sebuah teks hortatory exposition adalah terdiri dari ‘thesis – argumentation – dan – recomendation’. 
    lakukan hal yang sama pada tingkatan level lainnya di bawah ini.

    ·         C2 Understand: memahami
    Sebuah kemampuan untuk memahami suatu pengetahuan. Peserta didik menunjukkan kemampuan menyusun materi yang telah dipelajari sebelumnya. Siswa dapat menjelaskan dan menginterpretasi dengan memberi contoh, mengubah sebuah bentuk presentasi menjadi bentuk yang berbeda.

    ·         C3 Apply: menerapkan
    Kemapuan untuk menggunakan metode/konsep/ prinsip/teori yang telah siswa pelajari dalam situasi yang berbeda. Ini merupakan kemapuan untuk menerapkan suatu pengetahuan. Peserta didik mampu menggunakan informasi yang telah dipelajari sebelumnya untuk menyelesaikan masalah atau tugas tertentu.
    Pada makalah anda , tambahkan deskripsi mengenai keadaan di kelas anda bagaimana contoh keadaan berdasarkan ranah ini. Tentu saja disesuaikan dengan mapel anda dan materi pelajaran yang akan anda angkat.

    ·         C4 Analyze: menganalisis/ membedah
    Proses kognitif ini meliputi kemampuan untuk menguraikan atau memecah materi jadi bagian – bagian penyusunnya sehingga komponennya dan strukturnya dapat difahami. Peserta didik pada tahapan berfikir ini akan mampu mengidentifikasi alasan atau penyebab suatu masalah. Mereka mampu menganalisa sebuah kesimpulan atau sebuah generalisasi untuk menemukan bukti yang mendukung, atau sebaliknya, peserta didik mampu mempertimbangkan bukti-bukti yang sudah ada untuk menyusun sebuah kesimpulan atau sebuah generalisasi.

    ·         C5 Evaluate: megevaluasi
    Kemampuan untuk mengambil keputusan berdasar kriteria dan atau standar. Misalnya siswa dapat melakukan kegiatan memeriksa dengan menunjukkan kelebihan, menunjukkan kekurangan atau membandingkan. Siswa juga mampu melakukan kritik atau membuat penilaian yang objektif.


    ·         C6 Create: mencipta
    Proses kognitif pada ranah ini mencakup kemampuan memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru. Siswa mampu merumuskan/merancang, merencanakan dan kemudian memproduksi suatu karya yang orisinal. Peserta didik menunjukkan kemampuan memproduksi karya orisinal, membuat prediksi, menyeselesaikan masalah, berargumentasi atau mempresentasikan karya seni atau musik.

    Keenam dimensi proses kognitif tersebut kemudian dikelompokkan dalam tiga level kognitif, dengan tanda L1 & L2 (LOT) , serta L3 (HOT).
    ·           L1 meliputi kemampuan C1 mengingat dan C2 memahami
    ·           L2 meliputi kemampuan C3 menerapkan
    ·           L3 meliputi kemampuan C4 menganalisis, C5 mengevaluasi dan C6 mencipta

    Perincian  diatas diadaptasi dari Taxonomy for Learning, Teaching and Assessing yang dikemukakan oleh L. W. Anderson and D. R. Krathwohl berdasar Bloom’s Taxonomy dalam Leroy (2011:3).
    Jadi dalam sebuah kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis HOTS harus terdapat kegiatan yang menstimulus siswa untuk mengembangkan kemampuan menganalisis, mengavaluasi dan mencipta. Ini akan tercapai jika pembelajaran berlangsung dalam pembelajaran aktif dimana siswa menjadi pusatnya.

    PENERAPAN TEORI MENJADI ARTIKEL GAGASAN ILMIAH

    Dalam makalah atau artikel anda lalu tunjukkan pada posisi ranah kognitif mana siswa anda pada materi yang anda jadikan penelitian. Misalnya  pada pra penelitian, keadaan pembelajaran dan hasil tulisan siswa saya pada Hortatory text 90 % pada ranah C1 dan C2, 10% pada ranah C. 

    Setelah itu tetapkan pada level kognitif berapa siswa anda akan dibawa. Pastinya ke salah satu ranah di L3, dengan tujuan membawa siswa anda ke ranah berpikir aras tinggi. Contohnya : saya ingin membawa siswa saya ke ranah Create (C6) pada pembelajaran menulis teks Hortatory Exposition.

    Lalu fikirkan metode pembelajaran apa yang akan anda terapkan untuk membawa siswa keranah HOTS tersebut. Teknik pembelajaran apa yang akan anda terapkan berdasar metode tersebut. Sebagai contoh ; dalam penelitian, saya menerapkan Photovoice sebagai teknik pembelajaran untuk membawa siswa ke ranah berpikir aras tinggi (HOTS). Maka kemudian judul makalah atau gagasan ilmiah saya menjadi :

    PENERAPAN PHOTOVOICE SEBAGAI TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HORTATORY EXPOSITION PADA SISWA KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI

    atau
    PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF BERBASIS HOTS DENGAN TEKNIK PHOTOVOICE NTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HORTATORY EXPOSITION PADA SISWA KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI

    atau 
    PENGUATAN KARAKTER BERFIKIR KRITIS MELALUI ENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF BERBASIS HOTS DENGAN TEKNIK PHOTOVOICE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HORTATORY EXPOSITION PADA SISWA KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI

    Inti pembahasan gagasan ilmiah anda adalah untuk membuktikan rumusan masalah yang anda tetapkan berdasar latar belakang dan judul yang anda usung. Misalnya dari judul saya diatas saya memunculkan beberapa rumusan masalahnya sebagai berikut:

    • Apakah melalui penerapan pendekatan pengajaran aktif berbasis HOTS dengan Photovoice sebagai tekniknya dapat meningkatan kemampuan menulis teks hortatory exposition pada siswa kelas XI IPA 2?
    • Anda dapat pula membuat rumusan menanyakan seberapa besar prosentase peningkatan kemampuan menulisnya?
    • Apakah melalui penerapan pendekatan pengajaran aktif berbasis HOTS dengan Photovoice sebagai tekniknya dapat membawa siswa mencapai aras berfikir yang lebih tinggi, yaitu ‘creating’?
    • Atau anda dapat pula menanyakan bagaimana teknik/metode tersebut dapat membawa siswa mencapai aras berfikir yang lebih tinggi, yaitu ‘creating’ ?

    Artikel gagasan ilmiah anda pun kemudian akan mengalir jika anda sudah menuliskan sampai tahap tersebut. Anda kemudian dapat mengembangkannya menjadi PTK, Best Practice atau sebagai artikel ilmiah. Jika artikel ilmiah akan digunakan untuk sebagai kelengkapan OGN maka jangan lupa untuk disesuaikan dengan ketentuan pada petunjuk pelaksanaan OGN,
    Berikut ini beberapa artikel yang dapat anda baca untuk menggali ide dalam membuat PTK atau Best Practice berupa penelitian di bidang Bahasa , klik di judul di bawah ini yaa
    Contoh Ide Penelitian di Bidang Bahasa untuk PTK atau Best Practice

    Menggunakan Photovoice Sebagai Teknik Pembelajaran

    https://saungbelajaraisyah.blogspot.com/2019/10/mencoba-blended-learning-berbantu-blog.html

    Selamat menulis artikel gagasan ilmiah. Sesuaikan dengan keadaan kelas anda, tulis dan tulisss. Semoga berhasil.

         Salam belajar,





    DAFTAR PUSTAKA

    King, FJ, Ludwika Goodson, and Faranak Rohani. 1997. Higher Order Thinking Skills; Definition, Teaching Strategies, Assessment. Tersedia pada: cala.fsu.edu  . Diakses pada 12 September 2018.
    Leroy, Rachel Van Horn. 2011.Using Bloom's Taxonomy to Sequence Writing. Tersedia pada: digitalcommons.georgiaouther.edu .Diakses pada 13 Maret 2018.
    Panduan Penulisan Soal 2017.Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang emendikbud
    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran Pendidikan Dasar dan Menengah.
    Rusyna, Adun. 2014. Keterampilan Berpikir. Yogjakarta. Penerbit Ombak.
    htpps.www.britishcouncil.my/english/courses-children/resources/HOT-skills. Diakses pada 5 Februari 2018.


    Continue Reading

    THE UNSUNG HERO; 
    Mengenang Kepergian Seorang Sahabat Istimewa

    Pagiku kali itu gelisah. Berita duka seakan merayap lewat uaran dinginnya angin pagi. Menelisik diantara beningnya embun bergulir di pucuk rumput. Menunggu sebentar untuk ditimpa hangatnya mentari hingga akhirnya hilang. Menguap. Lalu mengapa pula aku seperti berat. Sedang embun telah mencontohkan. Ketiadaan seseorang adalah kepastian. It’s just a matter of time.
    “Selamat Jalan Ahmad Antoni, I see the hero lies in you,” kubisikkan lewat embun selepas bait Al Fathehah kukirimkan ke langit.

    Tanyakan tentang kematian padanya. Dan dia akan menjawabnya ringan kadang masih disempatkan tersenyum. Vonis penyakit lupus yang dideritanya membuatnya sudah begitu akrab dengan keluar masuk rumah sakit. Sebutkan definisi segala rasa sakit. Nyeri, mual, demam, atau perih. Mungkin sebgaian besar dia sudah mengalaminya. Tapi bagi saya dia adalah tetap Ahmad Antoni anak didikku- di kelas bahasa pertamaku. Yang meski sering saya ledek ‘ngantukan’ , dia tak akan marah. Mencoba riang dan menebar optimis.

    Mataku silau terpias matahari yang meninggi. Tapi hati ini belum mau beranjak dari kenangan. Ahmad dan kelas bahasanya memang akan selalu istimewa di hati. Tahun 2002-2003 itu kali pertamanya saya resmi mengajar segera setelah lulus dari perguruan tinggi. Jarak usia antara saya dan murid-murid yang tak terlalu jauh saat itu, membuat kami lekas akrab. Karena saya selalu menganggap murid adalah anak - maka murid-murid di kelas bahasa ini adalah anak pertama saya. Ahmad adalah salah satunya.

    Saya ingat suatu saat tim debat bahasa Inggris dari kelas bahasa ku ini masuk final tingkat kabupaten. Ahmad bukanlah tim inti. Tapi saya ingat sekali wajah itu lah yang menyusul kami ke gedung DPRD seusai tim bertanding. Menemui tim yang terbersit kecewa karena dikalahkan dengan margin tipis sekali. Tak bisa jadi wakil Wonogiri ke propinsi. Entah bagaimana saya tidak ingat bagaimana Ahmad menyusul kami dari sekolahan. Saat itu sedang jam pelajaran. Tak mudah mencari ijin keluar.
    Itulah dia. Membawa kembali keriangan karena dia tak akan peduli jadi bahan candaan. Membawa aura optimis itu meski kami tak menang.

    Bertahun tak jumpa, dia sudah berkeluarga, lengkap dengan tiga matahari kecilnya. Kembali sesekali bersua saat dia kemudian menjadi ketua Solo Peduli Wonogiri, dimana saya menjadi salah satu bagiannya. Dia tetap sehat, ceria, aktivis masjid dan bersemangat berbagi. Seperti tak ada tanda-tanda dia sakit. Apalagi sakit serius seperti Lupus.

    Yang jelas kemudian Ahmad sering keluar masuk rumah sakit. Ahmad divonis terserang penyakit Lupus. Sebuah jenis penyakit autoimun. Sistem kekebalan yang harusnya melindungi tetapi malah berbalik menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri. Bagian organ tubuh mengalami peradangan (inflamasi) kronis misalnya pada kulit, sendi, sel darah, ginjal, paru-paru, jantung, atau bahkan sungsum tulang belakang.  

    Penyakit lupus kemudian membuat persendian kakinya mudah nyeri. Sampai pernah sulit untuk berjalan. Tapi Ahmad selalu berusaha optimis. Kuat dan semangat. Masih aktif mencoba menafkahi keluarganya dengan berdagang online. Beberapa kali saya menyempatkan pesan lewat lapaknya; mulai dari bumbu penyedap tanpa MSG, buku parenting terbitan Solo Peduli, majalah Junior, kaos muslim dan tas beberapa kali. Karena kasihan?

    Ahmad tak perlu dikasihani. Dan dia pasti tak akan pernah meminta dikasihani. Dia adalah benar-benar pedagang yang baik. Di tengah sakitnya, dia memberi pelayanan sebaik-baiknya. Penuh semangat. Amanah sekali dengan produknya. Seolah dia itu tidak sedang dalam keadaan sakit. Tapi ibu mana tak merasa tersentuh rasa kasihannya jika melihat anaknya sakit. Tiga tahun lalu saya bertemu dengannya di sebuah acara lomba antar TPQ di masjid dekat rumah. Ahmad dengan kruk di kakinya ikut dengan rombongan tim TPQ desanya.

    Subhanalloh! Di tengah sakitnya dia masih menyempatkan menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungannya. “Ya kalau pas sakit, lututnya seperti ditusuk – tusuk bu. Kaki kadang sulit dibawa berjalan,” ringan dia menjelaskan. Takut tumpah air mata ini, segera saya pamit pulang sambil mendorong anak saya yang sedang di atas sepeda roda tiganya. Di sepanjang jalan menuju rumah saya ingat harus mengusap mata berkali kali dengan ujung jilbab. Beratnya rasa sakit yang ditanggungnya menggayuti mata ini. It’s not that easy, I know.

    Malam merayap mengajakku berkaca di pantulan gelapnya langit. Malu betapa mudah mulut ini mengaduh, menggerutu , memuntahkan segala keluh kesah saat masalah muncul, padahal seringnya hanya sekecil kerikil. Malu akan seringnya lupa betapa mahal nilai sehat yang telah dikaruniakan-Nya. Sedang Ahmad, didampingi istri hebatnya, diantara riuh tiga anak-anaknya- sebisa mungkin tak melulu mengaduh. Sakit dipandangnya sebagai lahan ibadah. Tak menyurutkan semangat hidupnya.

    Maka kukabarkan berita ini kepadamu kawan. Sebagai bentuk penghormatan, kasih sayang dan kebanggaan seorang ibu kepada anaknya. Ahmad, sungguh bu gurumu ini bisa melihat pahlawan itu ada padamu, meski tidak disiar-siarkan sekalipun. For me, You’re the unsung hero.



    (untuk Ahmad, yang telah berpulang pada usia 33 tahun, 4 juli 2018 di RS Moewardi)
    Continue Reading

    You know what?! The fact is : anyone can write.
     
    Yes, it means WE CAN WRITE too.
    I’ve been focusing to learn writing since a year ago. My coach in Jenius Writing community says, “If you want to learn writing, the best way is by : writing!”

    Don’t waste your time by thinking too much editing before writing. For a beginner like us, just write whatever you want. Start drafting, never mind editing.  

    Too much editing during drafting can be frustrating for us.

    That’s how I learn writing poems. I write whatever words come to my mind. At any time, any place. 

    Sometimes I wrote it on a piece of bills, tissue paper, or on mobile phones. For example, at a time I was so upset because someone put me into trouble. At that time, I just wrote words that I would have said to her if we had met face to face. I just let those words out loud in my poem on a piece of paper.

    Next day, I wrote it on ‘MS Words’ at my PC. While typing, I reread those words once more. During this phase I did editing. I changed some words and moved the positions of some sentences in my poem.

    After we had written the poem in our PC by MS Words, we can make it even more beautiful by using CANVA application. This is how to do it:

    1. This Canva Application can be installed in your mobile phone on Google Play. We can also use Canva online, by clicking this page on your browser. We can log in by using our Google account or by Facebook account. At this try, I used Canva online and log in through my Google account.
    2. There are many choices in Canva, look at the ‘Create Design’ part. That time, I chose design ‘Quote Social Grapic.’
    3. Choose the template that we want. Some choices are with ‘free’ labels. Some others are not free, we can buy it online. I picked a free label . Well, off course the designs which’re not free have more interesting choices and without watermarks.
    4. Copy your poem which has been written in ‘MS Words’ and arrange it on the template that you’ve chosen. For the background, we can upload our own picture from the PC or we can choose a background provided by Canva on the left sidebar. 
    5. Do some other arrangements and your poem is ready.
    6. Share to social media or download it in our PC. Have a try!
    Here are my other creations:





    Enrich your vocabulary by reading more . for example this one :  Reading The Famous Five-Our-Soulmate

    Keep practicing by writing more poems .. or just write about everything. 
    Sometimes I just write about places I've visited like this one :   Racing to Sunrise at Merapi

    Keep writing! Create your own words.

    Continue Reading



    Mulai tahun lalu, semenjak tercemplung di kelas menulis Jenius Writing (JW), saya mulai aktif belajar menulis. Mulai mencorat coret kalimat demi kalimat dengan arahan Lutfhi CoachWriter artist dan teman-teman komunitas JW. Kata Coach,” Belajar menulis itu ya dengan menulis!”

    Tulis apa saja, apa pun yang keluar dari pikiran. Langsung tulis. Jangan sibuk mendesain kalimat, alur atau mengeditnya saat proses menulis awal. Nulis sampai ngedit itu seperti nggoreng tempe ditunggui debt collector! Hihi .Bikin gugup!

    Demikian juga dengan proses saya belajar menulis puisi. Langsung saja saya urek-urek dulu di kertas seadanya. Misalnya ketika suatu saat hati saya sedang galau karena sesuatu hal yang disebabkan oleh seseorang, langsung saya tulis saja kata-kata yang ingin saya keluarkan di depan dia lewat puisi. Hari berikutnya, saya ketik sambil baca lagi. Disini baru ada sedikit editing, beberapa kata diganti, beberapa kalimat sedikit diubah posisinya.

    Setelah ditulis dengan Word, kita bisa mempercantik tampilan puisi kita dengan Canva.

    1.        Aplikasi ini bisa di diinstal ke ponsel anda lewat Google Play. Kalau saya, menggunakan lewat Canva online. . Anda dapat  log in menggunakan akun Google atau Facebook.
    2.     Ada banyak pilihan pada bagian ‘Create Design’.  Saya kali ini memilih desain ‘quote social grapic.’
    3. Pilih desain yang kita inginkan. Kalau tidak ingin yang berbayar, pilih yang ada logo ‘free’. Desain yang berbayar pilihannya tentu saja jauh lebih banyak, lebih menarik dan tanpa watermark : )
    4. Copy tulisan puisi kita dari word, atur di Canva sesuai template. Untuk tampilan latar belakang, kita bisa memilih menggunakan pilihan background yang disediakan Canva, di sisi kiri sidebar. Pilih yang free jika tidak ingin yang berbayar. Kita juga dapat membuat background dengan upload foto kita pribadi. Untuk puisi diatas, saya memakai background foto pribadi sedangkan untuk puisi dibawah, saya menggunakan background dari Canva. Atur posisi background dan tulisan sesuka hati.
    5. Share ke sosial media kita atau download untuk disimpan sendiri. Selamat mencoba. Dan jangan heran kalau kita terus ketagihan utak-atik via Canva. 😉


    Tadaaa dan ini dia contoh hasil belajar saya:



    Continue Reading

    Tahun lalu, semenjak tercemplung di kelas menulis Jenius Writing (JW), saya mulai aktif belajar menulis. Mulai mencorat coret kalimat demi kalimat dengan arahan Lutfhi CoachWriter artist dan teman-teman komunitas JW. Kata Coach,” Belajar menulis itu ya dengan menulis!”

    Tulis apa saja, apa pun yang keluar dari pikiran. Langsung tulis. Jangan sibuk mendesain kalimat, alur atau mengeditnya saat proses menulis awal. Nulis sampai ngedit itu seperti nggoreng tempe ditunggui debt collector! Hihi .Bikin gugup!

    Demikian juga dengan proses saya belajar menulis puisi. Langsung saja saya urek-urek dulu di kertas seadanya. Misalnya ketika suatu saat hati saya sedang galau karena sesuatu hal yang disebabkan oleh seseorang, langsung saya tulis saja kata-kata yang ingin saya keluarkan di depan dia lewat puisi. Hari berikutnya, saya ketik sambil baca lagi. Disini baru ada sedikit editing, beberapa kata diganti, beberapa kalimat sedikit diubah posisinya.

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About Me

    Dewi Apriliana
    An ordinary working mom who loves kids and teaching and reading
    Read More>

    Popular Posts

    • Making Appointment & Reservation by Phone ; Belajar Bahasa Inggris Yuk
    • Apem Kukus Tradisional yang Ngangeni
    • Giving Examples in English ; Materi Bahasa Inggris Lintas Minat Kelas XI
    • LANGKAH MUDAH MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK LDA
    • Smart Apps Creator (SAC) Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Daring
    • Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh
    • Membuat Laporan Karya Inovatif Video Pembelajaran
    • Contoh Proposal Usaha untuk P5 Tema Kewirausahaan

    FOLLOW US

    recent posts

    Labels

    ruang baca ruang guru ruang impian ruang kelas ruang keluarga ruang menulis ruang perpustakaan

    Statistics

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top